LOJONG : Melatih PikiranH.H. Dalai Lama Diterjemahkan oleh : Hendy
Hanusin Dua Kebenaran
Cara ini dengan melihat intisari ajaran-ajaran Buddha sebagai ajaran-ajaran pada kebijaksanaan dan pada metode yang luar biasa cocok pada poin yang dibuat Nagarjuna. Beliau mengatakan bahwa keseluruhan ajaran Buddha harus dimengerti dalam kerangka dua kebenaran, kebenaran konvensional dan kebenaran mutlak. Seseorang harus mengerti intisari ajaran Empat Kebenaran Mutlak dalam hubungannya dengan dua kebenaran ini. (Ketika kita berbicara tentang pemahaman dari hakikat dua kebenaran, bagaimanapun, kita seharusnya mengerti bahwa mereka bukan dua dunia atau tingkat-tingkat eksistensi yang berdiri sendiri, berbeda, dan tidak berhubungan.) Ada berbagai sekolah filosofi yang berbeda yang akan mempunyai pemahaman-pemahaman berbeda pada ajaran dua kebenaran. Ketika saya berbicara tentang 2 kebenaran, pengertian saya berdasarkan pada sudut pandang pemikir Madhyamika India, pada siapa saya mempunyai kecenderungan khusus, yang berlandaskan rasa kagum. Menurut pandangan Madhyamika, kenyataan pada tingkat eksistensi konvensional terdiri dari pengalaman biasa dalam dunia sebab dan akibat, yang adalah dunia keserbaragaman dan perbedaan di mana kita melihat hukum-hukum yang berbeda dari realita bekerja. Tingkat realita ini disebut realita konvensional atau kebenaran konvensional, karena kebenaran dari pengalaman-pengalaman dan persepsi-persepsi ini secara intisarinya dikhususkan dengan tingkat konvensional pemahaman dunia. Bagaimanapun, bila kita memeriksa lebih dalam, kita menemukan hakikat mutlak realita, di mana tidak ada benda atau kejadian, termasuk diri seseorang sendiri, eksis atau berada dalam sejenis hakikat realita yang berdiri sendiri. Ketika kita melihat lebih dalam pada hakikat realita, apa yang kita temukan adalah yang menyebabkan asal muasal dari masing-masing dan setiap hal adalah hasil dari sebuah kumpulan dari banyak sebab-sebab dan kondisi. Apa yang ditunjukkan oleh hakikat realita yang saling bergantungan-mempengaruhi, dan bersifat kausal ini ? Bahwa tidak ada hal atau kejadian, termasuk diri seseorang, memiliki sebuah realita yang berdiri sendiri, bersifat otonomi atau mempunyai ciri-ciri tersendiri. Benda-benda dan kejadian-kejadian dalam suatu pemahaman adalah saling bergantungan-mempengaruhi; asal mereka tergantung pada banyak faktor. Tidak adanya sejenis realita yang berdiri sendiri atau bersifat otonomi dikatakan adalah kebenaran mutlak. Alasan ini disebut kebenaran mutlak adalah bahwa ini tidak jelas bagi kita pada tingkat persepsi biasa dan pemahaman dunia kita. Seseorang perlu memeriksa lebih dalam daripada ini untuk menemukannya. Dua kebenaran ini benar-benar dua sisi dari hal yang sama dua pandangan pada satu dunia yang sama. Asas dua kebenaran ini sangat penting karena ini langsung menyentuh pengertian kita akan hubungan antara persepsi kita dan kenyataan dunia. Kita menemukan dalam literatur Buddhis India sebuah jumlah luar biasa dari diskusi, debat, dan analisa menyangkut bagaimana pikiran, atau kesadaran, memahami atau melihat dunia. Pertanyaan-pertanyaan muncul seperti, Apa itu hakikat hubungan antara pengalaman subyektif dan obyektif dunia? dan Sampai seberapa jauh pengalaman kita dari dunia yang kita alami? Saya pikir alasan mengapa ada begitu banyak diskusi, debat, dan analisa karena pengertian dari pertanyaan-pertanyaan ini memainkan sebuah peran menentukan dalam perkembangan dan latihan pikiran seseorang. ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
