Sekuntum Teratai untuk anda, para Calon Buddha
Annumodana....
Terima kasih juga Bro Djoni, melengkapi pengetahuan saya dan rekan2 sedharma di sini, juga bro Robin yg sangat semangat belajar dan berlatih, juga berbagi.
Semoga bisa sedikit memberi semangat buat sahabat-sahabat dharma utk terus belajar, berlatih dan berbagi, semoga selalu maju.
kembali ke Bardo,
apapun kondisinya tetap melewati Bardo (ini menurut teori). waktu maksimal yg ditempuh adalah 49 hari (waktunya tidak sama dgn waktu di bumi), jika melewati hari tersebut, makluk baro akan mati, dan terlahir kembali lagi alam bardo. mereka tdk punya badan jasmani solid. mereka berkelana terus sehingga menemukan tempat yg cocok, sesuai dengan dorongan karma dan kebiasaan dia di bumi, beserta kebiasaan pada kehidupan2 sebelumnya.
contoh bro Robin mgkn kurang lengkap, karena semua terjadi begitu cepat dan bahkan baru terlahir ke bardo, bisa langsung mati lagi dan terlahir ke alam yang sesuai dgn dorongannya. kecepatan ini yang di kira bahwa tidak melewati bardo atau seolah-olah tidak melewati bardo, karena itu adalah gerbang, jadi mgkn bardoer bisa berkeliaran lama di bardo, atau karena sudah cocok dan klop semua, seketika ia terlahir ke bardo, sesaat itu juga ia mati dari bardo (akibat karmanya juga) dan langsung terlahir ke alam yg sesuai.
kekuatan mendorong utk ia terlahir ke alam yg sesuai dgn karmanya dan berbagai faktor sangat mudah berubah.
sebetulnya berbicara pembauran, percampuran, apalagi otentikasi, saya tidak qualified, karena memang demikian susahnya, dengan belajar, berlatih, meditasi dan menerapkannya, menumbuhkan kebijaksanaan, kita baru bisa melihat tembus bagian-bagian itu.
Saya akan mencoba mencari di Library di tempat saya studi (Memang fungsi utama perpustakaan, tapi byk devisi, spt ada bagian publikasi, kangyur dan tangyur, tibetan, sanskrit, dan english collection, audio, dll; saya cari-cari dulu, kalau ketemu, nanti saya kirim ke milist.
Semoga semakin lengkap pemahaman kita.
Tetap semangat belajar, berlatih, dan berbagi
Salam dari Dharamsala, India
--- In [email protected], "ching ik/ djoni" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> maaf jika saya yang masih minim pengetahuan dharma ikut2an nimbrun,
> apalagi melihat bro junaidi yang belajar di dharamsala, sungguh
> membuatku menaruh respek padanya.
>
> Di sini saya cuma ingin sharing apa yang pernah saya ketahui
> sehubungan dengan alam bardo. Menurut saya, pendapat yang mengatakan
> alam bardo berasal dari agama Bon, saya tidak sependapat. Alasan
> saya adalah, dalam sekte Jushi (Abhidharma Kosa) yang masuk ke
> Tiongkok telah memiliki pandangan tentang konsep bardo (dalam
> konteks mahayana Tiongkok disebut alam Zhongyin). Malahan sekte ini
> berpandangan alam bardo sebagai suatu keniscayaan dan berbeda dengan
> Mahayana, justru Mahayana berpandangan bahwa alam bardo itu tidak
> selalu harus berlaku pada setiap makhluk hidup. Bagi makhluk yang
> sangat-sangat jahat dan sangat-sangat baik, maka kondisi bardo itu
> tidak berlaku. Dalam Sutra Mahayana yang bukan divisi Tantra pun
> telah sering menyebut alam bardo. Dan Sutra tersebut masuk ke
> Tiongkok pada masa sebelum Buddhisme masuk di Tibet. Contoh Sutra
> yang menyinggung alam bardo adalah Avatamsaka Sutra, Maharatna-kuta
> Sutra, Maha parinirvana Sutra, dan masih banyak lagi. Bahkan
> terdapat Sutra khusus yang berjudul Zhongyinjing (secara harfiah
> yang berarti Sutra Bardo), terjemahan Zhufonian pada masa dinasti
> Yao-Qin( abad 4 M). Bahkan Nagarjuna juga membahas tentang alam
> bardo dalam Prajnaparamita Sastra. Kitab2 ini masuk ke Tiongkok pada
> masa yang sangat awal dan tanpa bersinggungan dengan agama Bon, maka
> bagaimana bisa dikatakan pengaruh dari agama Bon?. Justru Kitab
> tersebut dapat ditemukan di Mahayana Tiongkok mencerminkan konsep
> bardo telah ada sejak masa yang sangat awal dalam tubuh agama Buddha
> dan satu hal lagi, sekte Jushi (abhidharma kosa (salah satu sekte
> hinayana yang masuk ke Tiongkok) yang memiliki pandangan demikian
> justru memperkuat betapa konsep bardo menjadi konsep yang berakar
> kuat dalam Buddhisme.
