Awal Desember lalu saya mengalami pengalaman yang (bagi saya) cukup unik dan
menggetarkan. Saya ingin membagikan pengalaman ini, semoga ada manfaatnya.
Tulisan ini juga  saya persembahkan bagi kemuliaan Salib Kristus.
============================================================

Pagi hari tanggal 3 Desember 1998, seorang karyawan menelpon saya untuk
memintakan ijin tidak masuk bagi adiknya (yang karyawan juga, sebut saja
namanya EV). Ia mengalami kerasukan setan sejak kemarin sore. Dengan suara
sedih dan pasrah kakaknya bercerita bahwa adiknya sepanjang malam mengamuk
dan hari ini tubuhnya masih terbaring kaku sambil terus melotot tanpa
berkedip selama berjam-jam. Entah mengapa saya terdorong untuk menawarkan
jasa menolong EV, padahal saya belum punya pengalaman untuk menghadapi hal
demikian seorang diri. Memang saya pernah melihat para frater di Pondok
Karmel Cikanyere melakukan pengusiran setan. Tapi melakukannya sendiri saya
belum pernah.

Sebagai persiapan saya mendoakan Kaplet St. Mikhael karena saya percaya
bahwa St. Mikhael secara khusus mendapat tugas dari Allah untuk melawan
kuasa-kuasa setan. Tadinya saya ingin melapor lebih dahulu pada pastor
paroki tapi saya batalkan karena selain terlalu mendadak, lokasi rumah EV
cukup jauh dan EV juga bukan umat Katolik. Saya khawatir ada hambatan
psikologis bagi keluarga korban.

Bersama dengan kakaknya saya berangkat ke rumah EV dengan berbekal sebuah
buku kecil berisi doa-doa pengusiran setan (exorcism), rosario, serta air
suci (cuma yang lokal alias dari 'Sendangsono' karena nggak punya yang dari
'Lourdes'). Di perjalanan kakaknya bercerita bahwa sudah ada beberapa 'orang
pinter' dan pemuka agama di daerah itu yang mencoba menolong tetapi tidak
berhasil karena katanya setannya sangat kuat. Keadaannya sempat membaik
sebentar ketika seorang pendeta mendoakannya, namun tidak berapa lama
kemudian EV mengamuk lagi. Konon EV pernah 'ngelmu' dan melanggar pantangan
gurunya.

Mendengar cerita ini saya menjadi agak ragu juga karena saya merasa bukan
siapa-siapa, bagaimana mungkin saya bisa menolong korban yang kerasukan
setan kalau orang yang lebih berkompeten saja ternyata tidak mampu. Di
tengah keraguan itu ada suatu dorongan di dalam hati yang meneguhkan saya
untuk jalan terus. Saya teringat bahwa ada satu hal yang tak mampu
ditaklukkan setan: kerendahan hati. Baiklah...saya akan mengandalkan itu.

Sampai di rumah EV sekitar jam 10.30 saya meminta ijin pada tuan rumah dan
juga pada kakaknya untuk menolong EV melalui doa-doa dan cara-cara Katolik
karena hanya cara itu yang saya kenal. Mereka tidak keberatan.

Saya memeriksa keadaan korban, memang keadaannya agak aneh. Tubuhnya
terbaring kaku dan dingin dengan mata melotot tak berkedip (menurut
keterangan saudara-saudaranya, sejak jam 3 pagi) tetapi masih tetap
bernafas. Setelah yakin bahwa ini memang keadaan 'kerasukan setan', saya
berdoa pada Tuhan Yesus dan St. Mikhael untuk menyertai saya mengusir setan
yang menguasai EV. Lalu saya mulai proses pengusiran setan dengan membaca
doa-doa pada buku exorcisme itu. Setelah selesai, saya usapkan air suci di
dahi EV dengan membentuk tanda salib kecil dan menuangkan sedikit air suci
ke dalam mulutnya. Selama beberapa saat tampaknya tidak terjadi apa-apa.
Saya menunggu sambil melakukan 'Meditasi Yesus' selama lebih kurang 15 menit
guna memohon belas kasih Allah.

Tak lama setelah itu tampak sedikit perubahan, mata EV mulai bergerak-gerak
dan dia berusaha bangkit. Saudara dan teman-temannya mulai panik, mereka
memegangi EV yang meronta-ronta dan berteriak mengeluarkan suara-suara aneh.
Saya teringat: kerendahan hati...kerendahan hati...kerendahan hati.... Saya
tidak boleh mengandalkan kekuatan diri-sendiri, langsung saya ambil rosario
dan saya pegang pada bagian salibnya. Kemudian saya hadapkan salib itu pada
EV sambil berkata,

"Jiwaku memang lemah, tapi Salib Kristus ada padaku..."

EV yang sedang mengamuk melihat Salib Kristus. Lalu dengan penuh ketakutan
ia berteriak-teriak sambil berusaha menghindar, persis seperti di film-film
drakula. Tetapi saya terus mengejarnya sambil berkata,

"Lihatlah Salib Kristus, semua musuh-Nya lari...".

