gampangnya gini aja deh, kita bicara santai2 aja yang biasa kita lihat saja dalam kehidupan sehari-hari kita jadi semua bisa menjadi jelas, pake bahasa indonesia karena kita di indonesia :p
Jika ada orang tua yang tidak bisa berjalan ingin pergi keluar rumahnya untuk jalan-jalan kemudian datang seseorang mengangkatnya dan memapahnya sehingga orang tua tersebut bisa jalan-jalan , berarti orang tersebut telah membantunya bukan ? Nah kl misalnya ada sesorang yang sedang tersesat kemudian dia mencari-cari jalan untuk bisa pulang kerumahnya, dia bertemu dengan seseorang , dan bertanya kepada orang tersebut untuk menanyakan jalannya tetapi orang tersebut mengatakan lurus saja maka bisa pulang ke rumah , tetapi ternyata dia tidak bisa pulang juga , apakah ini disebut membantu? Dalam konteks Sang Buddha mencari penerangan sempurna, jika dalam meditasinya sang buddha di berikan petunjuk2 sehingga mencapai penerangan sempurna setahap demi setahap seperti para bhikkhu pada masa sang buddha itulah yang disebut membantu ----- Original Message ---- From: safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, November 16, 2006 2:31:54 PM Subject: Re: [Dharmajala] Sang Buddha, Usaha Sendiri??? Maaf, mungkin bahasa Indonesia saya kurang fasih. Yang saya tahu, ketika ada pertanyaan Apakah Buddha mencapai Penerangan Sempurna dengan "usaha" sendiri ? Menurutku jelas Iya betul. Kenapa? karena memang Samana Gotama tidak dibantu orang lain dalam mendapat pengetahuannya merealisasikan Nibbana. Dalam pengertianku, jika memang ada bantuan berupa "usaha" dari orang lain, itu baru dapat disebut dengan bantuan berupa usaha dari orang lain. Lah kenyataannya kan tidak. Saya jadi bingung nih, arti usaha itu apa ya. Kalau kontribusi kan berarti ikut peran serta. ikut peran serta dan usaha bagiku adalah 2 hal yang berbeda loh. Sepertinya saya tidak pernah mendengar bahwa ada umat yang menyangkal bahwa ada Guru yang mengajar Samana Gotama ttg meditasi, tumimbal lahir, dan karma bukan? dan itu pun sangat dihargai oleh Buddha. Buktinya setelah mendapat pengetahuan sempurna, Buddha justru mencari Gurunya. Luar biasa. Beliau mencari Gurunya untuk diajarkan ttg bagaimana cara merealisasikan nibbana. Jelas dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Alara Kalarama dan Uddaka Ramaputta tidak mengerti cara merealisasi Nibbana itu sendiri. Bagaimana orang yang belum mengerti bisa dikatakan memberikan kontribusi ya? Satu hal yang harus diketahui adalah tumimbal lahir menurut para Brahmana adalah Reinkarnasi loh. Apakah karma menurut brahmana sama persis dengan karma dari ajaran para Buddha? Apakah Guru guru tersebut mengajarkan Samana Gotama meditasi yang dapat membuatnya mencapai pencerahan sempurna? Coba direnungkan. Menurutku loh, dapat dikatakan kontribusi bila saya sudah tahu jalannya dan saya ajarkan jalannya dan anda dapat merealisasikan nibbana, baru itu dapat dikatakan sebagai Kontribusi. Saat ini saya adalah orang awam biasa yg sedang belajar, berlatih ajaran Buddha yakni Dhamma, suatu saat nanti saya dapat mencapai tingkat sotapanna atau menjadi Boddhisatva maka dapat dikatakan bahwa itulah kontribusi dari para Buddha tapi tetap kan usaha dari saya. bagaimana menurut anda? Semoga bermanfaat Ika Polim <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Dearest Bros & Sis, Suatu Alur Yang Logis Adalah Sebagai Berikut,: TK, SD, SMP, SMA, Universitas, Dst. Apakah Dapat Dikatakan Bahwa "Ilmu Di Tingkat SD Tidak Memiliki Sedikitpun Saat Di TK"??? Apakah Juga Demikian Untuk Tingkat Selanjutnya? ?? Jadi, Apakah Dapat Dikatakan Bahwa "Kemampuan Samatha Bhavana & Berbagai Pengetahuan Yang Berhasil Beliau Lampaui Dgn Predikat Cum Laude Via Para Guru SpiritualNya" Tidak Sama Sekali Memberikan Kontribusi Positif Kepada Pencapaian Penerangan SempurnaNya? ?? Apakah Dgn Menerima Bahwa Sang Buddha Meraih Penerangan SempurnaNya Dgn Tidak Dgn Kekuatan UsahaNya Sendiri Akan "Menghancurkan" Segala Sesuatu Ttg Beliau Maupun AjaranNya??? Apakah Label Seperti Itu Masih