Tanya - Emansipasi Pria bag 1
 
Seorang sahabat mengirimkan pertanyaan via japri ke email saya, pertanyaan sahabat ini tergolong kompleks dan rumit hehehe, lengkap dan rada ruwet alias rumit itu tadi. Hmm pertanyaannya itu untuk memuaskan egonya, begitu katanya, dan baru hari ini saya bisa menjawab pertanyaannya itu dan ada baiknya jika itu saya kirimkan ke milis saja, supaya bisa dibaca bersama, kurang lebihnya tentu mesti saya mohonkan maaf.
 
Ada beberapa hal yang disampaikan oleh sahabat itu ke japri dan akan saya uraikan satu persatu, semoga tidak bosan untuk membacanya.
1. Sahabat itu tertarik bertanya ke saya, karena saya itu termasuk pria yang menjunjung tinggi harga diri di atas segala-galanya.
2. Sahabat ini ingin mengetahui pemikiran antara pria dan wanita, misalnya apa yang dipikirkan pria tentang kebanyakan wanita dan sebaliknya.
3. Sahabat itu mengatakan ide nya itu dangkal dan tidak istimewa, tapi itulah yang menjadi dasar pemikirannya-karena dangkal jadi menarik, mungkin begitu.
4. Kalau upaya penyelidikan akan pemikiran pria dan wanita itu dangkal, lalu mengapa masih ada perceraian, masih ada homoseksualitas - dan juga lesbian, mungkin begitu kalau boleh saya tambahkan.
5.Sahabat ini telah dan masih terus mengumpulkan kacamata-kacamata pria dan wanita untuk bisa menyimpulkan kacamatanya sendiri untuk pertanyaan semacam,"Seperti apakah wanita di mata pria, dan seperti apa pria di mata wanita. Apa manfaat wanita untuk pria dan apa manfaat pria untuk wanita".
6.Sebagai pertanyaan akhir atau kesimpulan dari pertanyaannya, si sahabat ini mengatakan dia ingin meminta pendapat saya akan pemikiran pria terhadap wanita, segala jenis wanita. Dia bisa mengerti kalau saya tidak mau menjawab karena ini proyek pribadi, untuk memuaskan ego pribadinya.
 
Nah, jawaban saya di japri untuk sahabat ini seperti di bawah ini.
====silahkan saja di kirim listnya, nanti coba saya jawab.... hehehee
 
Sesudahnya saya tidak memperoleh jawaban lagi dari sahabat itu, mungkin dia menganggap saya itu bodoh atau tidak mengerti pertanyaannya, atau bingung dengan jawaban saya. Entahlah.
 
Mari kita lihat pertanyaan-pertanyaan dan uraian dari sahabat itu, tapi sebelumnya, mungkin anda telah menduga kalau si sahabat ini adalah wanita, dan masih muda, masih mencari jati diri dan masih bingung bagaimana menghadapi dunia yang penuh dengan berbagai jenis manusia dan beragam pemikiran, hehehehehe. Entah juga.
 
1. Pria konon sangat menjunjung tinggi harga diri di atas segala-galanya.
Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi mungkin ini merupakan kesimpulan yang diambil oleh penulis lain, mungkin juga maksudnya adalah pria adalah mahluk yang paling egois di seantero jagad. Tapi baik kesimpulan yang mengatakan bahwa pria itu menjunjung tinggi harga diri dan egois sejagad itu mungkin ada benarnya, mungkin juga tidak. Tergantung pada kepribadian masing-masing orang.
 
2. Perbedaan pemikiran antara wanita dan pria, dan apa yang dipikirkan oleh kebanyakan wanita tentang pria dan sebaliknya.
Perbedaan pemikiran wanita dengan pria. Perbedaan pemikiran di antara kedua jenis kelamin itu sebetulnya tidak ada, hanya, alat kelaminnya saja yang berbeda dan kemudian persepsi yang dimunculkan dari rasa berkelamin pria dan berkelamin wanita itu saja yang menjadikannya berbeda atau menjadi sumber perbedaan itu. Contoh misalnya masalah memanjat pohon kelapa. Ada wanita yang akan berpikir dan berkata, "Wah, saya wanita, saya kan lemah, saya tidak bisa memanjat pohon kelapa. Itu pekerjaan pria". Nah, tapi kan ada saja wanita yang bisa memanjat pohon kelapa dan juga memetik buah kelapa di atas pohonnya. Contoh sebaliknya, soal berbelanja ke pasar atau memasak, saya pernah bertemu dengan seorang bapak yang mengejek saya dan berkata,"Situ sering ke pasar ya, itu kan pekerjaan orang perempuan, kenapa tidak pakai konde saja?" Hehehehe, ya saya tertawa dalam hati, tapi saya diam saja, saya maklum bahwa ucapan itu keluar dari seorang tuan tanah di daerah kuningan, yang beristri dua, kaya karena punya tanah gusuran dan jadi makelar tanah, pendidikannya hampir tidak ada hehehehe alias mungkin sd saja tidak lulus. Jadi, ya bagi dia, perempuanlah yang mesti mengurusi belanja ke pasar dan memasak. Padahal para chef atau koki kaliber dunia rata-rata pria, dan tugas mingguan saya dari awal saya menikah adalah membersihkan tulang, memotong daging dan ikan sepulang dari belanja bersama istri ke pasar dan di pasar pun awalnya saya yang memilihkan ikan dan dagingnya.
 
3. Sahabat itu mengatakan ide nya itu dangkal dan tidak istimewa
Tidak, pemikiran sahabat itu tidak dangkal, memang tidak istimewa, karena pemikiran itu tidak di dasari oleh sebentuk keingin tahuan yang terarah, mungkin lebih karena emosi atau trauma bawah sadar yang dipendam, lalu tanpa disadar pola pikir yang tidak terarah itu terbentuk, mungkin ketidak terarahan itu hanya muncul untuk kasus ini saja yaitu memahami urusan hubungan pria-wanita, walaupun sebetulnya bisa saja nantinya itu menjadi awal dari perusak banyak hal dalam kehidupan yang bersangkutan. Kenapa, karena sebetulnya kita tidak bisa dengan gampangnya menarik suatu garis umum atau generalis atau pola pikir pria dan wanita, kalau pun itu ingin dilakukan, mestilah dengan pendekatan yang lebih terbuka dan dengan pola pendekatan ilmiah, objektif, kalau itu dilakukan dengan tujuan sekedar pemuasan ego, mungkin malah akan menjadikan kita pusing sendiri. Mari kita lanjut sedikit lagi dengan sisa pertanyaannya, dan nanti anda akan bisa sedikit melihat kenapa bisa pusing sendiri, :D
 
== bersambung - SJW


Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]


Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited Try it today. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke