omitohut,
mengenai kematian, kita sebagai umat umat buddha gak perlu mikirin
hal itu. kematian adalah akhir dari karma buruk yang satu. tentu
saja kita tahu, makhluk itu pasti mengalami mati dan lahir berkali-
kali. jadi hak ada ang perlu ditakutin khan?? mengenai ancaman, kita
sebagai umat ya semampu nya melindungi para anggota sangha. kenapa?
karena mereka itu guru kita. lagian khan kita juga harus melindungi
sesama kita. tapi ingat, kita tidak boleh membalas yang nama nya
benci pake benci... kita bertindak slow..slow aje.. yang penting
pasti. he3...

omitohut
>
>   ----- Original Message -----
>   From: Hansen Nugraha
>   To: [email protected]
>   Sent: Monday, January 22,:58 PM
>   Subject: [Dharmajala] Pos Metro : akan ada 5 orang
biksu yang mati
>
>
>   ada berita aneh nih di milis lain
>   masa masih ada aja yang menghubungkan kasus alda dengan umat
Buddha lagi
>
>   huhuhu.. yg bunuh siapa, kena korban nya siapa
>
>
>
>   ---------- Forwarded message ----------
>   From: Jhon Siswanto <[EMAIL PROTECTED]>
>   Date: Jan 19,:25 AM
>   Subject: akan ada 5 orang biksu yang mati
>
>
>
>
>   Pos Metro hari ini, tgl. 19/01/2007, halaman depan,
memberitakan : FAISAL RIZA RAHMAT, S.H. mengancam akan
melakukan "street justice" (hukum jalanan), bilamana pihak
kepolisian tidak menuntaskan kasus Alda - Ferry dalam waktu 40 hari,
ancamannya : AKAN ADA 5 ORANG BIKSU YANG MATI, NYAWA HARUS DIBALAS
DENGAN NYAWA.
>
>   Hemat saya, ancaman ini adalah ancaman yang terbuka, jd jkalau
tidak ada tindakan dari pihak berwajib, bagaimana jadinya negara
hukum kita ini ?
>
>   Concern saya, Biksu di Indonesia identik dngan warga Tionghoa,
bagaimana ini kawan-kawan ?
>
>   Salam,
>
>   John Siswanto
>
>   [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke