Horas to all,
Saya cuma coba berpendapat::
1. Darimana lae tahu kalau orang batak malas ? mereka malas atau tak punya
uang untuk pulang ? atau tak punya waktu untuk pulang ?
Jangan di salah artikan jadi malas ..!
2. Kalau betul 'iya karena malas
Orang pulang kampung kan pasti punya tujuan, kalau tujuan yang dia
inginkan sudah tak lagi tersedia lagi disana lalu..apa masih pantas kita
tanyakan, "kenapa tak pernah pulang kampung ?", "kenapa lupa kampung
halaman ?" dan kenapa2 yang lain yang cenderung sepihak/under estimate.
3. Apa sih yang lae maksud dengan karikatif ?
apa negatif side dari hal itu..
lalu saran lae tentang model sumbangan ini apa..dan apa segi positif
dari yang lae maksud !
Just want to share !
Horas !
--.--.--.--.--.--.--.--.--.--.--.--.--.--
-Martotap huhut Martata-
> -----Original Message-----
> From: hotasi nababan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, September 20, 2000 10:13 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: sungkun-sungkun
>
> kenapa banyak orang batak yang malas pulang ke kampungnya ? dan model
> sumbangan pembangunan untuk daerah asalnya modelnya rata2 karikatif ?
> aku baru pulang kampung liburan kuliah kemaren (ke siborong borong +
> tarutung) setelah tiga tahun (maklum kan nggak selalu punya duit buat
> pulang), ternyata menurut pengamatanku penduduk daerah tersebut sekarang
> banyak yang dari jawa, padang, dll.
> Untuk orang tarutung ternyata anak2 sekolahannya banyak yang ngambil
> sekolah sma--p.tinggi ke luar (jkt dan bandung -- yah namanya juga sekolah
> :))
>
> _____________________________________________________________
> Dapatkan email gratis di http://www.horas.or.id