posting sebelumnya:
------------------------------------------------------------------------------------
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/message/6972
------------------------------------------------------------------------------------


Introduction to the Middle Way
Chandrakirti's Madhyamakavatara


with commentary by
Dzongsar Jamyang Khyentse Rinpoche

Pengantar dan Pendahuluan


Pentingnya Sebuah Pandangan
Periode pengenalan buddhisme ke dunia barat sudah hampir usai, sekarang kita perlu membangun sebuah studi dan praktik buddhisme. Hingga saat ini, kita cenderung menekankan pada metode, hal-hal seperti meditasi dan guru, sehingga kita lupa pandangan yang perlu kita miliki. Studi Madhyamika sangat penting karena topik ini memiliki metode dan analisis angat luas dan intensif dalam membangun sebuah pandangan. Memiliki pandangan benar seperti tahu arah menuju Paris. Bayangkan anda ingin pergi ke Paris bersama seorang penuntun jalan yang mengaku bahwa ia tahu jalan, lalu tiba-tiba sang penuntun jalan itu mengeluarkan buku panduan dan mulai bertingkah sedikit aneh. Jika memang ia mengetahui arah menuju Paris, tentu saja tidak masalah melewati jalan manapun, apakah itu melewati jalan tol atau melewati semak belukar. Selama ia menunjukkan arah yang benar, tidak-lah masalah jika ia bertingkah sedikit gugup, karena ia tahu dan percaya akan arah itu.

Jaman sekarang, banyak orang tidak terlalu peduli dengan tujuan, namun 'kendaraan' yang memberikan mereka inspirasiĀ—Kendaraan Vajrayana, Kendaraan Mahayana, dan sebagainya. Lebih parah lagi, mereka menemukan inspirasi pada pemandu. Berlandaskan pendekatan seperti ini, jika dan hanya jika anda memiliki timbunan banyak kebajikan sehinga anda bisa sukses dengan beruntung, sesungguhnya hasil seperti ini sangatlah sulit ditemukan. Kita mendengar ajaran seperti "Istirahatlah dalam batin alami", hal ini sangat mebuat kecanduan dan sangat elok jika mendengarkannya, namun kita tidak memiliki pemahaman fundamental tentang pandangan. Kita harus membangun suatu persepsi bahwa ada batin yang sedang istirahat, dan ada sesuatu yang bernama 'istirahat', dan kejadian istirahat bisa terjadi: untuk melakukan itu, kita perlu pandangan.

Saya berharap ajaran ini bisa memberikan pandangan luas kepada pemahanan kita atas pandangan. Saya menempatkan penekanan pada membangun sebuah pandangan, karena ketika kita mampu membangun sebuah pandangan, maka kita bisa memperoleh kepercayaan dan keyakinan dalam jalur. Kemudian tidak menjadi masalah jika sepanjang jalur anda menemukan berbagai keadaan, seperti guru anda bertindak aneh, karena anda akan tetap yakin pada dia.

Masih ada alasan lain, jaman sekarang pasar spiritual lumayan populer. Saya tidak tahu banyak tentang bisnis, namun bisnis yang ada dalam bayangan saya, anda perlu menciptakan ide tertentu dan memberitahu orang lain bahwa mereka tidak memiliki sesuatu. Setelah membangun persepsi ini, kemudian anda memberitahu mereka, "Apa yang tidak anda miliki, Aku punya!" Saya banyak membaca buku dan mendengarkan ajaran, saya mampu melihat berbagai metode yang sangat menakjubkan seperti aromaterapi, terapi dupa dan bunyi burung. Banyak sekali metode menakjubkan, dan kita akhirnya harus menggunakannya daripada menolaknya, namun semua itu tidak punya basis pandangan atau tidak memiliki pandangan mendalam. Hal ini dikarenakan metode-metode yang disebutkan barusan hanyalah bertujuan untuk mendapatkan pembebasan sementara saja.

