To:                     [EMAIL PROTECTED]
From:                   "Permadi Witjaksono" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent:              Fri, 18 Aug 2000 01:45:47 -0000
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
Subject:                [proletar] Re: Pro Jusfiq (was : Sepakbola 17 Agustus)

> Merdeka!
> 
> Saya ingin nanya (beneran, bukan ngetes) pandangan Jusfiq seputar 
> kemerdekaan Indonesia.
> 
> 1. Apa pendapat anda tentang kemerdekaan Indonesia? Apakah itu 
> sesuatu yang well-earned, ataukah sesuatu yang diberikan oleh Jepang 
> atau Belanda?
> 

    Saya sudah bilang di apakabar dulu, tapi baiklah saya ulang:
    Indonesia merdeka itu TERUTAMA karena kapitalisme telah sampai
    pada titik perkembangan dimana negara jajahan tidak diperlu
    lagi. 

    Kebetulankah bila Tongga, Togo dan Tobago,Malaysua dan magasi
    juga meredeka tanpa Jepang, tanpa Soekarno? 


> 2. Di posting sebelumnya anda menyatakan tidak ada pertempuran yang 
> besar pada masa perjuangan kemerdekaan. Bagaimana dengan Medan Area, 
> Palagan Ambarawa, dan Puputan Margarana? 


    Semua ini adalah pertempuran kecil yang dibesar-besarkan. Dien
    Bien Phu itu mengerahkan berapa batalyon dan yang dikepung itu
    bukan cuma serdadu wajib militer. 


> Bagaimana juga dengan pembantaian Westerling? 
>


    Pembantaian Westerlig bukan pertempuran, tapi pembantaian. 

> 3. Gimana dengan berita yang dimuat di Kompas bahwa pemerintah 
> Belanda minta kompensasi sekian juta Guilders agar Indonesia bisa 
> memerdekakan dirinya?
>

    Saya ingat bahwa banyak orang Indonesia  yang  dari dulunya
    protes - saya sendiri mendengar - ketika saya masih kecil - dari
    Djamaluddin Tamin, teman seperjuangan Tan Malaka - : masakan duit
    yang dipakai untuk menembaki orang Indonesa kudu dibayar oleh
    orang Indonesia. 

    Ya absurd! 

    Ya nggak adil! 

 
> 4. Ketika saya ke Amsterdam, saya tidak lihat adanya "mengaji apa 
> yang salah dilakukan oleh orang Belanda selama jaman penjajahan". 
> Yang ada malahan kebanggaan yang besar bahwa mereka telah berhasil 
> menjelajah dan menduduki "spice islands" dan mereka memperoleh 
> keuntungan yang sangat besar karenanya. Buktinya lihat saja di Musium 
> Maritim Amsterdam.
>


    Jangan kita lupa, bahwa pada mulanya VOC adalah perusahaan dagang
    yang legitim, yang membeli rempah-rempah lalu menjualnya. 

    (Dan orang Air Bangis juga rajin betul menipu pedagang Belanda:
    loyang dikatakannya emas dan orang Belanda juga sering ketipu) 

    Dan saya tidak merasa aneh bahwa mereka bangga bisa membuat
    kapal yang bisa berlayar sejauh itu diabad ke XV. 

    Kemudian VOC  bikin perjanjian yang merugikan orang Ambon atau
    orang Padang dll. - tapi semua ini tetap perjanjian - atau mereka
    paksakan dengan kekuatan tentara perjanjian itu dan mereka
    duduki beberapa daerah (terutama Jawa). 

    Eksploitasi kolonialist baru mulai di abad ke XIX dengan tanaman
    paksa dan pembukaan perkebunan tembakau, kopi dll.. 

 
> 5. Juga ketika di Amsterdam, saya malah melihat bahwa orang Belanda 
> memandang rendah ke arah Indonesia. Dianggapnya orang Indonesia itu 
> primitif, unorganized, dan chaotic sejak mereka tinggal. Itu omongan 
> orang-orang di tempat umum, lho.
>

    Yang jangan kita lupakan rasialis ada dimana, juga di negeri
    Belanda.. 

    Tapi  - kita harus mengakui - nyatanya: setelah Belanda pergi
    apakah yang namanya adaministrasi (civil servant) itu ada di
    Indonesia? 

    Doeloenya, stasiun kareta api di Indonesia bikinan Belanda sama
    bagusnya - malah lebih bagus (dari berbagai stasiun di kota-kota
    Belanda - dan sesuah Indonesia merdeka apa ada stasiun baru yang
    dibikin, apakah kereta api jalan baik? 

    Bandingkan kemajuan yang dicapai Belanda setelah perang dan apa
    yang dicapai Indonesia setelah merdeka.

    Juga dalam perundnag-undangan:banyak peraturan di Belanda
    sebelum perang yang sama jeleknya dengan peraturan yang di Hindia
    Belanda sebelum perang: sekarang di Belanda kebebasan  makin
    terjamin di Indonesia nggk ada sama sekali. 

    Sebelum perang duia II: orang Protestan di Beladna jarang yang
    mau membeli susu ke warung orang katolik, dan sebaliknya orang
    katolik belanja juga cuma di warung katolik.... 

 
> --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > 
> >     Saya baca sekelebatani: jadi di negeri Belanda orang berusaha
> >     untuk mengaji apa yang salah dilakukan oleh orang Belanda selama
> >     jaman penjajahan atau selama perang kemerdekaan di Indonesi, dan
> >     ini berbeda dengan omongan orang Indonesia yang  berkata bahwa
> >     di Belanda sejarah kolonialisme itu diceburkan ke Noordzee. 
> > 
> > Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
> > =====================================

Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================

* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan, 
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan

* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista


Kirim email ke