Selamat Bergaya ahli spiritual Sebagai manusia kita hampir selalu menilai orang lain dengan nilai-nilai dang pengalaman-pengalaman yang kita alami, dengan persepsi yang muncul dari interaksi kita dengan orang tesebut atau analogi-analogi yang kita tarik dari pola-pola atau bentuk-bentuk yang kita bisa pahami. Demikian juga halnya dengan penentuan kebaikan dan ketidakbaikan akan mengikuti pola yang sama. Hal ini yang menjadikan kita akan melihat seseorang itu atau sesuatu itu seperti layaknya moment terakhir kita mengamati atau berinteraksi dengan orang atau sesuatu objek. Anda akan mengatakan bahwa Jakarta telah jauh berubah dibanding waktu anda berkunjung sepuluh tahun yang lalu, entah berubah ke arah yang mana, terserah saja. Teman SMA anda akan menilai anda tidak berubah banyak dibanding dengan terakhir anda reunian, dan sebaliknya anda mungkin sekali menilai yang sama terhadap beliau. Orang yang anda senangi, orang yang anda benci akan anda nilai seperti saat terakhir anda melhatnya. Dan itu semua berdasarkan nilai-nilai, persepsi dan juga pengalaman anda terhadapnya sebelumnya. Anda tentu tahu akan hal ini, namun seberapa jauh anda menyadarinya dan memahami bahwa inilah pola memori dan persepsi anda sendiri, sementara di sisi lain kehidupan berjalan terus dan orang-orang yang anda nilai seperti saat terakhir anda bertemu dengannya itu telah melewati banyak hal dan tentu telah melewati banyak proses. Inilah yang disebut biasnya pikiran dan inilah yang merupakan sebentuk kegelapan batin atau kebodohan sejati anda, kalau anda masih berbuat demikian atau memelihara sistem seperti itu di dalam diri anda. Dalam berspiritual, anda akan mengamati dan menemukan pemahaman akan pola-pola semacam ini dan pada akhirnya anda akan bisa menemukan bahwa ini mesti diperbaiki dan anda mestilah bisa melihat siapa orang yang anda hadapi, apa kejadian dan fakta kehidupan yang anda alami, bukan apa yang pernah anda alami dan memori akan kejadian itu dan siapa yang anda temui dalam memori anda di waktu lampau. Sederhana sekali kelihatannya, namun sesungguhnya banyak sekali pejalan spiritual yang bisa mengatakan bahwa dia hidup dalam ke kini an atau di masa kini, namun faktanya beliau masih juga menggunakan pola yang menggunakan referensi masa lalu. Anda boleh saja menyangkal akan hal ini dengan mengatakan bahwa anda tidak demikian, namun kalau dalam kenyataannya anda hanya sekedar melihat sepintas dan lalu menggunakan kumpulan dari memori anda akan sesuatu, akan seseorang untuk memberikan komentar atas nya, sebetulnya anda itu bukanlah seorang pejalan spiritual yang mahir, anda hanya bergaya seorang pejalan spiritual yang mahir. Istilahnya, gaya nih yeee..... Ke kinian yang anda maksud dengan sekedar mengamati masuk dan keluarnya nafas, mengamati apa yang anda pikirkan itu sesungguhnya kekinian palsu atau tipuan pikiran anda sendiri, kekinian yang sesungguhnya itu tidaklah sedemikian indahnya. Mudah sekali untuk mengapresiasi, menghargai kekinian dalam bentuk seorang anak gadis kecil teman anda di tk dulu yang telah menjadi cantik dan sexy dengan berkata,"Wah, kamu sungguh menarik dan sexy", namun bisakah anda dengan ketulusan yang sama mengakui kehebatan saingan anda semasa sd atau kuliah dulu yang telah mencapai sukses besar dalam hidupnya dan dengan tulus mengatakan,"Wah, kamu sungguh beruntung dan memang layak memperoleh semua itu..." ya, dengan tulus, loh...... jadi, tiliklah kembali diri anda, apakah anda akan seperti orang di kampung halaman anda yang mengatakan, wah kamu itu masih sama seperti anak kecil yang pakai celana kodok dan ngomong jorok, hanya lebih besar, atau orang yang mengatakan,"Wah, kamu sudah besar dan sudah jauh berubah sekarang, sungguh suatu berkah bagi kami di kampung ini." Anda tentu dengan mudah akan bisa menjawab dan menentukan pilihan yang benar secara intelektual, tapi , bukan itu yang saya butuhkan. Saya butuh bukti bahwa anda memang bisa melihat diri anda sendiri dengan jujur sekarang dan mengakui kekotoran pikiran anda dan juga kekakuan anda akan masa lalu yang menurut anda sudah anda letakkan di tempatnya, namun secara faktual masih anda bawa-bawa dan munculkan dalam keseharian anda. Anda masih berharap pagi anda masih sama dengan yang kemarin, pasangan anda masih sama dengan yang kemarin, pekerjaan anda masih sama mudahnya dengan yang kemarin, orang yang anda benci masih tetap bodoh dan sombong seperti yang kemarin, itu menurut anda bukan? hehehehe Secara singkat, saya berharap anda bisa menjawab pertanyaan, andakah yang tidak berubah atau dunia yang tidak berubah..... di dalam batin anda, hehehehehehe tentunya anda tahu jawabannya secara intelektual, namun apakah demikian.... :D .... jadi selamat Bergaya ahli spiritual. 021206 sjw
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
