| Sehari Mengasah Kepedulian Siswa terhadap Lingkungan Hidup Pembelajaran yang sarat pesan untuk menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan cara yang santai, menghibur, dan secara nyata itulah yang dilakukan siswa Sevilla School, sebuah sekolah bertaraf internasional di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (19/10) lalu. Kegiatan sehari mengasah kepedulian terhadap lingkungan itu dilakukan untuk merayakan hari ulang tahun ke-61 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tema "Aku Cinta Lingkungan". Ratusan siswa dengan santai duduk lesehan di lantai aula. Mereka dengan antusias mendengarkan pemaparan dalam bahasa Inggris yang disajikan dua kakak dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia yang mengisahkan berbagai masalah lingkungan hidup yang dihadapi dunia saat ini, termasuk di Indonesia. Penjelasan itu nyatanya tidak didengar sambil lalu. Saat dua kakak dari WWF memberikan pertanyaan dengan iming-iming suvenir menarik, para siswa antusias menjawab. Mereka ternyata sudah paham dengan hal-hal sederhana yang bisa dipraktikkan untuk menunjukkan kesungguhan mencintai lingkungan. Misalnya, untuk bisa turut serta mengurangi pemanasan global yang menjadi masalah lingkungan cukup serius dewasa ini, siswa sudah tahu apa yang bisa dilakukan. Di antaranya dengan menghemat energi listrik. Ketika ditanya bentuk penghematan listrik seperti apa yang dilakukan, siswa yang sudah mendengarkan pemaparan tentang penyebab terjadinya pemanasan global mengatakan, sebaiknya jika mematikan televisi atau play station tidak cukup dengan menekan tombol standby mode saja. Lebih baik langsung mematikan tombol on/off. Pasalnya, saat peralatan elektronik masih dalam kondisi standby, konsumsi listrik masih jalan sekitar 20 persen. Artinya, penghematan listrik sepenuhnya belum dilakukan. Tindakan sederhana seperti inilah yang diminta dari siswa untuk mulai bisa dilakukan setelah pulang ke rumah masing-masing. "Siapa pun, termasuk pelajar, punya kontribusi terhadap masalah lingkungan hidup. Namun, pelajar juga bisa ikut melakukan hal-hal sederhana dalam keseharian hidupnya untuk menyelamatkan lingkungan dari kehancuran di masa mendatang," ujar Haryo dari WWF yang memberi penjelasan soal kegiatan lembaga yang peduli lingkungan hidup ini. Membuat film Acara semakin seru ketika siswa SMP dan SMU menyajikan pembuatan film pendek
soal masalah lingkungan yang ada di sekitar kita. Masalah yang diangkat antara lain soal polusi air, erosi, serta kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Siswa dibiarkan mengembangkan kreativitas mereka dalam menyosialisasikan masalah-masalah lingkungan hidup yang ada di sekitarnya. Sebagai bukti kepedulian lingkungan, pihak sekolah dan siswa menanami halaman sekolah dengan pohon-pohon dan bunga-bunga. Bahkan, sepetak tanah di belakang sekolah juga ditanami beragam tanaman obat-obatan yang dikenal sebagai apotek hidup. Lanovia Ingryanti A, Koordinator Pemasaran Sevilla School, mengatakan, dengan kegiatan ini siswa dapat belajar secara langsung soal lingkungan hidup. Siswa diajak mengolah barang bekas pakai, membuat poster kampanye kebersihan, dan proyek pembuatan film
pendek dengan tema kondisi lingkungan hidup Jakarta saat ini. "Kami bukan hanya mengajarkan teori, tapi juga mengajak siswa secara langsung mempraktikkannya," kata Lanovia. Nazla Mariza, Asisten Manajer Pemasaran WWF Indonesia, mengatakan, pembelajaran masalah lingkungan hidup, terutama kampanye hemat listrik, saat ini memang gencar dilakukan di sekolah-sekolah di Jabodetabek. Mereka juga diajak untuk bergabung dalam kelompok Junior Conservationist yang saat ini beranggota sekitar 2.500 pelajar. (Ester Lince Napitupulu) |