Dearest Bros & Sis,
   
  Saya Sudah Mengira Bahwa Jawaban Yang Akan Diberikan Adalah Yang Standar2 
Saja & Formal.
   
  Kita Semua Tahu Dgn Pasti Bahwa "Sesuatu" Itu "Ada" Disebabkan karena Banyak 
Faktor Pendukung.
   
  Dalam Hal Ini, Kata "Usahanya Sendiri" Tentunya Tidak Punya Maksud Untuk 
Mengingkari Salah Satu Hukum Dasar Buddhisme Tsb, Yang Berarti Juga Bahwa 
Beliau Tentunya Sudah Ada Didalam HukumNya Tsb, : Bahwa "Penerangan 
SempurnaNya" Adalah Disebabkan Oleh Begitu Banyak Faktor Pendukung Lainnya 
Sebelumnya, Mulai Dari Cara Pandang AyahandaNya, KeprihatinanNya Sendiri, Kuda 
& Pembantu SetiaNya, Ibu Yang MelahirkanNya, Para Guru SpiritualNya, Bahkan 
Sampai Kepada Para Petapa Yang Telah Lebih Dulu Ada Disana DLL Yang Mungkin 
Tidak Lagi Sempat Terekam Oleh Kisah Itu.
   
  Masih Pantaskah Kisah Itu Mengatakan Bahwa Penerangan SempurnaNya Diraih Oleh 
"Kekuatan UsahaNya Sendiri"???
   
  Apakah Itu Akan Berarti "Meniadakan" Yang Lain & Melanggar Hukum Dasar 
BuddhaDharma Sendiri???
   
   
  Diharapkan Jawaban Yang Lugas To The Point Tanpa Rasa Sungkan Akan "Sesuatu" 
Yang Tidak Perlu.
   
   
  with metta, ika.  

"Muliawati, Susy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Sis Ika,
  Menurut konsep Theravada, ada 3 jenis Buddha:
  1. Samma Sambuddha yaitu seorang yang berhasil mencapai penerangan sempurna 
atas usahanya sendiri, dan dapat membimbing orang lain untuk mencapai Nibbana 
juga. -> Buddha Gautama adalah Samma Sambuddha
   
  2. Berbeda dengan Pacekkha Buddha, yaitu orang yang berhasil mencapai 
mencapai penerangan sempurna, tetapi tidak bisa membimbing orang lain untuk 
mencapai Nibbana.
   
  3. Savaka Buddha adalah orang yang mencapai penerangan sempurna dengan 
bimbingan dari Samma Sambuddha
   
    ~maksudnya dengan usaha sendiri tidak sama artinya dengan "Melupakan Jasa 
Orang Lain". Dan sah2 saja kalau sebagai pemeluk agama merasa bangga dan 
bukannya minder.
   
  Mengenai nara sumber Sis Ika yang mengatakan "Sang Buddha Meraih Penerangan 
SempurnaNya Dengan Kekuatan UsahaNya Sendiri"!!!, kalau Sis Ika memiliki 
pertanyaan, mungkin bisa ditanyakan langsung ke nara sumber tsb atau 
didiskusikan secara jelas, apa maksud perkataan mereka, daripada menebak2 
sendiri maknanya. Kalau begitu kan Sis Ika jadi berasumsi sendiri...??? 

   
  Thanks,
  Susy

    
---------------------------------
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ika 
Polim
Sent: Tuesday, November 14, 2006 11:24 AM
To: [email protected]
Subject: [Dharmajala] Sang Buddha, Usaha Sendiri???


  
  Dearest Bros & Sis,
   
  Di Sepanjang "Pengumpulan Data" Yang Saya Lakukan Kepada Begitu Banyak Warga 
"Buddhis", Salah Satu "Kekuatan/Kebanggaan" Yang Mereka Sering Angkat 
Kepermukaan Pembicaraan Maupun Alasan Sbg Orang Buddhis Adalah "Sang Buddha 
Meraih Penerangan SempurnaNya Dengan Kekuatan UsahaNya Sendiri"!!!
   
  Kekuatan UsahaNya Sendiri??? Apakah Itu Mungkin??? Apakah Beliau Telah 
Melupakan Begitu Banyak Jasa Orang Lain Di Dalam Pencapaian Penerangan 
SempurnaNya??? Apakah Benar Demikian???
   
   
  Kalau Jawabannya Adalah Tidak, Pasti Kata "Usahanya Sendiri" Mempunyai Arti 
"Khusus" Yang Mungkin Para Awam Buddhis Layak Mengetahuinya!!!
   
   
  with metta, ika. 
    
---------------------------------
  Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.   

         

 
---------------------------------
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $310,000 Mortgage for $999/mo -  Calculate new 
house payment

Kirim email ke