Kemudian saya lanjutkan dengan kata-kata ini,

"Dalam nama Yesus yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi keselamatan
jiwa-jiwa manusia, enyahlah engkau hai iblis! Engkau tidak berhak atas jiwa
EV, serahkan kembali pada Yesus dan keluarlah engkau dari tubuhnya!".

EV kemudian meraung dan menutup mata dalam usahanya untuk menghindari Salib
Kristus. Saya lalu meletakkan Salib Kristus di atas dahinya, EV mengerang
keras selama beberapa detik lalu ia terkulai lemas dan tertidur.

Saudara dan teman-temannya tampaknya lega, mereka mengatakan baru kali ini
EV bisa tertidur dengan normal. Tapi saya masih belum ingin meninggalkan EV
karena seperti yang pernah saya lihat di Pondok Karmel beberapa waktu yang
lalu dan juga tertulis di Kitab Suci sendiri, ada kemungkinan setannya tidak
hanya satu. Dan memang demikian kenyataannya. Beberapa menit kemudian EV
kembali terbangun dan matanya mulai liar. Beberapa orang kembali menahan
tubuh EV dan saya kembali menghadapkan Salib Kristus kepada EV seperti pada
proses sebelumnya. Setelah beberapa saat setan kembali terusir oleh Salib
Kristus dan EV tertidur kembali.

Kejadian ini terjadi berulang-ulang sampai sekitar 7 atau 8 kali. Pada
kejadian yang terakhir prosesnya berlangsung agak lama, kira-kira 15 menit
lamanya. Mungkin kali ini yang memunculkan diri adalah 'penghulu setan' yang
sangat kuat. Saya berkali-kali memohon penyertaan St. Mikhael sambil
meletakkan Salib Kristus di dahi EV. Akhirnya setan yang inipun keluar juga
dan EV tertidur. Saya menunggu sampai kira-kira setengah jam namun tidak
terjadi apa-apa. Akhirnya saya putuskan untuk pulang karena saya sudah
merasa amat lelah dan energi saya terkuras.

Karena tidak tahu apakah setannya sudah terusir semua atau tidak, saya
katakan saja pada kakak dan teman-temannya untuk selalu menjaga EV karena
bagaimanapun proses ini tidak bisa sekaligus melainkan bertahap. Sama
seperti orang yang terkena penyakit kronis tidak mungkin disembuhkan dalam
sesaat meskipun obatnya sudah cocok. Ada kemungkinan di waktu yang lain
setan-setan tersebut berusaha masuk lagi, atau mungkin memang masih ada
setan-setan bandel yang masih bersembunyi dan tidak mau keluar pada saat itu.

Supaya mereka bisa ikut membantu, saya tinggalkan rosario dan air suci
dengan maksud agar melalui rosario, air suci, dan doa-doa mereka, Tuhan
berkenan mengusir roh jahat yang mengganggu. Mereka tidak punya rosario
ataupun salib yang berkorpus karena mereka beragama Protestan, tetapi
syukurlah karena mereka telah melihat sendiri kuasa Kristus melalui
Salib-Nya, mereka mau percaya. Malah mereka minta dituliskan doa-doa Katolik
seperti 'Salam Maria' dan 'Doa kepada St. Mikhael'.

Memang dari yang saya dengar beberapa hari kemudian EV sempat kumat lagi
selama beberapa kali, tapi melalui doa St. Mikhael serta bantuan Salib
Kristus dari rosario yang saya pinjamkan mereka berhasil mengatasinya.
Syukur pada Allah atas segala karunia kasih-Nya.

Ada kejadian yang lucu sewaktu mereka pertama kali mempraktekkan ritual
Katolik. Mereka membuat tanda salib dan berdoa, namun tidak terjadi apa-apa.
Setelah beberapa kali melakukan hal yang sama dengan sia-sia, ada yang
menyadari kesalahannya: tanda salib yang dibuat terbalik (bahu kanan baru
kemudian bahu kiri)! Kemudian mereka mengulangi dengan cara yang benar...dan
setannya kabur :)
Ini menurut penuturan mereka sendiri.

Kejadian menegangkan ini menjadi bahan perenungan dalam meditasi saya, dan
inilah yang saya petik dari pengalaman itu: dalam segala situasi,
andalkanlah Salib Kristus. Setan-setan dalam segala bentuk dan
manifestasinya pasti takluk di bawah Salib Kristus karena melalui salib itu
Kristus sendiri dengan kasih yang sehabis-habisnya pada manusia telah
mengalahkan setan dan menyelamatkan jiwa manusia. Juga ketika kita
menghadapi setan-setan yang tengah merasuki bangsa ini, kita pasti akan
beroleh keselamatan dengan mengandalkan Salib Kristus dan menyerahkan segala
sesuatu kepada-Nya, sekalipun kita sendiri amat lemah dan tidak memiliki
kekuatan apa-apa.


Demi kemuliaan Salib Kristus,

Pristiwa E.
-----------

Kirim email ke