To:                     <[EMAIL PROTECTED]>
From:                   "Gu Yo-Nan" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent:              Thu, 3 Aug 2000 01:53:17 -0500
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
Subject:                [proletar] Andaikata Indonesia Lenyap dari Muka Bumi

> 
> Negara mana yang anda akan pilih ?? Dan apa alasannya anda memilih negara
> itu??
> 


    Saya pilih salah satu negara Eropa dengan preferensi Belanda
    atau PERANCIS. 

    Salah satu negara Eropa, karena jaminan sosialnya begitu bagus:
    pengganggur ada yang bisa pakansi ke Bali tiap tahun! 

    Perancis karena pelayanan kesehatan terbagus didunia saat ini,
    makanannya enak, enak sekali.. 

    Belanda karena restoran Tionghoa yang paling enak - dan murah -
    di Eropa adanya di Amsterdam... Pelayanan kesehatan agak
    (relatif) payah, kecuali untuk perawatan gigi yang aduhai (kalau
    perlu kerang gigi dikorek tiap enam bulan sekali). Untuk
    endoskopi kudu antri dua bulan, untuk periksa mata rutin kudu
    bikin janji dengan dokter penyakit mata enam bulan (tapi kalau
    mendesak bisa segera ditolong, ada urutan prioritas) dan kalau
    mau cepet - karena kudu pegipakansi - kudu pergi ke negeri lain.
    Dengan catatan: karena negeri Belanda itu kecil (segede
    Lampung), untuk pergi ke Belgia, Perancis atau Jerman itu bukan
    masaalah gede betul: belasan kereta api tiap hari ke Perancis
    atau Jerman.Naik mobil juga nggak jauh betul.  

    Perawatan kesehatan - jangan kita lupa - dibayar oleh asuransi,
    jadi nggak tiap kali kedokter atau kerumah sakit kudu (banyak)
    keluar duit dari kantong. 

    Saya yakin tidak banyak orang Indonesia yang  bisa membayangkan
    kemakmuran di Eropa: kemungkinan orang mati kelaparan itu boleh
    dibilang nihil (kecuali atas pilihan sendiri), karena penganggur
    saja dapat tunjangan sosial (sehinga bisa pakansi ke Bali) dan
    perlindungan kesehatan berlaku untuk semua orang - dan kwalitas
    perawatan bagus (tapi orang Inggeris masih suka ngambek karena
    tidak sebagus di Perancis). 

    Orang Eropa pengemis bukan orang yang samasekali tidak ada
    penghasilan, karena negara menjamin ada penghasilan minimum,
    cukup untuk makan sewa rumah dan sekedar pakansi tapi orang yang
    memilih lebih suka menjadi alkoholik dan - karena harga bir atau
    anggur memang mahal dari air - maka mereka megemis untuk
    mencukupi kemewahan itu.. 

    Ada orang gelandangan, tapi boleh dikatakan tidak ada orang
    gelandangan yang terpaksa menjadi gelandangan karena tidak ada
    uang, mereka menjadi gelandangan karena pilihan (pilih alkohol
    atau puthauw dari pada minum air ledeng jadi tidak cukup uang
    untuk sewa rumah). 

    Dan apa saja ada disini: bukan hanya susu dan madu yang melimpah
    ruah, tapi juga pete, tahu, tempe dan di Leiden ada peuyeum yang
    enak nya nggak ketulungan. 

    Mau puthauw juga nggak ditangkap, malah pecandu heroin, kalau
    sudah nggak bisa ditolong lagi dikasih heroin gratis. 

    Ngentot - asal suka sama suka - tidak ada yang ngegerecokin,
    laki-laki sama laki-laki, perempuan sama perempuan, atau
    dua-duanya nggak diurusin orang lain. Nggak mau ngentot juga
    nggak diurusin orang lain, mau bunuh diri (euthanasie) juga
    ditulung. 

    Bebas. 

    Sorga? 

    Yang terang lebih mewah dari sorga yang dijanjikan oleh
    al-Quran. 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================

* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan, 
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan

* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista


Kirim email ke