LOJONG : Melatih Pikiran

H.H. Dalai Lama

Diterjemahkan oleh : Hendy Hanusin

 

Dua Aspek Kebuddhaan

 

            Seperti telah kita lihat, tradisi Buddhis berargumentasi bahwa ada dua kebenaran, kebenaran konvensional dan kebenaran mutlak. Yang cocok dengan dua tingkat realita ini adalah dua dimensi dari jalan, metode, atau cara-cara terampil, dan kebijaksanaan. Karena ada dua dimensi utama jalan maka ada dua aspek hasil keadaan kebuddhaan. Salah satunya adalah aspek bentuk atau tubuh bentuk dari kebuddhaan (rupakaya) dan yang lain adalah kenyataan sebenarnya dari kebuddhaan, tubuh kebenaran (dharmakaya).

            Perwujudan bentuk, atau rupakaya, dikatakan sebagai bentuk dari seorang makhluk yang tercerahkan penuh yang berada secara murni dalam hubungannya dengan makhluk lain. Dengan mengambil bentuk-bentuk dan penampakan berbeda dalam hubungannya dengan makhluk lain, seorang makhluk tercerahkan penuh dapat melakukan berbagai jenis kegiatan untuk memenuhi kesejahteraan dan kebahagiaan semua makhluk-makhluk lain. Tubuh kebenaran seorang Buddha, atau dharmakaya, dikatakan merupakan perwujudan Buddha yang ada dalam hubungannya dengan buddha-buddha lain. Alasan untuk ini adalah dharmakaya hanya langsung dapat diakses oleh seorang makhluk tercerahkan sempurna. Hanya dengan mengambil berbagai bentuk-bentuk lain dari perwujudan (rupakaya) maka dharmakaya dapat bermanifestasi dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi makhluk hidup lain. Maka hasil keadaan kebuddhaan dapat dilihat sebagai pemenuhan kepentingan seseorang sendiri dan kepentingan makhluk hidup lain.

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke