Kompas, Kamis, 25 Januari 2007                                                  
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                         
 DKI Jakarta Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Sertifikasi Unggas 
 
Jakarta, Kompas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai proses sertifikasi 
kesehatan unggas hias secara bersamaan di berbagai lokasi. Dana sebesar Rp 3 
miliar dianggarkan untuk proses sertifikasi itu. 
Dimulainya proses sertifikasi unggas hias ditandai dengan pemeriksaan dan 
pemberian sertifikat untuk 11 unggas hias milik Gubernur DKI Sutiyoso di rumah 
dinas di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (24/1). 
Sutiyoso meminta masyarakat untuk tidak menyembunyikan unggas mereka dari 
petugas dinas peternakan. Informasi yang akurat dari masyarakat diperlukan 
untuk memutus mata rantai penyebaran virus flu burung. 
"Pemerintah tidak akan bersikap diskriminatif dalam pemeriksaan. Jika dirawat 
dengan baik dan bebas flu burung, pemerintah akan mengeluarkan sertifikat 
kesehatan unggas," kata Sutiyoso. 
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta Edy Setiarto 
mengemukakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran Rp 3 miliar untuk operasional 
sertifikasi itu. Sebagian besar dana digunakan petugas lapangan untuk 
mendatangi semua rumah pemohon sertifikat, memeriksa unggas di 44 kecamatan 
yang ada di Jakarta, serta biaya pencetakan sertifikat. 
Proses sertifikasi digelar hingga 1 Februari 2007, melibatkan sekitar 1.100 
petugas, termasuk 250 mahasiswa Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor dan 
50 dokter hewan. 
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Hewan Suku Dinas Peternakan 
Jakarta Barat Renova mengatakan, hingga Rabu siang, sudah 696 pemilik unggas 
hobi, unggas hias, dan unggas berkicau mendaftar ke kantor-kantor kecamatan. 
Beberapa warga yang ditemui di Kantor Kecamatan Cengkareng umumnya mendukung 
sertifikasi unggas. Hugeng, warga Kali Angke, menyatakan ingin menyertifikasi 
ayam miliknya yang bernilai jutaan rupiah. 
Dedeh, warga Kelurahan Rawa Buaya, mengatakan punya empat burung kesayangan 
jenis kacer. "Kami tak rela burung yang kami beli dari uang tabungan kami Rp 
600.000 mesti dimusnahkan. Tapi kami juga tak rela jika ada seorang di antara 
anggota kami kena flu burung. Karena itu kami ke sini," katanya saat ditemui di 
Kantor Kecamatan Cengkareng. 
Di Bekasi, pemerintah kota menyiapkan anggaran Rp 60 juta untuk kegiatan 
pemusnahan unggas. Peraturan Wali Kota Bekasi sebagai payung hukum upaya 
antisipasi ancaman wabah flu burung juga sedang disiapkan. Demikian dikatakan 
Sekretaris Daerah Kota Bekasi Tjandra Utama Effendi, Rabu. 
Pemusnahan  
Di Jakarta Pusat, kemarin, 352 ekor unggas di permukiman dimusnahkan dengan 
cara dipotong dan disantap oleh masyarakat bersama pejabat. Langkah itu 
merupakan bagian dari pemusnahan 1.624 ekor unggas beberapa hari lalu. 
Wali Kota Jakarta Pusat Muhayat mengatakan, sebagian unggas yang dimusnahkan 
itu tinggal di kandang dan lingkungan yang kotor sehingga berpotensi 
menyebarkan virus flu burung. Semua unggas yang dimusnahkan diserahkan secara 
sukarela oleh para pemilik. (eca/win/cok) 

 
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

Kirim email ke