Dear all, Sekuntum teratai untuk anda semua para calon Buddha,
Setuju untuk Neir Kate! Semakin saya berlatih, semakin saya bisa melihat mereka sebagai seorang manusia yg sama berharganya seperti kita, kalau mereka hanyalah korban dari peradaban yg semakin lama semakin memojokkan mereka. Meskipun hanya 1-2 orang saja yg bener2 t'bantu dari sekian banyak orang yg kita bantu...itu sudah cukup menjadi motivasi bagi saya untuk membantu mereka. T'kadang mungkin masih muncul kekesalan tatkala melihat mereka, namun cobalah sadari emosi itu dan manfaatkan momen itu u/ merenung sejenak akan penderitaan mereka.., kalau mereka hanyalah korban, bahwa kehidupan mereka SAMA BERHARGANYA dengan kita; saat itu juga benih kebuddhaan & cinta kasih dalam hati kita akan semakin bertumbuh :) -- best regards, Johannes Sung On 1/2/07, Neir Kate <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sekuntum teratai untuk anda seorang calon Buddha, Sebuah dilema memang, disatu sisi kalo kita membantu, berarti seperti yang dibilang bro brianz kita menyokong sindikat/triad tersebut, tetapi disisi lain, kalau kita tidak memberikan mereka uang, berarti seperti yang ditulis juga bahwa pengemis tersebut kalau tidak ada setoran, tidak dapet makan, dan mungkin juga dapet sedikit bogem-an, agar semakin banyak cacat-nya dan makin dikasihani, sehingga lain kali, bisa lebih dapet banyak uang. Kalau saya sendiri lebih memilih, untuk tetap memberikan uang yang bagi saya tidak seberapa, tapi besar artinya buat para pengemis itu, setidaknya dari sana mereka masih dapat makan walaupun mungkin hanya untuk hari itu saja, dan mari mencari jalan keluar bagaimana agar bisa keluar dari situasi tersebut. Kalau sekarang, saya sendiri masih belum ketemu solusi titik terangnya, jadi, yah, sorry, email ini tidak banyak membantu dan hanya numpang lewat :p Regards, Yasaputra --- In [email protected], "Brianz.liu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Beberapa hari yang lalu, media surat kabar [china � Senzhen] memuat > berita yang sangat mengemparkan yaitu mengupas cara kerja dan kebiadaban > dari perkumpulan / sindikat Kaypang atau pengemis di senzhen [saya kira > termasuk dari Indonesia dan negara2 berkembang dan miskin lainnya]. > > Berita ini adalah hasil penyamaran pesiunan wartawan [?] > Singkat cerita sang jurnalis yang cukup tua usianya masuk dalam > perkumpulan triad para pengemis, untuk mendapatkan ijin mengemis maka > harus membayar sejumlah uang sebagai jaminan dan pengakuan keanggotaan. > Selama 3 bulan dia tinggal, makan dan mengemis bersama-sama dengan para > pengemis. > > Dikabarkan� > > Para Triad / sindikat mempunyai wilayah masing-masing, dan setiap > pengemis ditugaskan, antar jemput dan diawasi oleh para triad. Setiap > pengemis harus menyetor sejumlah minimum penghasilan, bila tidak mereka > tidak diberi makan. > deleted..... ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links
