Salam meta juga,
Saya jadi inget, beberapa waktu yang lalu, waktu saya sedang
duduk-duduk mengantre pendaftaran telepon, disebelah kanan saya duduk
seorang evangelist kristen.

Mula-mula di bertanya dan berkenalan, setealh cukup basa-basi, dia
mulai tanya: Agama Kamu apa?  Sudah mengenal Yesus ? Saya bilang:
Buddha, Saya tau Yesus, dulu saya katolik dan kristen sejak SD sampai
kuliah . Disini.... tampaknya dia mulai panas kupingnya.. hehehe...
Ev: Kamu ikut Buddha ikut ortu, teman, ato gimana?
saya: Pilihan saya sendiri, setelah mempelajari indahnya Ajaran Buddha
! jawab saya mantap.. heheheh.. :D

Ev: (Tambah panas) Kalau Yesus datang ke tempat kamu apakah kamu akan
membukakan pintu?
saya: Ya, Tentu Saja ! Saya menghormati Yesus, saya beragama Buddha
bukan berarti saya mencampakkan Yesus.

Ev: (Bingung mau ngomong apa).... Kamu Percaya Tuhan?
saya: Ya, saya percaya, Tuhan saya Amitabha, Tubuhnya memiliki Cahaya
Tanpa Batas.

Ev: (Tambah bingung lagi)....Apa sih ajarannya Tuhan kamu?
saya: Amitabha Buddha memiliki 48 sumpah yang sangat agung, Dia
bersumpah untuk menyelamatkan seluruh makhluk hidup

Ev:(Mulai agresif...) Cuma 48?
saya: Iya, walaupun 48 itu sudah tidak terbatas, sungguh agung. (dalam
hati: Lagipula perintah Alah cuma 10,heheheh... ). Saya juga merasa
aneh kenapa Tuhan cuma datang 2 kali saja ke dunia, padahal kan umat
manusia jumlahnya ber-milyard-milyard. Koq pelit amat ya?

Ev: (mati kutu).... (mulai mengulang-ulang pertanyaannya) Kamu Percaya
Tuhan? Saya pernah bertemu dengan Tuhan lho sungguh!!!
Saya: Saya juga pernah ketemu dengan Tuhan. (hahahah.....)
(... dan seterusnya...)

Sedikit sharing saya semoga bisa menginspirasi :D

Salam,
Namo Amitabha.


--- In [email protected], "dharma_bliss" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> salam metta,
>
>    Tampaknya harus ada saudara Andri ni yang mesti turun tangan :)
> (smile).yang tiap hari datang .. mungkin itu saksi yehwa kali ya...
> saya sering didatangi juga. tapi mereka semua ramah-ramah.
>
>    Saya dibesarkan dari keluarga katolik-konghucu, pendidikan gereja
> tidak asing buat saya.bahkan kakak tertua saya sendiri sering
> berceramah, cukup mengangguk-angguk kepala aja ...kalau cepat
> mengangguk kepala cepat selesai ( :) ) .biasanya kalau bahas tentang
> pandangan kristennya bisa sampai pagi.anehnya setiap orang yang saya
> ketemui konsep kekristenannya berbeda kecuali katolik.
>
>    Sebetulnya berbicara tentang perbedaan sangat rentan akan konflik,
> bukan hanya agama , tetapi ras , suku dan golongan.kalau direnungkan
> mungkin setiap orang merasa tidak nyaman kalau ada sesuatu yang tidak
> sama / berbeda dengan apa yang yakini di luar dirinya.
>
>    Perdebatan yang hanya ingin menunjukkan kebenaran sepihak hanya
> akan mengakibatkan susana yang tidak menyenangkan.
>    apalagi seperti posting sebelumnya "mengais sampah meyenangkan
> ego", spt
> sebuah pohon yang batangnya sudah menjadi kayu yang keras dan
> bentuknya membentuk karateristik pohon tersebut. mungkin akan sangat
>  susah untuk pertumbuhan selanjutnya karena sudah mencapai puncak
> pertumbuhan. diibaratkan kita yang tumbuh menjadi manusia dewasa dan
> matang dari proses pembelajaran dan mencapai puncak.Akan susah
> mendengarkan pendapat / ide orang lain dan  susah untuk transformasi
> diri.Apalagi mendengarkan pendapat / ide dari orang yang lebih junior
> dari kita.
>
>

Kirim email ke