>
> Sekian, semoga info ini dapat menjadi bahan referensi.
>
>
>
>
> --- In [email protected], robin wiliam <vannesshitam@>
> wrote:
> >
> > Sekuntum teratai untuk anda seorang calon buddha
> >
> > Akhirnya identitas saya ketahuan ko jun Hahahaha ternyata
> Kemegahan Dharamsala,martabak kari india,Lenguhan yak,dan literatur2
> diperpustakaan diindia tidak membuat ko jun melupakan indonesia
> hehehe
> >
> > Saya setuju dengan ko jun yang mengatakan bahwa alam bardo tetap
> bukan merupakan soul tapi merupakan energi yang bergerak sangat
> cepat mengikuti karmanya.(hal ini pernah juga dibuka2 oleh saudara
> sindhu hehehe0
> >
> > Tapi saya ingin pendapat ko jun juga disertai dengan sejumlah
> padanan literatur
> > kalau bisa, sebenarnya Konsep alam bardo itu bukan ajaran murni
> buddha historis tapi itu berasal dari agama bon/shamanisme karena
> saya menemukan di agama Bon itu juga ada konsep bardo,Ketika guru
> besar nyingmapa Guru Agung padmasambhava membawa ajaran buddhisme
> konsep tersebut dibiarkan karena sudah terlalu mendarah
> daging.kalaupun kemudian didalam
> Dzogchen,lamrim,lamdre,mahamudra,terdapat konsep alam bardo
> sebenarnya itu lahir atas pencapaian yang luar biasa individu2
> pembawa ajaran nyingma,gelug/kadam,kargyud,sakyapa karena kualitas
> pelatihan diri mereka.(hal ini saya sharing dengan Choegyal Rinpoche
> from Drukpa kargyud yang mengadakan Retreat dijambi pertengahan
> september lalu,Mohon di cek ulang)
> >
> > Karena konsep Alam bardo menjadi sangat ranchu dan
> memusingkan ,Bahkan tidak banyak guru besar yang mau membahasnya
> dengan mengatakan Saya belum mati,Saya tidak tahu alam bardo itu ada
> apa tidak.jadi memang ini adalah bahasan yang tidak begitu
> penting.hanya sebatas menambah pengetahuan kita.
> >
> > Saya setuju kalau baik ditheravada maupun mahayana tidak
> mengenal soul yang kekal.ditheravada sendiri saya menemukan ada
> cerita bahwa ada seorang bhikkhu yang begitu Melekatnya pada jubah
> barunya ketika dia meninggal langsung terlahir pada malam itu juga
> menjadi seekor serangga/kutu pada jubahnya.tanpa melalui proses alam
> bardo selama 49 hari.dengan referensi dari saya ini dan dari ko jun
> mudah-mudahan menambah wawasan kita.
> >
> >
> > Terima kasih
> >
> >
> Robin Williams Idris
> >
> Dokter pelipur hati
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
> >
>
J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy
Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researchs
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a
"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. Jang-chub Sem-pa'i Cod-pa Nyid Jug-pa Zhug-so; Ing. The Guide to the Bodhisattva Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