Jika motivasi kita belajar dan berlatih buddhisme hanya untuk kelegaan pembebasan saja, tentu saja akan manjur dalam kurun waktu tertentu, namun itu bukanlah tujuan sesungguhnya dari buddhisme. Hal itu tidak pernah menjadi tujuan para cendekiawan masyur seperti Chandrakirti. Anda akan membaca dalam naskah ini, dan dalam Abdhidharma karya Vasubhandu, cara dan pendekatan yang mereka lakukan terhadap realitas sangatlah subtil dan tajam. Kadang-kadang saya berpikir, mereka seharusnya menulis drama atau fiksi, setelah itu mereka akan menjadi sangat populer dan semakin banyak orang yang belajar buddhisme! Namun mereka tidak melakukan itu, oleh karena itu, cendekiawan seperti mereka dilupakan, orang beken seperti Shakespeare dan Dickens tentu saja sangat terkenal. Para cendekiawan buddhis ini tahu bahwa semua orang ingin bahagia, namun mereka juga mengetahui bahwa cara satu-satunya untuk mengapai kebahagiaan sejati adalah dengan mengikis habis ketidaktahuan. Secara kontras, medote seperti menulis puisi dan literatur hanya bisa memberikan pembebasan sementara dari penderitaan, oleh karena itu para cendekiawan buddhis tidak menekankan pada menulis puisi atau cerita. Pada kenyataanya, mereka merasa jalur apapun, buku atau ide apapun, semua itu hanyalah media pembantu semua makhluk untuk memperoleh kebahagian permanen. Sebagai contoh, Paham Hindu menekankan pada analisa fenomena eksternal, dan para pengikutnya bahkan mengarang buku untuk menganalisa apakah burung gagak punya gigi atau tidak! Dari sudut pandang Chandrakirti, hal-hal seperti ini tidaklah berguna. Apa yang akan kita lakukan setelah kita mengetahui burung gagak punya gigi atau tidakĀ—untuk apa? Tidak memberikan manfaat apapun!

Ketika kita berbicara membangun sebuah pandangan, mohon ingat bahwa filosofi Madhyamika tidak hanya merupakan sebuah ide saja, namun sebuah filosofi yang sangat praktikal. Walaupun anda akan bersitegas atas argumen bahwa paham filosofi tidaklah memiliki nilai praktikal, pemahaman filosofi akan menjadi sangat membantu jika anda membanyangkan bahwa lawan bicara Chandrakirti adalah emosi diri anda sendiri, daripada anda membayangkan pemahaman filosofi hanyalah dirinya sendiri belaka. Jika anda membaca argumen Chandrakiriti, ketajaman dari ketidaktahuanmu akan membuatmu sangat kagum!

Dalam berbagai filosofi India, termasuk filosofi buddhis, bagi seorang guru; demi membangun sebuah pandangan untuk muridnya, tentu saja perlu memperkenalkan lawan debatnya. Saya cuman sedang berpikir jika saya harus meninggalkan semua istilah-istilah teknikal, judul dari berbagai naskah dan pandangan, dan barangkali ini akan menjadi argumen yang sangat membosankan dalam perdebatan. Tetapi, anda mungkin saja tidak mampu mengerti untuk detik ini, namun anda akan mulai terbiasa nanti. Istilah-istilah ini akan menjadi jejak dalam kepalamu, dan tentu saja akan ada manfaat sampingan yang membawa anda pada pemahaman bahwa buddhisme tidaklah hanya selalu berbicara tentang cinta kasih, welas asih, dan istirahatlah dalam batinmu! Saya ingin gaya penyampaian pelajaran ini menjadi suatu penyampaian yang dekat kepada Shedras atau sekolah buddhis di Tibet. Saya pikir, ini adalah salah satu alasan mengapa Madhyamika pada umumnya menjadi pelajaran paling pertama dalam 5 topik utama pembelajaran filosofi buddhis, karena paling pertama anda harus membangun sebuah pandangan, dan kemudian diikuti oleh membangun logika dan metafisika bisa mengikuti.

Bagian catatan yang lebih personal lagi, ini adalah pelajaran Mahayana dan bukan pelajaran Vajrayana. Saya memberikan pelajaran ini kepada anda dalam kapasitas seseorang yang memiliki informasi lebih tentang Madhyamika, jadi tidak ada kaitan sama sekali dengan Samayas Vajrayana atau secara otomatis terciptanya relasi guru-murid. Mohon jangan punya ekspektasi emosional, saya di sini hanyalah berusaha sebaik-baiknya memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang telah dituliskan. Saya ke sini bukan untuk menyentuh dahi anda dengan jari saya dan melenyapkan semua masalah-masalahnmu!


J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy

Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researches
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. J'ang.chub.sem.pa'i.c'od.pa.nyid.jug.pa.zhug.so; Ing. Guide to the Bodhisattva's Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva


We have the perfect Group for you. Check out the handy changes to Yahoo! Groups. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke