salam metta, Tampaknya harus ada saudara Andri ni yang mesti turun tangan :) (smile).yang tiap hari datang .. mungkin itu saksi yehwa kali ya... saya sering didatangi juga. tapi mereka semua ramah-ramah.
Saya dibesarkan dari keluarga katolik-konghucu, pendidikan gereja tidak asing buat saya.bahkan kakak tertua saya sendiri sering berceramah, cukup mengangguk-angguk kepala aja ...kalau cepat mengangguk kepala cepat selesai ( :) ) .biasanya kalau bahas tentang pandangan kristennya bisa sampai pagi.anehnya setiap orang yang saya ketemui konsep kekristenannya berbeda kecuali katolik. Sebetulnya berbicara tentang perbedaan sangat rentan akan konflik, bukan hanya agama , tetapi ras , suku dan golongan.kalau direnungkan mungkin setiap orang merasa tidak nyaman kalau ada sesuatu yang tidak sama / berbeda dengan apa yang yakini di luar dirinya. Perdebatan yang hanya ingin menunjukkan kebenaran sepihak hanya akan mengakibatkan susana yang tidak menyenangkan. apalagi seperti posting sebelumnya "mengais sampah meyenangkan ego", spt sebuah pohon yang batangnya sudah menjadi kayu yang keras dan bentuknya membentuk karateristik pohon tersebut. mungkin akan sangat susah untuk pertumbuhan selanjutnya karena sudah mencapai puncak pertumbuhan. diibaratkan kita yang tumbuh menjadi manusia dewasa dan matang dari proses pembelajaran dan mencapai puncak.Akan susah mendengarkan pendapat / ide orang lain dan susah untuk transformasi diri.Apalagi mendengarkan pendapat / ide dari orang yang lebih junior dari kita. --- In [email protected], Andri Tjiu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam metta, > ini cuma pandangan sekilas info sambil nyantai2 aja > > Jika tujuan akhir cuma surga,di agama buddha ada banyak surga , mau masuk surga yg mana terserah anda, mau masuk surga tinggal berbuat baik saja, > mau masuk alam brahma yang lebih tinggi dari alam surga, praktek meditasi sampai mencapai jhana > mau lebih tinggi daripada semuanya praktek mindfullness ( perhatian penuh terhadap object2 pikiran ) > sampailah ke nibbana. > saya kurang paham sih apa saja yang di ajarkan kepada mereka oleh para pendeta, tetapi satu hal yang saya amat paham betul adalah sang buddha mengajarkan kepada kita agar menyebarkan dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya dan indah pula pada akhirnya > Jadi itulah sebabnya kenapa kita yang mengikutin ajaran sang buddha mengajarkan dhamma tidak dengan cara memaksa atau membujuk2 seseorang atau sesuatu seperti layaknya agama ini kekurangan umat dan sudah tidak ada lagi yang mempraktekan ajarannya > Sejak jaman buddha gautama ,para bhikkhu membabarkan dhamma dengan tidak memaksakan ajaran buddha kepada semua mahluk, tetapi malah memberikan bimbingan agar tidaklah saling menghina satu sama lainnya, agar tetap menghormati guru2 mereka terdahulu, itulah sebabnya agama buddha dapat di mengerti oleh semua mahluk di alam semesta ini > > FYI. jika kalian melihat kedalam kitab suci agama2 lain, ada banyak ajaran dari sang buddha yang di ajarkan disana, mereka hanyalah mengulang apa yang telah di babarkan oleh para buddha > Jika ada teman, saudara,penceramah atau orang lain yang membujuk2 untuk masuk ke dalam agamanya berarti mereka tidaklah yakin dengan agama mereka sendiri > jika mereka mengatakan akan masuk neraka jika tidak mengikuti ajaran mereka jawab saja dengan santai > "Jika cuma neraka sih sudah bosen, apalagi surga bosen banget, nibbana dong yang keren " ;p > itulah kata2 yang selalu saya ucapkan kepada mereka yang telah berusaha keras untuk mengubah saya mengenakan label mereka , di tambah dengan kalimat penutup "saya sudah sering keluar masuk neraka dan surga , kenapa harus takut dengan itu " > biasanya mereka akan kembali lagi dengan teman mereka yang jauh lebih tinggi paham agamanya, dan biasanya dengan perkataan itu saja sudah cukup mereka tidak bisa berkata2 lagi > jika mereka tetap gigih berdebat, terima saja dahulu sambil tersenyum, baru kita berikan pemahaman terhadap mereka tentang agama buddha, janganlah menjelekkan atau menyalahkan pandangan mereka > undanglah mereka untuk memahami agama buddha, dengan pembicaraan2 antara kalian > pasti mereka jika pusing akan mencari2 tentang agama buddha juga pada akhirnya ;p > > selama saya tinggal di jakarta, tiap hari dipastikan dari gereja ada selalu yang datang untuk menghampiri saya dan berdiskusi tentang pandangan ajaran agama mereka minimal 1 hari pasti ada 2 orang > > dan janganlah takut kehilangan teman karena kita di anggap salah dengan tidak mengikuti ajaran mereka, sahabat yang baik tidak akan pernah memaksakan pandangannya kepada kita, tetapi mereka yang mengingatkan kita saat kita telah melakukan kesalahan dengan penuh cinta kasih tanpa pamrih, dan kita pun janganlah menimbulkan kebencian terhadap mereka > > ok itu saya obrolan santai2nya, kl aga serius sedikit di bawa santai aja ok > > > Regard, > > Andri tjiu > >
