Pendidikan
Siswa Korban Banjir Butuh Peralatan Sekolah

Jakarta, Kompas - Ribuan siswa korban banjir di
Jakarta, Bekasi, dan Tangerang saat ini membutuhkan
bantuan peralatan sekolah. Banjir tidak terduga hingga
menggenangi rumah —bahkan ada yang sampai ke atap
rumah berlantai dua sekalipun— diperkirakan merusakkan
buku- buku tulis dan pelajaran serta seragam sekolah.

"Hari Jumat kemarin, semua buku sekolah sudah ditaruh
di lantai dua. Tapi air tambah tinggi terus. Lalu kami
meninggalkan rumah karena air sudah sampai ke lantai
dua. Tidak sempat bawa apa-apa, cuma baju di badan,"
kata Rasti (11), siswa kelas V SD yang kini mengungsi
di pinggir jalan, tidak jauh dari pusat perbelanjaan
Carrefour di Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta
Selatan, Senin (5/2).

Sejak Jumat pekan lalu hingga Senin kemarin, Rasti
yang mulai terkena flu dan demam itu tidak pergi ke
sekolah. Orangtuanya pun tak datang ke sekolah untuk
memintakan izin anaknya ke pihak sekolah. "Biasanya
sekolah sudah tahu. Saya cuma bingung bagaimana nanti
bisa belajar kalau buku-buku rusak," katanya.

Siswa lainnya, Muji (11), warga Cawang Pulo, Jakarta
Timur, juga mengeluhkan peralatan sekolahnya yang
tertinggal di rumahnya yang terendam air hingga ke
atap di lantai dua. Siswa kelas V SD ini sejak Selasa
pekan lalu tidak masuk sekolah karena air dari Kali
Ciliwung yang tidak jauh dari rumahnya sudah mulai
menggenangi rumah warga.

"Banjir biasanya tidak sampai ke lantai dua rumah
kami. Tidak tahunya, kemarin itu air terus naik saat
kami lagi enak-enak tidur. Saya sudah tidak ingat lagi
sama buku dan seragam sekolah yang sudah ditaruh di
lantai dua. Ya, sudah, saya tidak sekolah. Tadi bapak
sudah ke sekolah untuk minta izin," ujar Muji yang
mengisi waktu liburnya dengan bermain-main bersama
temannya yang juga kebanjiran di lokasi pengungsian.

Tempat mengungsi

Banjir besar yang mengagetkan warga Jabotabek sejak
Kamis malam pekan lalu menyebabkan banyak sekolah juga
terendam. Di Jakarta, setidaknya 40 persen bangunan SD
negeri kebanjiran sehingga kegiatan belajar-mengajar
terpaksa diliburkan. Selain karena bangunan sekolah
yang terendam air, kebijakan meliburkan kegiatan
persekolahan juga karena ada sejumlah bangunan sekolah
yang tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar-
mengajar lantaran dipakai untuk tempat mengungsi warga
yang terkena musibah banjir.

Banjir yang melanda wilayah Bekasi juga mengakibatkan
kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah di sana
terganggu. Di Kota Bekasi, kegiatan belajar- mengajar
di belasan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah
pertama (SMP) terganggu karena air menggenangi ruang
kelas.

Sementara di Kabupaten Bekasi, beberapa sekolah
menengah diliburkan karena ruang kelas dijadikan
tempat penampungan korban banjir. (ELN)

LAYANAN BERITA SMS 9858



 
____________________________________________________________________________________
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091

Kirim email ke