Dalam dunia ini, tidak ada masalah yang sekaligus dapat terselesaikan. Setelah segalanya, seseorang tidak mampu menaklukkan seluruh dunia. Tidak ada masalah yang sekaligus dapat diselesaikan. Kita seharusnya belajar dari cara kita minum teh yang panas. Kita perlu bangkit dari kejatuhan kita. Lalu seluruh dunia menjadi milik kita untuk dinikmati.
---------------- DALAM DUNIA INI, TIDAK ADA MASALAH YANG SEKALIGUS DAPAT TERSELESAIKAN. Sakit kepala kita banyak disebabkan oleh kebodohan kita. Ketidakmampuan akan menimbulkan masalah-masalah. Orang yang mampu akan mengetahui bagaimana menyelesaikan masalah-masalah. Orang yang mampu mengetahui bagaimana membuat persoalan besar menjadi kecil dan persoalan kecil menjadi tidak ada persoalan. Sedangkan orang yang tidak mampu seperti mengipasi kobaran api. Ketika kita berurusan dengan orang lain, kita seharusnya menggunakan kebijaksanaan, kelembutan bukan besarnya kekuatan. Kita seharusnya menggunakan kasih sayang dan bukan kebencian. Ketika Alexander, panglima memimpin pasukannya untuk menaklukkan dunia, dia tidak menemukan banyak perlawanan. Ketika dia sampai di samudera. Dia melihat lautan dan menghela napas panjang, SETELAH SEGALANYA, SESEORANG TIDAK MAMPU MENAKLUKKAN SELURUH DUNIA. Walaupun kita tidak mampu menaklukkan dunia, kita dapat mengkontrol diri kita sendiri. Kita perlu mengatasi keegoisan, kemarahan dan keserakahan kita. Jika kita dapat mengatasi keserakahan, kebencian dan kebodohan, maka kita dapat bebas. Dharma selalu mengajarkan kita untuk melatih Sila, Samadhi dan Prajna untuk melenyapkan api keserakahan, kebencian dan kebodohan. TIDAK ADA MASALAH YANG SEKALIGUS DAPAT DISELESAIKAN. KITA SEHARUSNYA BELAJAR DARI CARA KITA MINUM TEH YANG PANAS. Dalam kehidupan kita sehari-hari, masalah-masalah dan sakit kepala ini tidak dapat dihindarkan. Masalah-masalah dan sakit kepala sebenarnya tidaklah mengerikan. Apa yang perlu dipelajari adalah bagaimana menyelesaikannya. Kita seharusnya mempelajari bagaimana membuat masalah besar menjadi kecil, dan bagaimana membuat masalah kecil menjadi tidak bermasalah. Jika kita mendengar sesuatu yang tidak enak didengar, kita tidak perlu mengulanginya, menulis ataupun memikirkan tentang itu. Lupakan itu secara total baik pada jasmani, ucapan dan pikiran. KITA PERLU BANGKIT DARI KEJATUHAN KITA. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak dapat dihindarkan bahwa kita akan menghadapi 'cobaan'. Kita perlu memiliki daya tahan dan bangkit dari kegagalan, dengan itu kita dapat mengalami kemajuan. Banyak pahlawan dan pemimpin sukses karena mereka tidak takut terhadap kegagalan. Bapak bangsa negara Republik China, Dr. Sun Yat Sen gagal beberapa kali dalam revolusinya. Namun beliau tidak pernah menyerah, dan akhirnya sukses. Jika kita dapat memiliki daya tahan di dalam latihan Dharma, kita akan dapat menaklukkan kekotoran batin, LALU SELURUH DUNIA MENJADI MILIK KITA UNTUK DINIKMATI.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 08/5/II/2002; Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