Demikian Dominan Melekat Dalam Pola Pikir/Batin Para Kaum Buddhis??? Apa Untungnya Bagi Kaum Buddhis Sendiri Dgn Memegang Teguh Pola Pikir/Batin Seperti Itu??? Apakah Dgn Demikian Akan Secara Tiba2 Membuat Segala Sesuatunya Menjadi Berubah Lebih Baik??? with metta, ika. safira luiz <safira_luiz@ yahoo.com> wrote: Nimbrung ya. Setelah membaca riwayat hidup Buddha Gotama, saya mengambil kesimpulan bahwa Buddha mencapai Penerangan Sempurna (merealisasikan Nibbana/ Nirwana) dengan usahanya sendiri adalah benar. Buddha tidak pernah melupakan jasa orang lain, sama Pohon Bodhi saja Buddha juga menyatakan terima kasih loh apalagi terhadap seorang manusia. Buddha adalah orang yang sangat sopan, ramah tamah dan rendah hati. Kenapa dikatakan Buddha mencapai Penerangan Sempurna dengan usahanya sendiri? Ketika masih kecil, Guru Buddha adalah Visvamita, beliau mengajarkan ilmu pengetahuan umum. Ketika masa pelepasan agung tiba, Samana Gotama mempunyai 2 guru yakni : - Alara Kalama yang mengajarkan Kamma, Tumimbal Lahir dan cara cara meditasi - Uddaka Ramaputta mengajarkan Arupa Jhana, meditasi yang mencapai tahap pencerapan pun bukan pencerapan. Setelah selesai pelajaran ini didapat Samana Gotama, Guru guru tersebut meminta beliau untuk tetap disana dan mendidik siswa lainnya tapi Samana Gotama dengan santun menolak halus permintaan gurunya tersebut. Pertanyaannya Kenapa? Untuk itu, kita harus tahu dulu, tujuan Samana Gotama jadi pertapa itu untuk apa bukan? Samana Gotama menjadi pertapa karena ingin tahu kenapa ada kelahiran, sakit, tua, mati. Beliau ingin mencari tahu gimana yah supaya orang itu tidak mati, kenapa harus ada kelahiran dan kematian ??? Setelah Samana Gotama berhasil menguasai pelajaran dan meditasi dari bimbingan Guru tersebut, Samana Gotama berpikir, lah kok pengetahuan yang telah kucapai ini tidak membuatnya melihat bagaimana proses hidup dan mati terjadi. Berarti, aku harus belajar lagi. Tapi siapa yang dapat mengajarkan hal tersebut karena 2 Guru tersebut adalah yang lumayan hebat. Akhirnya dengan usaha yang tekun, tekad yang kuat untuk menolong semua mahluk, beliau mendapatkan pengetahuan tertinggi (Vipassana) dan beliau melihat kelahirannya dimasa lampau ( tdk hanya 1 kelahiran tapi begitu byk kelahiran ), lalu beliau juga melihat bagaimana proses terjadinya kelahiran dan kematian terjadi, setelah itu beliau mengetahui adanya kekotoran batin dan jalan mengatasinya sehingga terbebaslah beliau dari kehidupan yang berkondisi dan merealisasikan Nibbana. Kesimpulannya : Ketika ada pertanyaan apakah Buddha mencapai Penerangan Agung dengan usahanya sendiri? Jawabannya jelas YA. Ketika ditanya apakah Samana Gotama berguru? Jawabannya YA, tapi pelajaran ke dua guru hanya mengarahkannya pada pencapaian Samantha Bhavana dan bukan Vipassana Bhavana. Sedangkan yang membawa Samana Gotama mencapai tingkat Pencerahan Sempurna adalah Vipassana. Semoga bermanfaat, Ika Polim <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Dearest Bros & Sis, Di Sepanjang "Pengumpulan Data" Yang Saya Lakukan Kepada Begitu Banyak Warga "Buddhis", Salah Satu "Kekuatan/Kebanggaa n" Yang Mereka Sering Angkat Kepermukaan Pembicaraan Maupun Alasan Sbg Orang Buddhis Adalah "Sang Buddha Meraih Penerangan SempurnaNya Dengan Kekuatan UsahaNya Sendiri"!!! Kekuatan UsahaNya Sendiri??? Apakah Itu Mungkin??? Apakah Beliau Telah Melupakan Begitu Banyak Jasa Orang Lain Di Dalam Pencapaian Penerangan SempurnaNya? ?? Apakah Benar Demikian??? Kalau Jawabannya Adalah Tidak, Pasti Kata "Usahanya Sendiri" Mempunyai Arti "Khusus" Yang Mungkin Para Awam Buddhis Layak Mengetahuinya! !! with metta, ika. Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. Sponsored Link Mortgage rates near historic lows - Refi $200k loan for only $660/ month - Click now for info Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates. Sponsored Link Mortgage rates near 39yr lows. $420,000 Mortgage for $1,399/mo - Calculate new house payment Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
