Puisi-Puisi Chan (11) Ketika kemalangan menimpa, hal itu bisa jadi penyebab keuntungan. Ketika persahabatan duniawi menjadi dingin, persahabatan spiritual akan terbuka. Kenapa seseorang harus berkompetisi dengan yang lainnya di dalam dunia mimpi ini? Biarkan badan dan pikiran berlalu, dan kemudian orang akan melihat kebenaran dunia.
-------------- Puisi ini terbagi dalam 2 persoalan. Pertama, saat kita mempunyai tekad yang kuat tetapi kekurangan kemampuan secara fisik, bagaimana sebaiknya kita menghadapi kemunduran? Saat ada kemalangan, bagaimana kita menghadapinya? Sebenarnya kemalangan dapat dipandang sebagai kondisi yang menguntungkan. Jurang dan gunung terjal yang berbahaya adalah surga bagi para pendaki gunung. Perubahan cuaca di langit adalah impian para penerbang. Saat kemalangan datang kita belajar menjadi berhati-hati, memikirkan cara untuk mengatasinya. Kesengsaraan memberikan kita kesempatan untuk mentransformasi situasi sulit menjadi situasi yang menguntungkan. Kedua, di dalam hubungan kemanusiaan, kita sering mengharapkan bahwa orang lain dapat memperlakukan kita dengan ramah dan hangat. Saat kita menghadapi orang yang dingin, kita menjadi kesal dan marah. Sebenarnya hal ini tidak perlu menjadikan kita terkejut. Hubungan duniawi adalah tidak tetap dan berubah tiba-tiba sebagaimana perubahan situasi kita. Sedangkan perubahan berdasarkan latihan spiritual dan Dharma adalah abadi. Dalam petunjuk mengenai perenungan samadhi sejati, Sang Buddha mengajarkan kita sebagai berikut: 1. Jangan mengharapkan untuk tidak sakit -- jika tidak ada kesakitan, maka kita akan mudah menjadi serakah. 2. Dalam menangani masalah, jangan mengharapkan tidak ada kesulitan -- jika tidak ada kesulitan, maka kita akan mudah menjadi bangga. 3. Dalam melatih pengertian dan menjelajahi pikiran, jangan mengharapkan tidak menemukan hambatan, karena jika tidak ada hambatan, apapun yang kita pelajari akan kecil nilainya. 4. Dalam proses pengembangan, jangan mengharapkan tidak menemukan rintangan -- tanpa rintangan, sumpah kita tidak akan kuat (teguh). 5. Dalam pekerjaan, jangan mengharapkan sukses dengan mudah, jika sesuatu datang dengan mudahnya kita tidak akan dapat membangun kekerasan hati. 6. Dalam persahabatan, jangan memanfaatkan persahabatan untuk kepentingan pribadi, hal itu tidak pantas jika mengambil keuntungan dari persahabatan untuk kepentingan pribadi. 7. Dalam berurusan dengan orang lain, jangan mengharapkan mereka selalu mengalah untukmu setiap saat. Saat orang lain terus menerus mengalah untuk keinginanmu, maka kesombonganmu akan tumbuh. 8. Saat sedang bermurah hati, jangan mengharapkan sesuatu kembali, jika kita mengharapkan hal itu kembali, maka kita memiliki motivasi yang tersembunyi dan kita tidak lagi mempraktekkan sifat suka menolong orang lain. 9. Jangan mengharapkan mendapatkan keuntungan dari orang lain. Jika kita mengharapkan keuntungan dari orang lain, maka pengharapan kita tidak akan terkabul. 10. Jangan mencari pemulihan nama baik saat kita bersalah, jika kita mencari pemulihan nama baik, maka kebencian dan kemarahan akan tumbuh. Di atas permukaan, 10 point di atas itu nampaknya menghadirkan kemalangan, tetapi sebenarnya semua itu memberikan kesempatan keuntungan. Dalam menghadapi kondisi yang merugikan kita mampu memperbaiki diri sendiri. Kesepuluh point tersebut bertentangan dengan pandangan diantara manusia pada umumnya dan membawa kita semakin dekat untuk hidup sesuai dengan Dharma. Itulah sebabnya mengapa puisi ini berbunyi KENAPA ORANG HARUS BERLOMBA DENGAN YANG LAINNYA DI DUNIA MIMPI INI? Kita harus melepaskan badan dan pikiran kita, melepaskan kemelekatan dan kekeliruan kita dan kemudian kita akan melihat dunia bersih semata, hanya dengan begitu kita dapat melihat dunia.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 12/9/II/2002; Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
