Naga di air dangkal yang berada dalam kekuasaan udang Seekor harimau di tanah datar dapat dikejar oleh anjing-anjing Hubungan dengan sesama seperti pasang surutnya air, kadang naik kadang turun Perubahan duniawi harusnya disikapi Seperti ringannya awan-awan yang mudah berkumpul dan berpencar
--------------------- Syair ini dapat sangat membantu dalam pengembangan batin kita. Seseorang dapat merasakan bahwa dia telah diabaikan oleh orang lain. Dia merasa bahwa dia tidak diberi kesempatan untuk mewujudkan potensinya. Dia merasa seperti SEEKOR NAGA DI AIR DANGKAL YANG BERADA DALAM KEKUASAAN UDANG. Dia membandingkan dirinya seperti seekor naga yang terperangkap di dalam air dangkal. Bukan hanya tidak cukup air baginya untuk dapat menunjukkan kekuataannya, tetapi juga terperangkap oleh udang dan ikan yang berenang disekelilingnya. Di lain pihak dia menyembunyikan perasaan sakit hatinya kepada orang lain, juga menyalahkan orang lain karena tidak memperlakukannya dengan wajar. SEEKOR HARIMAU DI TANAH DATAR DAPAT DIKEJAR OLEH ANJING-ANJING. Seseorang dapat merasakan bahwa dia adalah seorang yang sangat cakap, penuh dengan keberanian bak seekor harimau. Namun dia menemukan dirinya tidak berada di dalam hutan dimana dia dapat menunjukkan kekuatannya. Melainkan dia sedang berada di tanah datar dimana dia dapat dikejar oleh anjing-anjing. Dia menyalahkan orang lain karena tidak mendapatkan respek yang dia pikir menjadi haknya. Dia tidak mengetahui bagaimana merefleksikan arti kehidupannya dan menyadari bahwa dia bukanlah seekor naga dan juga bukan seekor harimau. Dia hanyalah orang biasa seperti kamu dan saya. Jika dia dapat mengubah beberapa sifat buruknya dan memperlakukan orang-orang dengan kebaikan dan rasa hormat, dia dapat mengubah dunia. Orang lain akan berbalik membalas dan senang bersahabat dengannya. HUBUNGAN DENGAN SESAMA SEPERTI PASANG SURUT AIR, ADA NAIK ADA TURUN. PERUBAHAN DUNIAWI SEHARUSNYA DISIKAPI SEPERTI RINGANNYA AWAN-AWAN YANG BERKUMPUL DAN BERPISAH. Ada pepatah kuno yang mengatakan, "Manusia akan mengadakan perjalanan ribuan mil untuk mengunjungi saudara yang kaya; Tetapi akan mengabaikan teman miskin yang tinggal di sebelahnya." Jika kamu miskin, maka orang akan mengabaikanmu. Suatu hari saat kamu menjadi kaya, saudara dan kawan mulai menelepon. Ini adalah manusiawi dan kita tidak seharusnya menjadikan hal ini menjadi beban pikiran. Apa yang seharusnya kita lakukan adalah memandang suatu hubungan dengan ketenangan, seperti AWAN-AWAN YANG DITIUP ANGIN, KADANG BERKUMPUL, KADANG BERPISAH. Kita tidak seharusnya terganggu oleh itu. Jika kita tidak picik, kita dapat hidup dengan gembira. Beberapa puluh tahun yang lalu, Venerable Yuen Ying mengadakan sebuah perkumpulan pengajaran formal. Di akhir sesi, bhiksu yang bertugas memberikan tanda pemberitahuan waktu selesai, secara tidak sengaja berkata, "pukul ke guru master dan lihat tanda telah selesai" (dalam pertemuan formal, etika yang baik adalah membunyikan bel dan lihat guru master mundur). Venerable Yuen Ying segera menjawab, "Jangan pukul saya, saya bisa pergi dengan sendirinya". ni menunjukkan kepada kita, bagaimana beliau menangani situasi-situasi ringan dengan menggunakan canda. Dalam berurusan dengan orang lain, jika kita dapat menggunakan sedikit humor, kita dapat selalu mengubah situasi yang tidak menyenangkan menjadi menyenangkan.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 04/III/2003; Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
