Kasih contoh memang yg besar dulu ..
Benerin dari yg kecil2 dulu .. kalau yg besar2 belum sanggup kita benerin ...

Saya rasa dari kasus ini peraturan yang *berperan penting*. Dan bersifat *adil*, tetapi ingat yang adil itu tidak harus sama. Apa gaji sopir harus di samain dengan gaji direktur ? hanya karena mau adil ? tidak. kan ? Dengan peraturan mungkin kita bisa lebih tertib, dan untuk bisa tertib mungkin harus di patuhi juga peraturannya.

Nah mari rembukan, salah di mana dari peraturan yang ada, dan peraturan yang mana yang belum di patuhi .. Kalau peraturan kurang ya mari di benahi .. Kalau belum di patuhi ya mari di patuhi ..

Kalau mau, bisa kita cari solusi untuk permasalahan itu saja, jangan melebar ke masalah periuk, nasi, dapur, dsb.

AhmadFauzi wrote:
Sebelumnya sudah saya bilang, benerin yang kecil2 dulu, yang kita sanggupin dan mampu, niscaya yang besar2 akan jadi benar.
Gimana yang besar bisa di atur, yang kecil2 aja ga mau di atur.

Apakah tidak terbalik ini Pak, setahu saya yang besar dulu memberi contok kepada yang kecil, baru nanti yg kecil akan menurut. Seperti halnya dalam rumah tangga Orang Tuanya dulu memberikan contoh yg baik kepada anaknya baru nanti anaknya akan menurut.





-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.

Kirim email ke