Dear all dan
Sahabat yg berada di hutan rimba kalimantan,


Setuju sekali dengan pernyataan anda, proses batin begitu banyak dan sangat cepat sehingga seolah-olah tidak terjadi apapun, lebih baik kita mengamati hal demikian, melakukan meditasi dlm setiap momen, melakukan meditasi jalan sambil mengamati nafas.

saya hanya memberikan usul, bacalah secara mendalam, mengerti-lah secara mendalam, anda dan teman-teman akan melihat diskusi saling mendukung dan saling melengkapi yang kita bangun di sini, diskusi yg menciptakan kewaspadaan dan perhatian murni, diskusi yg dilandaskan dengan kesabaran tanpa ada yg merasa paling benar, paling otentik, ataupun ingin menang sendiri, kita hanyalah manusia yg saling belajar, kemudian berlatih, dan saling berbagi insight, degan niat memberi manfaat kepada sahabat-sahabat lain.

jadi diskusi masih dalam kondisi kondusif dan tidak ada muncul sesuatu yang seperti sahabat sebutkan sebagai "meributkan", cobalah baca secara mendalam, bandingkanlah dengan cara berdiskusi di milis-milis tetangga, kita tetap pada pehatian murni, berusaha pada motivasi saling memberikan manfaat, itulah usaha yang bisa kita lakukan.

kita juga perlu memulai dari tahap awal yaitu belajar, kalau meyangkut topik mana yang harus di mulai terlebih dahulu, itu terserah masing-masing, dan kebetulan kita lagi berpijak pada istilah 'bardo' yg membinggungkan, klarifikasi bbrapa teman juga sangat apik dan logis.

memahami kompleks bisa melalui byk pendekatan, jadi marilah kita maju bersama-sama dengan suasana Sangha yang saling mendukung, dan positif.

Okeh demikian dulu, saya harus pergi ke sekolah menuntut ilmu lagi, sampai ketemu di email lain.

selamat belajar, berlatih, dan berbagi hidup berkesadaran di sini

Salam dari Dharamsala, India


--- In [email protected], Andri Tjiu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam metta untuk semua,
>
> Hanya sebuah pesan singkat yang mungkin tidak semua orang memahami artinya
> Proses perpindahan antara 1 kehidupan dengan kehidupan lain itu sama seperti proses perubahan pikiran dari satu objek ke objek yg lain, secepat itu pula proses perubahan dari kematian di alam manusia lalu ke "alam bardo" atau ke alam yg lainnya, karena waktu antar alam kehidupan itu amat berbeda sehingga mungkin saja seseorang sudah terlahir di alam lain dengan waktu ratusan atau ribuan tahun dan ternyata di alam manusia kita ini hanya sepersekian detiknya saja.
> kekomplekan masalah ini amat rumit untuk di nalar oleh manusia biasa, jadi daripada meributkan proses yang hanya membuat kita semakin berputar2 dan mengulangi proses tersebut mengapa kita tidak berlatih dan membuat proses pikiran yang hanya sekejap menjadi penuh perhatian, setelah bisa baru deh bisa paham hal yang pada awalnya kompleks hanya akan menjadi sesuatu yg sederhana
>
> Salam dari rimba kalimantan

J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy

Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researchs
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. Jang-chub Sem-pa'i Cod-pa Nyid-Jug-pa Zhug-so; Ing. The Guide to the Bodhisattva Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke