Stanza keenam:
de.te.ge.wa.nyam.chung.nyid.la.tag | dig.pa.tob.chen.shin.tu.mi.zed.pa |
de.ni.dzog.pai.j'ung.chub.sem.min.pa | ge.zhen.gang.gie.zil.gyie.non.par.gyur |

Sekarang perlahan-lahan ia berbicara tentang bodhicitta, dan pertanyaannya adalah, malam gelap gulita yang dipenuhi oleh amarah, iri hati, sombong, bahkan pernah merasa tak ada yang bisa bantu lagi, tidak mampu melakukan apapun, kesedihan mendalam ketika melihat ada orang yang sedang menderita, ya pernah, pernah mengalaminya. Lihatlah apa yang anda rasakan sekarang? Anda macet! Anda macet karena melihat iklan dan tergiur untuk belanja, saya dikelilingin oleh tetangga-tetangga yang membuat saya ingin membeli televisi yang lebih lebar walau itu hanya satu inci saja, dikelilingi oleh fans yang entah bagaimana memberikan dampak-dampak, seperti promosi, membujuk, kenaikan gaji, dan sebagainya dan sejenisnya; oleh karena itu ia bilang begini, “Situasi anda dikepung oleh hal-hal demikian yang sama sekali tak mau lepas”, tak rela melihat kilat itu menjadi semakin terang, tahukah anda bahwa kilat sekecil itu merupakan pikiran baik anda yang sangat kecil sekali? Semua jenis materialistik atau ambisi, atau apa saja-lah saya tak tahu, mereka mengepungmu, tidak seperti anda para masyarakat Bhutan, anda selalu diingatkan oleh bendera doa, kita tidak akan kencing sembarangan apalagi di kolam doa, ini bagus sekali, bahkan anda sangat putus asa, anda akan tetap menghadap ke arah sebaliknya agar tidak kencing di kolam doa itu, itu bagus! Itu kilat kecil, inilah yang perlu kita pelihara.

Tapi lihat sendiri, sekarang kita punya berapa banyak saluran televisi? 30? okeh kita punya 30 saluran televisi, jadi kita punya 30 saluran yang mengepung kita, 30 saluran yang akan membuatmu menari seperti Sharul Khan, iya Sharul Khan? Atau siapa nama aktor India itu? Menangis seperti Sharul Khan barangkali? Saya senang cewek-cewek sini, tapi satu hal yang saya tidak mengerti, mengapa cewek India dan Bhutan fans berat sama Sharul Khan, sungguh saya tak mengerti, tolong dong kasih saya penjelasannya.

Jadi apa yang kita lakukan sekarang ini? Jadi negatifitas yang mengepung dan mendominasi ini memaksa saya, anda akan berdalih, oyah ada kilat di batin saya, tapi itu lemah sekali, apa yang harus kulakukan? Inilah tugas bodhicitta, ia sungguh bisa membuat anda menjadi beda, sekarang saya sudah hampir berhasil menjual bodhicitta, pebisnis ulung ha? Jadi bodhicitta sudah terjual sekarang, ini strategi bukan? Mereka memberitahu anda segala sesuatu yang anda tidak punya, membuat anda semakin sadar bahwa anda membutuhkannya, kemudian pebisnis itu datang dan bilang, “Hei aku punya ini loo.. mau beli??” yah kira-kira begitulah.

Mulai sekarang kita boleh kebut, pada dasarnya keunggulan bodhicitta bisa dijelaskan lebih detail lagi, Buddha yang penuh dengan welas asih telah berpikir tentang hal ini, semuanya yang ia pikir adalah bagaimana memberi manfaat kepada semua makhluk, semua Buddha berkesimpulan bahwa cara paling ekonomis dan ampuh untuk memberi manfaat kepada semua makhluk adalah INI! Hanya ini dan ini-lah yang bisa menyelamatkan semua makhluk dari derita nestapa, kemudian membawa mereka menuju kebahagiaan sejati.

Stanza ketujuh:
kul.pa.du.mar.rab.gong.dzed.pa.yi | thub.wang.nam.kyie.di.nyid.phen.war.zig |
die.ni.thsad.med.kye.woi.thsog.nam.kyie | de.chog.de.lag.nyid.du.thob.par.j'ed |

Stanza kedelapan:
srid.pai.dug.ngal.gya.trig.zhom.dod.cing | sem.cen.mi.de.sal.war.dod.pa.dang |
de.mang.gya.trag.ch'od.par.dod.pe.kyang | j'ang.chub.sem.nyid.tag.tu.tang.mi.j'a|

Terutama bagi para bodhisatwa yang ingin mengatasi derita, bisa memiliki dua tujuan, pertama-tama anda bisa bertujuan hanya untuk mengatasi derita dalam kehidupan, jika itu tujuanmu, maka jawabannya adalah Bodhicitta. Jika anda memiliki cita-cita lebih tinggi lagi, anda tidak hanya ingin mengatasi derita diri sendiri saja, juga mengatasi derita semua makhluk, dan sudah pasti jawabannya adalah Bodhicitta.

Apabila anda ingin menikmati semua maha suka dan kebahagiaan? Jika ingin, maka engkau tidak sepantasnya melepaskan batin pencerahan, Bodhicitta.

Stanza kesembilan:
j'ang.chub.sem.kye.gyur.ked.cig.gie | khor.wei.tson.rar.dam.pai.nyam.thag.nam |
de.sheg.nam.kyi.sre.zhe.jod.j'a.zhing| jig.ten.hla.mir.ce.pe.ch'ag.j'ar.gyur |

Saat anda telah memiliki batin pencerahan, yakni berkeinginan untuk membebaskan semua makhluk dari derita, bahkan itu hanyalah batin yang sangat abstrak, bahkan itu hanya artifisial, secara ideal memang tidak cukup jika hanya dalam bentuk artifisial saja, tentu harus dibarengkan dengan keinginan untuk menerapkannya, menjadikan ia sebagai bagian dari kita secara otentik, bisa diterapkan secara praktis, dan bermanfaat; namun untuk memulainya, walau itu hanya sederajat intelektual saja, jika anda betul-betul memunculkannya dalam batin anda, bahwa anda sungguh-sungguh ingin membantu seluruh masyarakat, aku ingin membebaskan semua makhluk, suatu masayarakat, negara, benua, boleh apa saja, bahkan seluruh dunia ini, bahkan seluruh galaksi, dan seterusnya dan sebagainya. Jika anda memiliki keinginan seperti itu, tidak hanya melepaskan derita fisik mereka saja, seperti sakit kepala, kemiskinan, minimal membebaskan mereka dari derita dan sebab-sebab penderitaan yakni ketidak-tahuan.

Jika anda bisa berpikir demikian, walaupun anda berada di muka bumi ini, walaupun anda tampak hanya sebagai orang biasa saja, anda bisa disebut sebagai keturunan dari Buddha, Gyal.Se, keturunan atau pangeran dari Buddha, anak dari Buddha, tidak hanya itu saja, ketika manusia dan dewa bersujud kepada semua bodhisatwa, anda juga ikut serta didalamnya sebagai orang yang menerima penghormatan sujud.

Stanza kesepuluh:
ser.gyur.tsi.yi.nam.pa.chog.ta.bu | mi.tsang.lue.di.lang.ne.gyal.wei.ku |
rin.chen.ring.thang.med.par.gyur.we.na | j'ang.chub.sem.zhie.j'a.wa.rab.ten.zung |

Bodhicitta bagaikan substansi ajaib alkemis, yang bisa merubah semua besi biasa menjadi emas, begitu juga bodhicitta bisa merubah semua jenis batin biasa menjadi sesuatu yang sangat unggul, dan menjadikan tubuh manusia ini yang tidak suci ini; oyah saya lupa memberi tahu anda bahwa ini adalah Shastra Mahayana, para audien adalah para biksu, ribuan biksu, banyak sesepuh yang hadir, saya yakin kalau audien yang berbeda, syair-syair yang dilantunkan juga pasti beda, tenang saja, Shantideva masih punya banyak naskah lainnya, dan audien yang berbeda, jadi kita harus berpikir pada konteks tertentu; kita teruskan penjelasan tadi; lihatlah, para biksu pada umumnya praktik Sravakayana, mereka cenderung memandang rendah, 'memandang rendah' kelihatannya istilah yang kurang cocok juga, mereka mungkin akan bilang demikain, “Seharusnya saya tidak melekat pada badan jasmaniku, apalagi badan jasmani orang lain.” oleh sebab itulah, mencukur rambut di kepala sampai bersih, hidup sederhana, karena mereka yakin bahwa melekat pada badan jasmani ini menciptakan jaringan delusi tanpa akhir, mereka juga akan berpikir, apa sih tujuan menjaga kantong 'kotoran' ini? Kantong darah ini? Mereka sebut itu meditasi pada obyek buruk rupa, seperti yang dilakukan oleh Sravakayana, seperti Theravada di Thailand, Burma, Srilanka, Laos, sebagian besar biksu di sana akan melakukan hal demikian, bahkan ada biksu di sana yang meditasi obyek tulang, duduk di depan tulang itu dan melihat tulang. Saya dengar di Srilanka memiliki jadwal kunjungan mingguan ke peletakkan mayat, melihat mayat-mayat, dan merenung bahwa badan jasmaniku juga akan menjadi demikian suatu hari nanti, saya kira ini latihan yang bagus sekali.

