Dear all, sedih juga mendengar keterangan dokter tentang Linda karena sy pernah datang ke rumahnya dan antar linda berobat.
dari apa yang sy lihat: a.. linda hanya bisa berbaring (dudukpun susah dan harus dibantu tidak bisa duduk sendiri) jadi sangat ketergantungan dengan orang lain > lisa b.. lisa setiap hari jualan kerupuk, tapi sekarang katanya kurang laku, katanya sih mau kerja jadi pembantu rumah tangga. kalau lisa jadi kerja diluar rumah berarti linda gak ada yg urus. c.. dokter pesimis, jika 2 minggu ini tidak ada kemajuan sebaiknya pengobatan dihentikan sy usul, bagaimana jika: sisa dana yg ada selain dipakai untuk physiotherapy, kita sisihkan untuk lisa usaha, misalnya bikin makanan, kue titip di pasar atau mungkin belikan mesin jahit; jadi bisa dilakukan tanpa meninggalkan linda (sy lihat sendiri, yg sabar dan telaten urusin linda adalah lisa ) metta ----- Original Message ----- From: Jenty Siswanto To: dharmajala Sent: Thursday, November 09, 2006 9:02 AM Subject: [Dharmajala] Update on Lindawaty Dear teman-teman di Dharmajala, Selasa kemarin, 7 November, kami menghubungi Dokter Yuwono yang selama ini menangani Linda dan kami diminta untuk datang ke RSI Bintaro jam 10am. Setelah diperiksa, dokter bilang kondisinya Linda sudah parah dan harapan agar dia bisa mandiri itu sebenarnya agak mustahil, apalagi kasus ini sudah 18 tahun dan karena keterbatasan biaya makanya tidak diurus dari dini. Tetapi dokter Yuwono menyarankan physiotherapy lagi secara intensif di RSI Bintaro dan melihat apakah ada progress dalam 2 minggu mendatang. Karena pertimbangan udah dicoba physiotherapy dengan mendatangkan therapist ke rumah dan tidak ada perkembangan berarti, maka option ini akan dicoba. Kami ambil paket untuk 2 minggu, 6x therapist dan 2 kali konsultasi ke 2 dokter; dokter Juwono dan dokter Johnny. Nama penyakit Linda adalah Ensefalitis, penyakit radang otak. Untuk kasus Linda, yang terjadi adalah double karena yang diserang adalah kaki kanan, kaki kiri, tangan kanan dan tangan kiri. Penyakit ini biasanya terjadi pada balita dan orang tua. Untuk kasus Linda dimana hal ini terjadi di usia belasan tahun, adalah sesuatu yang jarang. Dokter Johnny bertanya sampai kapan teman-teman akan mensupport Linda? Saya tidak bisa menjawab. Dokter bilang kalau selama 2 minggu ini tidak ada kemajuan, mungkin ada baiknya juga pengobatan dihentikan karena tidak akan ada gunanya. Ada beberapa metode yang akan dilatih ke Linda dan akan terus dimonitor perkembangannya. Maafkan kalau ada yang keberatan karena kami memilih RSI Bintaro, hal ini karena rumah sakit ini dekat dengan rumah Linda dan dokter Yuwono sudah menangani Linda selama belasan tahun. Alternatif lain adalah ke RSPAD dimana dokter Yuwono juga praktek disana tetapi jaraknya sangat jauh dari ciledug ke senen; perhitungan jarak dan waktu yang terbuang juga. Therapy selama 2 minggu ini akan dilakukan 3x seminggu. Untuk therapy kamis ini, ko Steven bersedia mengantar. Saya butuh bantuan kalau ada yang bersedia mengantar Linda therapy, untuk Sabtu 11/11, Senin 13/11 dan Rabu 15/11. Waktunya antara jam 12pm sd 1pm. Mesti tepat waktu karena berdasarkan perjanjian. Jika ok, harap reply langsung ke milis dharmajala agar yang lain bisa terupdate. Sebutkan nama dan tanggal yang mau dipilih, untuk lokasi rumah Linda, bisa telepon langsung ke Ci Lisa di 912 4134. Therapy tanggal 17/11 akan saya antar karena saya perlu bicara dengan dokter mengenai kelanjutan kasus Linda. Dokter Johnny sempat bertanya ada hubungan apa antara saya dengan Linda dan saya pun menjelaskan tentang Dharmajala dan bagaimana kita mengumpulkan dana untuk menolong Linda. Beliau pun terharu bahwa masih ada teman-teman seperti kita semua. Saya juga memberitahu bahwa setiap therapy, Linda akan diantar oleh teman-teman yang berbeda karena kita semua ini kerja kelompok. Menyumbangkan dana untuk membantu adalah perbuatan yang mulia tetapi bagi teman-teman untuk menyisihkan waktu dan bertemu dengan mereka dan melihat kehidupan mereka secara langsung akan memberikan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Bahwa hidup kita ini hanya sementara dan kesehatan itu sangat berharga, harus dijaga dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Bagi saya sendiri, saya sangat terharu melihat begitu berartinya arti uang Rp 5,000 bagi mereka. Ci Lisa bercerita bahwa mereka pernah bersepeda selama 1 jam, hanya untuk bisa ke Kentucky Giant dan membeli paket promosi dengan nasi, ayam dan coca cola seharga Rp 5,000. Karena di rumah tidak pernah makan ayam goreng. Bahwa sehari-hari mereka cuma makan sayur sawi, caisin dan sekitar itu saja. Sampai Linda sering mengeluh bosan. Tetapi hanya sayur seperti itulah yang mampu disajikan oleh Ci Lisa untuk Linda. Ci Lisa ingin bekerja ditempat lain, sudah bosan jual kerupuk karena tidak laku, tetapi tidak bisa meninggalkan kewajibannya untuk menjaga Linda. Bagi yang ingin membantu, bisa langsung posting ke milis dharmajala. ------------------------------------------------------------------------------ Check out the all-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.
