Sebelumnya saya ucapkan terimaksih atas tanggapannya.
Dari kecil sampai sekarang saya tidak terlepas dari pergaulan sesama orang Toba dan
tentunya sering berkumpul sesama orang Toba. Tapi saya jarang sekali menemui seperti
kejadian yang diutarakan Lae, saya selalu berusaha sebisa mungkin tidak munafik, tapi
mungkin kadang-kadang saya akui saya tidak lepas dari kemunafikan. Tapi kalau
meyatakan secara keseluruhan orang Toba jangan munafiklah, secara pribadi saya belum
bisa terima. Saya sangat menyayangkaan apabila dalam pertemuan orang Toba yang lae
hadiri sering ada kejadian-kejadian yang melecehkan etnis lain. Saya sangat bersyukur
kalau bergaul dengan sesama orang Toba saya sangat jarang menemui hal-hal seperti itu.
Saya juga sangat mengharapkan sekiranya masih ada sifat-sifat seperti itu bisa kita
hilangkan bersama.
Horas
ss
Hamonangan Ma Torus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tetapi cobalah dulu Lae pergi ke pertemuan orang Toba dan ngobrol sama-sama halak
Toba, terus ada teman yang sifatnya kurang baik, pasti ada yang ngomong " Ah, songon
halak .....(sensor) do bae on, ndang adong adatna"
Kita orang Toba nggak usah munafiklah, harus kita akui kadang-kadang egosentris itu
masih muncul (saya tidak menggeneralisir, lho..)