Memang betul Shantideva menjelaskan tentang bodhicitta, dibagian ini, ia masih sedikit sarkastik, “Kepada mereka ” lihatlah, anda mandeg di sini, berpikir ini sangat buruk, saya seharusnya melepaskan kemelekatan, tapi dengan berbekal bodhicitta, ia bagaikan substansi ajaib alkemis, mengapa kita tidak makan saja dengan benar, mengapa kita harus bermurung, mengapa kita tidak beli sampo yang bagus, ini kalimat tambahan dari saya (tertawa), lakukan semua hal dengan dasar dengan benar, saya ingin sehat, saya ingin istirahat, saya ingin tampak menarik, jadi saya bisa membantu orang lain, jadi saya bisa membuat orang lain terpana, jadi saya bisa bicara dengan orang lain, dengan cara demikian saya akan bisa mengajar dan membawa mereka ke jalur yang sesuai.

Nah, badan jasmanimu yang tidak murni itu, tiba-tiba menjadi emas, sangat berharga bagaikan seorang bodhisatwa, mereka menata dirinya sangat apik, mirip Manjushri (Jampelyang), avalokitesvara (Chenrezig), hei anda lelaki, memakai begitu banyak pernak-pernik permata, kalung, giwang, gajal......kalung kaki, memakai pakaian indah, oke-oke, satu aspek lagi; dengan bodhicitta, semua jalur latihan ini tidak seharusnya sempit, anda bisa melakukan banyak hal dengan bermodalkan bodhicitta.

Stanza kesebelas:
dro.wei.ded.pon.cig.pu.thsed.loe | leg.par.yong.su.tag.na.rin.che.we|
dro.wei.ne.dang.dral.war.dod.pa.nam | rin.chen.j'ang.chub.sem.leg.ten.par.zung |

mereka yang ingin membantu semua makhluk, jika punya modal bodhicitta, ini akan menjadi semangat mereka tak terbatas sekaligus memperkuat semangat mereka, oleh karena itu bagi seorang bodhisatwa, bodhicitta sangat penting.

Stanza keduabelas:
ge.wa.zhun.kun.chu.shing.zhin.du.ni | dre.bu.kyed.ne.zed.par.gyur.wa.nyid |
j'ang.chub.sem.kyi.jon.shing.tag.par.yang | dre.bu.j'in.pe.mi.zed.phel.war.gyur |

Anda tahu bahwa kita punya segala jenis tindakan kebajikan? Murah hati, tindakan demi orang lain, berdana, membantu orang lain, semua ini sangat mulia, tapi Shantideva bilang semua itu seperti batang pohon pisang, pisang? Betul? Betul tidak pohon pisang hanya berbuah sekali saja, setelah itu pohon pisang akan mati?

Yah terserah lah, yang jelas sejenis pohon yang hanya menuai buah sekali saja, setelah itu pohon itu akan mati; pada umumnya tindakan kebajikan tanpa berlandaskan bodhicitta, tetap akan menuai hasil bagus tapi ingat, itu hanya sekali saja, jika anda murah hati, tapi tanpa bodhicitta, barangkali pada kehidupanmu sekarang atau selanjutnya, anda bisa menjadi orang kaya, ingat itu hanya sekali saja, jika anda melakukannya dengan menyertakan bodhicitta, maka tindakan kebajikan seperti itu, kekuatan kebajikan seperti ini bisa tanpa batas.

Lihat sendiri, motivasi anda beda, bahkan hanya tindakan sederhana saja, contohnya berdana, anda melakukannya dengan menyertakan harapan semoga semua makhluk mencapai pencerahan sempurna, membuat semua makhluk mencapai pencerahan mungkin akan memakan waktu lama, sampai ketika itu kebajikan anda sangat banyak dan eksistensinya tidak perlu dipertahankan, inilah sebabnya Bodhicitta begitu penting.

Stanza ketigabelas:
dig.pa.shin.tu.mi.zed.j'e.na.yang | paa.la.ten.ne.jig.pa.chen.po.tar |
gang.la.ten.ne.yid.kyie.drol.gyur.wa | de.la.bag.cen.nam.kyie.cie.mi.ten |

Apa yang ia katakan? Ia bilang bodhicitta bagaikan substansi ajaib alkemis, bisa merubah sesuatu yang tidak murni menjadi murni, apalagi yang ia katakan, ia bilang, bodhicitta membuat semua kebajikan menjadi tanpa batas.

Jika ada satu jalur yang harus anda ambil, dan jalur itu sangat berbahaya, namun apabila anda punya seorang pahlawan yang kuat dan berani, maka anda bisa selalu mengandalkannya, anda akan selamat, begitu juga apabila anda telah banyak melakukan tindakan tidak bajik di masa lalu dan juga sekarang, jika anda punya bodhicitta, anda tak perlu menjadi paranoid (gangguan mental akibat khayalan), anda tidak perlu selalu mengutuk diri sendiri dengan mengatakan bahwa aku tidak akan pernah bisa mencapai tujuanku, anda tidak perlu bertindak demikian, karena anda punya penuntun, seorang pahlawan yang berani dan kuat sebagai pendukung.

Stanza keempatbelas:
de.ni.due.the'i.me.zhun.dig.chen.nam | ked.cig.cig.gie.nge.par.sreg.par.j'ed |
de.yi.phen.yon.pag.tu.med.pa.dag | j'am.gon.lo.dang.den.pe.nor.zang.shed |

Bodhicitta membakar habis banyak tindakan tidak bajik yang tercipta oleh pikiran dan badan jasmani, bahkan yang diakumulasi sejak berkalpa-kalpa yang lalu, bagaikan api besar membakar semua itu dengan cepat. Shantideva bilang, Buddha menjelaskan manfaat Bodhicitta kepada Sudhana, ini bahan rujukan yang harus kita perhatikan juga jika anda mau, jika anda ingin tahu lebih banyak tentang Bodhicitta.

Dengan demikian, keunggulan bodhicitta telah dijelaskan. Sekarang kembali lagi kepada bodhicitta itu sendiri, jenis-jenis bodhicitta.

Stanza kelimabelas:
j'ang.chub.sem.de.dor.due.na | nam.pa.nyie.su.she.j'a.te |
j'ang.chub.mon.pai.sem.dang.ni | j'ang.chub.jug.pa.nyid.yin.no |

Ada 2 jenis Bodhicitta, yang pertama adalah bodhicitta aspirasi, bodhicitta penerapan (aktif), dijelaskan lebih banyak lagi di stanza keenambelas.

Stanza enambelas:
dro.war.dod.dang.dro.wa.yi | j'e.drag.ji.tar.she.pa.tar |
de.zhin.khe.pe.di.nyie.kyi | j'e.drag.rim.zhun.she.par.j'a |

Jika anda ingin ke Bodhgaya, itu hanya keinginan saja, jika anda mulai berjalan, atau mengendarai kendaraan ke sana, maka inilah aksinya. Begitu juga, suatu niat untuk membantu semua makhluk yang kita sebut sebagai bodhicitta aspirasi, demi untuk membantu semua makhluk, bahkan itu hanya menaburkan bunga di depan kaki rupang Buddha saja, inilah yang disebut bodhicitta aktif, atau bodhicitta aplikasi.

Mereka yang ingin menelusuri jalur Bodhisatwa, mereka harus menyadari perbedaan dua jenis bodhicitta ini, ia bahkan menjelaskan lebih banyak lagi.

Stanza ketujuhbelas:
j'ang.chub.mon.pai.sem.le.ni | khor.thso.dre.bu.che.j'ung.yang |
ji.tar.jug.pai.sem.zhun.du | sod.nam.gyun.chag.j'ung.wa.min|

Jadi apa perbedaan dari bodhicitta aspirasi dengan bodhicitta aktif? Bodhicitta aspirasi, walaupun ia menghasilkan begitu banyak kebajikan, dan memberi efek yang besar, selama seseorang berkelana dalam samsara, dibandingkan dengan bodhicitta aktif, bodhicitta aspirasi tidak memiliki kekuatan tanpa batas, jadi perbedaaanya terlatak pada kekuatannya. Bodhicitta aspirasi tidak memiliki kekuatan sebesar bodhicitta aktif.

Stanza kedelapanbelas:
gang.ne.zung.te.sem.cen.kham | thaa.ye.rab.tu.drol.bai.ch'ir |
mi.dog.pa.yi.sem.kyie.su | sem.de.yang.dag.long.gyur.pa |



J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy

Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researches
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. J'ang.chub.sem.pa'i.c'od.pa.nyid.jug.pa.zhug.so; Ing. Guide to the Bodhisattva's Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva


Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke