Setiap orang adalah makhluk yang memiliki dirinya sendiri.
Tidak dibutuhkan rencana untuk kebaikan dan kemuliaan.
Burung kepodang bernyanyi dibawah hangatnya matahari dan angin yang
berhembus.
Musim semi tersenyum pada pucuk-pucuk bunga.

-------------------

SETIAP ORANG ADALAH MAKHLUK YANG MEMILIKI DIRINYA SENDIRI. TIDAK
DIBUTUHKAN
RENCANA UNTUK KEBAIKAN DAN KEMULIAAN. Saat kita mempraktekkan Dharma,
bagian
yang sangat penting adalah menemukan diri kita yang sesungguhnya. Sejauh
kita mengenal diri sendiri dan kritis terhadap maksud-maksud kita, kita
dapat damai dan menjadi diri kita sendiri.

Kita dapat menjadi bahagia semata-mata karena pujian dari orang lain.
Perasaan kita mungkin sakit ketika seseorang memandang diri kita tidak
benar. Tampaknya kita tidak hidup bagi diri sendiri tetapi tergantung dari
apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Terdapat beberapa orang yang
sangat berambisi, pikiran mereka akan menjadi terbatasi oleh
fantasi-fantasinya. Orang yang lainnya, setelah mendapatkan uang dan
kemuliaan, terikat oleh ketenaran dan kesejahteraan.

Dunia dapat menjadi tempat yang lebih baik jika kita dapat menemukan semua
kebenaran diri kita yang sesungguhnya dan mengembalikan pikiran kita
kepada
hakekatnya. Ketika orang lain memerlukan kasih sayang kita, kita berikan
dengan senang hati. Ketika orang lain memerlukan pertolongan kita, kita
berikan bantuan dengan sukarela. Kita seharusnya mengucapkan selamat
kepada
orang lain yang memang pantas untuk diberikan. Kita seharusnya selalu
mencoba menolong orang lain kapanpun kita dapat melakukannya. Jika kita
dapat mengetahui kapan menjadi baik dan menaruh kasih, kapan bergembira
untuk orang lain, dan kapan memberikan, kita akan selalu dapat bersama
dengan orang lain dengan sangat baik dan tidak terikat atau tertipu oleh
sesuatu atau seseorang.

Kebenaran yang sesungguhnya, meliputi orang lain dan diri sendiri.
Kebenaran
itu menguntungkan orang lain dan juga diri sendiri. Jika kita dapat
melihat
bahwa diri sendiri dan orang lain hanyalah dua sisi dari uang logam yang
sama, maka pikiran pun dalam keadaan seperti BURUNG KEPODANG BERNYANYI DI
BAWAH HANGATNYA MATAHARI DAN ANGIN YANG BERHEMBUS LEMBUT. MUSIM SEMI
TERSENYUM PADA PUCUK-PUCUK BUNGA. Langit cerah dan angin berhembus lembut,
burung-burung bernyanyi, bunga-bunga bermekaran. Kita damai dengan diri
sendiri dan kita merasa baik mengenai diri kita sendiri.

Ada sebuah puisi yang ditulis pada jaman Dinasti Tang:

Saya mencari musim semi di mana-mana,
Tetapi musim semi tidak dapat ditemukan di manapun.
Di atas gunung saya melihat sepatu saya robek,
Saya kembali dan secara kebetulan tersenyum melihat bunga plum berkembang,
Lalu saya pun tahu musim semi ada di sini,
berada di antara cabang pepohonan.

Kadang-kadang ketika pikiran kita sibuk mencari sesuatu, sesuatu itu tidak
dapat ditemukan. Jika kita tidak terlalu memperhitungkannya. Tidak terlalu
memikirkan soal memperoleh atau tidak. Tidak terlalu mengharap. Anehnya,
hasil-hasil yang terbaik sering terjadi begitu saja, seperti aliran
air yang
membentuk sebuah sungai. Kebajikan yang terbesar juga diperoleh dengan
cara
ini.***

---------
sumber: Suara Bodhidharma, edisi 06/3/II/2002; Ven.Master Hsing Yun,
"Cloud
and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press,
USA, 2000.




Kirim email ke