Kalau alasannya cuma takut ditagih ombus-ombus oleh namboru bere tujuh
turunan, tidak perlu dijadikan alasan malas pulang kampung biarpun kocek
kurang mendukung.
Biar jangan dianggap kaya, makanya kita jangan kelihatan sok heboh, biasa
sajalah. Kalau penampilan kita biasa-biasa saja (low profile) so pastilah
tidak akan adalah yang minta dibelikan ombus-ombus, paling juga mereka
urunan kasih ongkos pulang...:)))
But most of halak hita sudah sifatnya molo mulak tu huta pantang tidak
heboh, jadi sai dirimpu ma naung jago gabe dipangido ma hepeng manuhor
ombus-ombus.

Kesimpulannya saya kurang setuju dengan pendapat Pak Silalahi ini.

Horas,


----- Original Message -----
From: Omega Silalahi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 20, 2000 4:05 PM
Subject: Re: sungkun-sungkun


> Sebenarnya kalau pendapat saya bukan malas namun
> "efek"
> dari pulang kampung itu yang besar.
> Misalkan kita dianggap banyak uang, orang hebat.
> Hasilnya dari bere turunan 1 sampai ke-7 bahkan
> namboru dsb, pada minta dibeliin ombus-ombus
> bayangkan...kalau pulang kampung tadinya hanya bawa
> ongkos PP.
> Adios
>
> Omega S.
>
>


Kirim email ke