Introduction to the Middle Way
Chandrakirti's Madhyamakavatara
with commentary by
Dzongsar Jamyang
Khyentse Rinpoche
Beberapa Nasihat atas Cara
Mempelajari Madhyamika
Saya hendak memberikan beberapa nasihat berkaitan dengan bagaimana mendengarkan dan mempelajari ajaran ini. Kita akan berhadapan dengan beberapa masalah definsi istilah-istilah tertentu. Ketika saya menyebutkan 'penderitaan', dan tentu saja anda sendiri telah memiliki pemikiran tertentu atas arti istilah tersebut, dan saya juga begitu. Jadi saya berbicara berlandaskan pemahanan saya dan anda mendengarkan berlandaskan pemahanan anda, maka masalah muncul. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mengerti sepenuhnya atas hal-hal yang kita sebutkan, tapi saat ini kita sedang belajar filosofi, jadi perlu untuk memberi makna kepada kata-kata yang kita ucapakan! Kita harus tegas ketika menggunakan suatu istilah seperti 'penderitaan', dan jangan ambil
resiko menebak-nebak maknanya.
Saya pikir, definisi untuk berbagai istilah merupakan akar permasalah kita antara guru dan murid, terutama seorang guru dari dunia timur memberi pelajaran kepada murid dunia barat. Jadi, walaupun kita tidak akan mempelajarinya di sini, tapi berikanlah saya kesempatan untuk memperkenalkan beberapa logika buddhis kepada anda, semoga bisa banyak membantu. Ketika kita berbicara tentang definisi, kita harus membangun definisi dari 'definisi'. Sampai kita bisa sepakat atas hal itu, kalau tidak, kita akan menciptakan lubang kebocoran, dan tentu saja kita tidak ingin ini terjadi dalam proses studi kita. Definisi dari 'definisi' menurut Dharmakirti adalah
yang terbebaskan dari tiga kesalahan dalam kondisi terlalu mencakup semua, tidak cukup mencakup semua, dan tidak mungkin.
Lihatlah, para cendekiawan buddhis tidak hanya mengajar kita untuk "istirahat dalam batin"--mereka telah bergerak lebih dalam sampai ke hal detil sekecil itu! Sekarang, apakah definisi dari bunga merah muda yang saya pegang ini? Anda harus mendengarkan saya secara seksama, sebagaimana anda adalah seorang filsuf. Apakah anda bisa menciptakan definisi khusus untuk bunga ini yang terbebaskan dari tiga kesalahan tadi? Anda bisa memahami bahwa definisi itu haruslah mengikutsertakan saya, contoh tangan saya, karena tangan saya yang memegang
bunga itu. Jika anda hanya menyebutkan bunga merah muda, tentu saja ini tidak cukup spesifik, karena banyak bunga merah muda di ruangan ini. Jika ada menyebutkan bahwa bunga ini bulat, tentu saja tidak cukup mencakup semuanya, karena banyak bentuk lain yang ada di bunga ini. Suatu definisi yang tidak mungkin adalah mudah, sebagai contoh jika anda mengatakan bahwa bunga berbicara.
Maksud dari contoh barusan berkaitan dengan ketika kita menggunakan istilah seperti 'kekosongan', atau istilah sederhana seperti 'penderitaan', semua kata-kata ini membutuhkan definis tepat. Oleh karena alasan itulah, ketika guru besar buddhis berbicara tentang penderitaan, seolah-olah samsara penuh dengan
penderitaan, anda tidak akan bisa mengerti. Bagi sebagian besar orang, definisi penderitaan adalah sesuatu yang berkaitan dengan rasa sakit. Jadi, mereka akan mengatakan, "Oh...Tidak, saya sedang bersenang-senang saat ini. Tidak benar seluruh dunia ini penuh penderitaan". Dari sudut pandang buddhis, walaupun kita telah melumuri badan dengan minyak gosok utk berjemur di pantai, ini juga merupakan sebuah penderitaan, karena badan ini menjadi sedikit gosong dan berkerut, dan waktu terus berjalan setiap saat.
Saya memberikan anda sebuah pemahaman tentang pentingnya sebuah definisi ketika menempuh studi. Nanti kita akan banyak berbicara banyak hal yang berkaitan dengan 'eksistensi sejati',
dan untuk memahaminya, anda butuh definisi yang tepat apakah itu 'eksistensi sejati'. Banyak penganut buddhis yang mengabaikannya, mereka bilang semua hal tidak eksis, dan beberapa penganut buddhis yang tergolong cukup hati-hati akan mengatakan segala sesuatu tidak betul-betul eksis. Tapi, walaupun ini akan memunculkan pertanyaan, karena jika anda bilang segala sesuatu tidak betul-betul eksis, maka implikasinya adalah segala sesuatu harus eksis dalam keadaan relatif. Pada kenyataanya, definisi 'betul-betul' adalah alasan bagi banyak filsuf Madhyamika tidak bisa menerima ide tentang fenomena yang betul-betul eksis, sebagaimana akan kita temukan nanti.
Sepotong nasihat penting lainnya
adalah anda jangan berpikir tentang atau pendekatan Madhyamika sangat berbelit-belit. Sesungguhnya, ada sesuatu yang sangat sederhana berada didalamnya, namun kadang-kadang kita menggunakan pendekatan berbelit-belit. Untuk semua hal ini, kita membutuhkan kebijaksanaan. Inilah kuncinya. Kebijaksanaan bisa dicapai melalui 2 cara: berbakti, dalam hal ini adalah Guru Manjushri, dan welas asih kepada semua makhluk. Namun demikian, memancarkan welas asih terhadap semua makhluk sangatlah sulit, namun berbakti dibarengkan dengan kepercayaan penuh terhadap suatu lukisan barangkali kita masih bisa, karena kita punya kebiasaan sering melihat lukisan para pahlawan. Ada tiga jenis penghalang yang mengacaukan kebijaksanaan dan kebajikan kita. Untuk menyingkirkan penghalang, dan mengakumulasi kebajikan, setiap pagi kita akan mulai dengan Sutra Hati, sebagaimana yang dilakukan di Shedras, dan kita akan memohon pada Manjushri dan Chandrakirti.
Sebelum kita mulai, marilah kita membangkitkan batin pecerahan, niat untuk mempelajari Filosofi Madhyamika demi mencapai pencerahan sempurna demi kebaikan semua makhluk. Pada waktu yang bersamaan kita juga membangkitkan ikut bersuka cita karena mempunyai kesempatan untuk mendengar, merenungkan, mendiskusikan dan juga mempraktikkan secara bertahap intisari ajaran Buddha, yaitu kekosongan.
J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy
Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researches
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a
"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. J'ang.chub.sem.pa'i.c'od.pa.nyid.jug.pa.zhug.so; Ing. Guide to the Bodhisattva's Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
