Horas! Newsletter
 -----------------

Medan (SIB) 

Bentrok pemuda,Kamis (22/2) malam kembali �meletus� di Perumnas Mandala, Medan dan 
terpaksa dibubarkan petugas Polsekta Percut Sei Tuan dan Poltabes Medan dengan 
tembakan peringatan.

Pertikaian kedua kelompok pemuda yang terjadi malam itu menurut warga setempat berawal 
dari adanya pemukulan terhadap salah seorang pemuda yang bermukim di Jalan Selindit 
oleh sekelompok pemuda di kawasan Jalan Pipit.

Teman-teman korban yang mengetahui rekannya dipukuli langsung melakukan pembalasan 
dengan mendatangi para pemuda di Jalan Pipit yang berbuntut terjadinya perang batu di 
antara mereka.

Petugas Polsekta Percut Sei Tuan yang menerima informasi adanya peristiwa itu dibantu 
sejumlah petugas Reserse Poltabes Medan dipimpin langsung Kasat Serse Poltabes Medan 
Komisaris Pol Martinus Sitompul, Wakapolsek Iptu Muhanif, Kanit Shabara Iptu T 
Pasaribu dan Kanit Serse Ipda AR Sembiring segera turun ke TKP melakukan pengamanan.

Petugas terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara untuk 
membubarkan massa dari kedua kelompok yang masih saling menyerang menggunakan batu dan 
senjata tajam, meskipun petugas telah tampak di lokasi tersebut.

Mendengar peringatan "keras" petugas massa pemuda langsung kabur meninggalkan lokasi 
tersebut. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan petugas melakukan 
penyisiran di sekitar kawasan tersebut.

Dalam peristiwa itu petugas meminta keterangan dari salah seorang pemuda yang diduga 
mengetahui motif pertikaian kelompok pemuda yang terjadi malam itu.Tidak diketahui 
pasti berapa korban yang timbul dalam peristiwa itu namun sedikitnya lima pemuda 
mengalami luka-luka.

Warga setempat yang mengaku sudah "bosan" dengan kerapnya terjadi bentrok pemuda di 
kawasan itu mengharapkan kepada Polsekta Percut Sei Tuan untuk mendirikan sebuah pos 
polisi di kawasan itu, guna mengantisipasi perkelahian kelompok pemuda yang sudah 
sangat meresahkan warga sekitar.

Di Belawan

Sementara itu, bentrok dua kelompok pemuda dengan saling lempar batu dan benda keras 
kembali merebak di Belawan, persisnya di kawasan Jalan Makden Lama, Kamis malam (22/2) 
sekira pukul 21.30 WIB.

Akibat bentrok tersebut dua pemuda mengalami luka cukup serius pada bagian tubuhnya 
terkena lemparan benda keras.

Keterangan diperoleh SIB di lapangan menyebutkan, bentrok dua kelompok pemuda itu 
berawal dari permainan bola kaki yang berlangsung pada sore harinya. Namun dalam 
permainan tersebut diduga terjadi selisih paham antara dua kelompok pemuda, karena di 
antara kelompok pemuda ada yang itu membawa senjata tajam.

Namun pertengkaran dua kelompok pemuda yang mengakibatkan terjadinya pekelahian Kamis 
sore itu dapat diredam, tetapi sekira pukul 21.30 WIB salah satu dari kelompok pemuda 
melakukan menyerang kelompok pemuda lainnya ke kawasan Makden Lama, Belawan.

Sehingga terjadi bentrok dengan saling lempar batu dan benda keras lainnya.

Disebutkan, akibat bentrok itu dua pemuda mengalami luka cukup serius pada bagian 
tubuhnya dan terpaksa dilarikan ke salah satu rumah sakit di Medan, karena pihak rumah 
sakit di Belawan menolak memberikan perawatan.

Petugas kepolisian yang menerima laporan, langsung meluncur ke (TKP) dan membubarkan 
kelompok pemuda. Tetapi tak seorangpun dari kedua kelompok pemuda itu diamankan 
petugas kepolisian.

Antar Warga Perang Batu

Sementara perang batu antar warga, Rabu (21/2) malam kembali terjadi di kawasan 
Perumnas Mandala sehingga beberapa rumah mengalami kerusakan.

Keterangan di Kepolisian menyebutkan, peristiwa tersebut diduga dipicu dendam lama.

Entah siapa yang memulai, bentrokan dengan saling lempar batu pun tak terelakkan, 
sehingga warga yang melintas menjadi ketakutan.

Akibat bentrokan tersebut, beberapa rumah warga rusak terkena lemparan. Petugas 
Polsekta Percut Sei Tuan dipimpin Kanit Shabara Iptu Pol Togi Pasaribu segera 
membubarkan massa.

Digiring

Sementara itu warga P Mandala mengamankan sepasang muda-mudi yang bukan suami istri 
sedang "berduaan" di sebuah rumah Jumat (23/2).

Pasangan muda-mudi ini ditangkap warga saat sedang berduaan di atas tempat tidur. 
Warga kemudian menggiring keduanya ke Mapolsekta Percut Sei Tuan, dan hingga saat ini 
petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka.

Telepon gelap

Sementara itu Polsekta Percut Sei Tuan menerima telepon gelap dari seorang pria 
mengaku anggota Koramil Tembung yang menyatakan bahwa telah terjadi bentrok antara 
karyawan PTPN II di Pasar 11 Tembung dengan para penggarap,Jumat (23/2) sekitar pukul 
09.30 WIB.

Petugas yang menerima telepon tersebut kemudian segera turun ke TKP dipimpin Kanit 
Shabara Polsekta Percut Sei Tuan Iptu T Pasaribu beserta sejumlah anggotanya.

Namun setibanya di TKP, petugas tidak menemukan adanya aksi massa di kawasan 
perkebunan PTPN Pasar 11 Tembung. Tidak diketahui pasti tujuan si penelpon 
menyampaikan pesan seperti itu.(B1/B8/B4/l) 

Dikutip dari harian SIB - Medan

----------------------------------------------------------------------
 Informasi ini dikirim berdasarkan permintaan Anda. Jika tidak ingin dikirim berita 
seperti ini lagi, buka www.horas.or.id. Pada menu NEWSLETTER, masukkan email Anda, 
pilih "Unsubscribe", klik OK.

Kirim email ke