Kawan-kawan Se- Dharma, Kasus Fery-Alda terus berkembang dan sangat tidak jelas dan kompleks, saya menyesalkan sikap gegabah teman-teman FKUB DKI Jakarta yang membuat pernyataan sikap yang justru berpontensi menjadi blunder bagi Buddhis sendiri, simak saja betapa kata-kata dan susunan kalimatnya sangat tidak bijak, saya tidak tahu organisasi apa saja yang ada dalam organisasi tersebut diatas? karena logikanya setidaknya terdiri dari beberapa organisasi.
saya rasa kita tidak perlu ikut-ikutan heboh, dan akhirnya malah terjebak seperti FKUB yang justru terjebak oleh pihak yang banyak memanfaatkan pernyataan sikap dan pernyataaan Budiman S menjadi berita yang seharusnya tidak ada menjadi ada....kampus saya berlangganan 5 media nasional, tidak satupun memuat perihal kasus Fery ini, jadi kenapa kita yang jadi pembuat berita dan keliatan kebakaran jenggot? kalau berita di koran ecek-ecek diikutin habislah waktu kita untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Menurut saya, masyarakat Indonesia yang telah sering mengalami banyak skandal sudah cukup cerdas untuk tidak menghakimi semua biksu/biku sama dengan fery, mengenai Walubi, sebaiknya Ibu Hartati mengakui sebagaimana adanya, toh walubi tidak akan rusak namanya, coba bandingkan dengan kasus Yahya Zaini yang alumni salah satu organisasi mahasiswa islam, apakah mereka harus menyangkal? jauh lebih elegan bila kita menyatakan menyesalkan kalau memang fery terlibat dan menghimbau yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri agar masalahnya menjadi jelas. Mengenai kutuk mengutuk, saya rasa sangat tidak tepat menyatakan seperti itu, apalagi masalah ini sendiri belum jelas karena polisi masih dalam penyelidikan. fkub bisa menghadapi tuntutan hukum nantinya apabila terbukti tersangka terlibat kasus yang lain tapi tidak terlibat pembunuhan. Mudah-mudahan bapak2/ibu2/sdr2 bisa mengambil pelajaran dari kasus ini, bahwa untukmengeluarkan sebuah pernyataan sikap jangan hanya dilandasi emosi tapi gunakanlah rasionalitas dan kebijakan, dan ingatlah di alam demokratis seperti sekarang, kebebasan pers sendiri ternyata dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab hanya untuk mengejar keuntungan semata, jadi mulai sekarang baca, tonton dan dengarkanlah hanya media yang bisa dipertanggungjawabkan isinya. Appamadena Sampadetha, Eddy Setiawan __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
