Lingkungan Pengungsi Lapindo Dilanda Kecemasan Liputan6.com, Sidoarjo: Puluhan ribu pengungsi korban luapan lumpur Lapindo yang menempati Pasar Baru, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dilanda kecemasan. Menurut laporan reporter SCTV Nova Rini, Ahad (3/12), warga takut tempat pengungsiannya terancam banjir menyusul hujan yang mulai mengguyur Kota Surabaya dan sekitarnya.
Sigit, salah seorang pengungsi mengaku tidak tahu harus pindah ke mana lagi jika banjir menyergap Pasar Baru. "Hujan pasti sebentar lagi datang ke Sidoarjo," kata Sigit. Selain masalah banjir, warga juga masih mencemaskan soal ganti rugi yang akan diberikan PT Lapindo Brantas. Sampai saat ini mereka belum mengetahui secara pasti bersedia atau tidak pihak perusahaan mengabulkan tuntutan ganti rugi, yakni sebesar Rp 2,5 juta untuk tanah dan bangunan per meter persegi dan Rp 120 ribu untuk sawah per meter persegi. "Tuntutan ini sudah harga pasti," ujar Warto [baca: Ganti Rugi Lapindo Mengecewakan Warga]. Sementara itu, ditutupnya Jalan Tol Porong-Gempol pascaledakan pipa gas Pertamina membuat Jalan Raya Porong yang menghubungkan jalur perekonomian Jatim macet total. Kemacetan terutama terjadi dari over pass Porong hingga Gempol yang diperkirakan mencapai delapan kilometer. Akibat kondisi ini banyak sopir angkutan umum mengeluh karena bertambahnya biaya pengeluaran terutama untuk bahan bakar minyak. "Untuk beli solar saja tidak ada," kata Sanadji. Kemacetan juga disebabkan penyempitan badan jalan. Ini terjadi akibat belum selesainya pembangunan gorong-gorong di sisi kanan dan kiri jalan. Polisi terpaksa mengalihkan jalur dari Gempol ke Surabaya melewati Mojosari untuk mengurangi beban jalan. Namun upaya ini tidak diminati pengguna jalan karena jarak tempuhnya semakin jauh.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
