Banjir Jakarta
Sungai Ciliwung Meluap, Ribuan Warga Mengungsi

Jakarta, kompas - Sungai Ciliwung meluap di sebagian
wilayah DKI Jakarta. Akibat banjir kiriman dari Bogor,
Jawa Barat, itu, lebih dari 1.050 warga Kampung Arus,
Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, terpaksa
meninggalkan rumah mereka, Selasa (30/1). Di kawasan
itu, ketinggian air mencapai hingga 2 meter. Tidak ada
korban jiwa dalam bencana alam itu.

Di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta
Timur, lebih dari 800 warga juga mengungsi di Sekolah
Santa Maria, Rumah Sakit Hermina, dan tiga masjid.
Warga meninggalkan rumah karena permukaan air sudah
mencapai loteng rumah, tempat mereka biasanya
mengungsi.

"Air mulai masuk pukul 05.30, tetapi kami semua sudah
waspada karena sejak malam sudah diberi tahu air di
Depok sudah sangat tinggi," kata Taufik Hidayat, Ketua
RW 02, Kampung Arus, yang juga korban banjir.

Warga mendapat tiga kali pemberitahuan dari petugas
pintu air Depok. Pertama, pukul 20.30 air mencapai 170
sentimeter (cm), lalu beberapa saat kemudian 280 cm,
dan terakhir pukul 02.00, air mencapai ketinggian 340
cm. "Begitu diumumkan, kami semua langsung siaga dan
begadang. Kami perkirakan air tiba empat sampai lima
jam kemudian, dan benar. Air datang setelah shalat
subuh," ujarnya.

Di Kampung Arus, ratusan motor berjajar memenuhi
sepanjang gang. Motor-motor itu milik warga yang
diselamatkan dari banjir.

Di RT 08, permukaan air mencapai setinggi dada orang
dewasa, sementara di RT 12 mencapai 170 cm hingga 2
meter. "Ini banjir keempat yang masuk ke rumah selama
Januari. Ini yang tertinggi," kata Husni, Ketua RT 12.

Ketika Kompas tiba di Kampung Arus, bantuan sudah
mulai berdatangan, di antaranya dari Palang Merah
Indonesia berupa 250 nasi kotak. Tenda untuk keperluan
mengungsi juga sudah didirikan.

"Warga juga sudah membuat perahu secara swadaya dari
gabus putih yang diberi papan. Ini untuk berjaga-jaga
jika ada warga yang terjebak. Soalnya, kalau
mengandalkan perahu karet, proses pertolongan tentu
lama sekali," ujar Sofyan, Ketua RT 10.

Jakarta Selatan

Sebagian Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar
Minggu, dan Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran,
Jakarta Selatan, juga terendam banjir hingga setinggi
2 meter sejak Selasa dini hari. Menjelang Selasa
petang, air surut, tetapi sebagian besar warga belum
diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

"Ini banjir kiriman akibat hujan di daerah Bogor.
Sejak tengah malam saya sudah mendapat informasi dari
Pak Lurah yang kemudian diteruskan kepada warga untuk
bersiap-siap. Ternyata banjir datang pukul 03.00 dini
hari. Sekitar 50 rumah terendam air setinggi 2 meter,"
ujar Ketua RT 05 RW 05 Mat Cani.

Warga pun mengungsi ke Kantor Kelurahan Pejaten Timur.
Namun, ujar Mat Cani, warga korban banjir belum
menerima bantuan apa pun.

Akibat derasnya air, satu rumah di bantaran Sungai
Ciliwung nyaris roboh. Satu rumah lain sebagian
temboknya hancur diterjang banjir.

Banjir juga melanda Kelurahan Rawajati, Pancoran,
mengakibatkan sekitar 238 keluarga atau sekitar 900
jiwa mengungsi ke Puskesmas dan Kantor Kelurahan
Rawajati.

Siaga III

Pintu air di Manggarai, yang mengalirkan air ke Banjir
Kanal Barat, kemarin dibuka penuh. Hal itu dilakukan
karena ketinggian air telah 800 cm. Ketinggian itu
memastikan bahwa enam kawasan di Jakarta telah banjir.

"Ketinggian puncak pada pukul 13.00-16.00 mencapai 825
cm dan Selasa pukul 18.00 turun menjadi 810 cm. Status
siaga III tetap diberlakukan karena curah hujan di
daerah Bogor dan Depok masih tinggi," kata Parjono,
penjaga Pintu Air Manggarai, Selasa malam.

Ketinggian air di Pintu Air Depok kemarin sebenarnya
cenderung turun, yaitu 150 cm, turun drastis
dibandingkan dengan ketinggian air Senin malam yang
mencapai 320 cm. Di Katulampa, Bogor, ketinggian air
menyusut dari 150 cm menjadi 50 cm.

Berdasarkan data Crisis Center DKI Jakarta, banjir
melanda 11 kawasan di Jakarta Timur dan Jakarta
Selatan. Ketinggian air bervariasi, antara 30 cm dan
2,6 meter, serta menggenangi sekitar 1.000 rumah dan
memaksa 895 orang mengungsi ke posko pengungsian
terdekat.

Kawasan yang tergenang banjir itu adalah Kelurahan
Kampung Melayu, Cawang, Bidara Cina, Cililitan, dan
Balekambang di Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan
banjir terjadi di Kelurahan Rawajati, Pengadegan,
Kebon Baru, Bukit Duri, Manggarai, dan Pejaten Timur.

Sumatera Selatan

Banjir terjadi pula di tiga kabupaten Sumatera
Selatan, yakni Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur,
dan Ogan Komering Ilir (OKI). Selain merendam ribuan
hektar sawah serta merobohkan atau menghanyutkan
rumah, banjir juga memperparah kerusakan jalan lintas
tengah Sumatera.

Di Lahat, Sungai Kikim meluap dan menggenangi
permukiman di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim
Timur, terendam hingga 2,5 meter. Tidak ada korban
jiwa, tetapi 11 rumah rusak dan hanyut. Di OKU Timur,
luapan Sungai Komering, Sungai Macak, dan Sungai
Belitang menggenangi ribuan hektar sawah hingga
ketinggian setengah meter. Di Lempuing, OKI, banjir
menggenangi 548 hektar sawah. (arn/nel/eca/ong/
wad/lkt/ita/zul) 


 
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up... 
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

Kirim email ke