Berita Utama                           Rabu, 06 Desember 2006                  
 
  Laporan dari India
Maju Setelah Melucuti "Model Nehru" 
  
  Simon Saragih 
  Keadaan di India tak semuanya indah. Manusia hidup di bawah norma-norma yang 
standar adalah warna utama India. Dari 1,3 miliar penduduk, yang punya daya 
beli hanya sekitar 300 juta jiwa. Setelah China dan Benua Afrika, India adalah 
lokasi warga termiskin di dunia. 
   
  Itulah warisan penggunaan model ekonomi terencana, disebut juga sebagai Model 
Nehru, sejak merdeka tahun 1947 dari Inggris hingga terjadi perubahan drastis 
pada tahun 1991. Selama periode itu perekonomian India mengandalkan peran 
perusahaan negara, menolak peran pemodal asing. Peran swasta domestik 
diikutkan, tetapi dikontrol ketat lewat regulasi pemerintah. 
   
  Ekonomi India relatif gagal. Salah satu dampak negatif model itu adalah 
munculnya masalah birokrasi. Proses perizinan menjadi sumber rezeki. Muncul 
sikap pejabat yang pilih kasih. Akibatnya, pembangunan ekonomi telantar dan 
taruhannya adalah nasib ratusan juta warga. 
   
  Dr PK Dash, staf Departemen Perdagangan dan Industri India, tak setuju jika 
Model Nehru dikatakan gagal total. "Masih bisa muncul konglomerat India yang 
mendunia, seperti Grup Tata, konglomerat swasta terbesar di India," katanya. 
   
  Namun, bukti empiris menunjukkan, model yang meniru sistem ekonomi Uni Soviet 
itu tak mampu berbuat banyak mengangkat derajat hidup warga mayoritas. Model 
itu gagal meraih pertumbuhan tinggi selama puluhan tahun, minimal berlangsung 
selama 44 tahun. Pertumbuhan ekonomi India rendah, kontras dengan ekonomi Asia 
Timur. 
   
  Lebih buruk lagi, talenta India berhamburan ke luar negeri. Itulah kritikan 
terhadap Model Nehru, salah satunya oleh Lord Meghnad Desai, ekonom asal India 
yang kini menjadi dosen di London School of Economics. 
  
  Sebenarnya Pemerintah India sangat serius membangun perekonomian. Jangan 
ragukan pula kehebatan pakar-pakarnya. Setelah merdeka, India memiliki visi ke 
depan. Di dalam perencanaannya, disusun program menjadikan India sebagai negara 
industri yang bisa mengalahkan negara maju yang 150 tahun berada di depan. 
Permasalahan terletak pada kesalahan strategi. 
   
  Mengapa ada Model Nehru? Ada paradigma pemikiran yang berkembang saat itu. 
India merasa, peran asing tidak perlu. India juga menutup diri dan ingin 
menggantikan barang-barang impor dengan buatan sendiri. Pola industri 
substitusi impor yang terkenal di negara berkembang juga menjadi salah satu 
harapan Model Nehru. 
   
  Trauma penindasan membuat Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru, 
lulusan Universitas Cambridge, ingin meniru sistem Uni Soviet di bawah Joseph 
Stalin, yang sangat dikagumi oleh Nehru. 
  Hal itu dikombinasikan dengan semangat swadesi, prakarsa Mahatma Gandhi. 
Semua menahan diri dan menggunakan apa yang ada berdasarkan kemampuan sendiri. 
Hal itu dipengaruhi oleh semangat sosialis Fabian, yang pengikutnya lalu 
mendirikan universitas terkenal, London School of Economics. 
  Kelompok ini ingin mengubah masyarakat dengan memberikan contoh kesederhanaan 
hidup pada pihak lain, mendambakan kemajuan secara bertahap ketimbang kemajuan 
revolusioner. 
   
  Kelompok sosialis Fabian sangat kritis dengan perdagangan bebas dan mendukung 
proteksionisme, juga mendukung nasionalisasi kepemilikan lahan dengan alasan 
tuan tanah tak memberi banyak manfaat bagi rakyat, ide yang ditabuh ekonom 
Amerika Serikat, Henry George. 
   
  Saat itu berkembang pemikiran lain yang mengatakan bahwa perekonomian yang 
dikomandoi pemerintah, apalagi dengan peran pemerintah terlibat sebagai pelaku 
akan gagal total. Pemikiran ini dianut Hayek dan anggota Austrian School. 
   
  Namun, paradigma sosialis Fabian, keinginan menaklukkan kolonialis, dan 
semangat swadesi lebih banyak memengaruhi pola pikir dan penyusunan pembangunan 
ekonomi India. 
  Namun, intinya, selama beberapa tahun India menisbikan kekuatan pasar, lepas 
dari semangat ahimsa dan swadesi yang luhur itu. Pemerintah lebih tahu dan 
mengatur segalanya. Itulah kekecewaan ekonom tersohor India, IG Patel. 
  
  Hanya ada dua sektor ekonomi di India yang tumbuh sendiri, justru karena 
luput dari perhatian pemerintah, yakni perkembangan teknologi industri dan 
Bollywood yang mendunia dan menjadi buah bibir. Selebihnya adalah kegiatan 
ekonomi tanpa jiwa, diiringi dengan sejarah kelaparan massal dan perang dengan 
negara tetangga. 
   
  Semua itu menambah akumulasi kegagalan dan kebangkrutan negara pada tahun 
1991 karena devisa tidak memadai. 
   
  India tersentak dan mengalihkan pola pembangunan ekonomi berdasarkan kekuatan 
pasar dan sentuhan investasi asing. IG Patel dan Manmohan Singh adalah arsitek 
yang mengubah semua itu atas keinginan Indira Gandhi, dilanjutkan Narasimha Rao 
dan Rajiv Gandhi, hingga sekarang. India kini siap melangkah menatap masa depan 
yang lebih cerah dan bahkan sudah keburu menjadi buah bibir dunia. 

 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.

Kirim email ke