KETIKA jasa seorang DOKTER BISA DIBELI DENGAN UANG
Saya seorang dokter,
Saya sekarang mempunyai seorang orang anak perempuan. Sejak kecil saya
mengarahkan agar anak saya ada yang menjadi dokter. Saya merindukan agar anak
saya bisa dengan tulus bisa menolong orang yang sakit.
Sebenarnya punya keinginan menjadi dokter. Saya amat senang dan sering
membelikan dia mainan yang berkaitan dengan pekerjaan dokter. Namun, belakangan
ini dia berubah pikiran.
Ketika saya tanyakan alasannya, saya agak terkejut mendengarnya. Anak
perempuan saya tidak ingin menjadi dokter karena sekarang ini menjadi dokter
penghasilannya kecil dan amat berisiko untuk diajukan ke pengadilan karena
malapraktik.
Saya merasa anak saya memperoleh kesan yang tak benar. Karena jika benar
citra dokter seperti itu, alangkah ruginya negara kita karena setahu saya
Indonesia masih kekurangan dokter. Saya berharap kesan tersebut hanya merupakan
kesan anak saya saja dan tidak merupakan kesan umum sehingga mengurangi minat
remaja untuk menjadi dokter.
MASALAH
Bagaimana dengan upaya Ikatan Dokter Indonesia untuk menjaga harkat pekerjaan
dokter?
Pada zaman ayah saya profesi dokter merupakan profesi yang dihormati, mengapa
sekarang profesi kedokteran kurang dihormati?
Pilihan remaja sekarang untuk masa depannya memang jauh lebih luas. Dulu
yang dikenal hanyalah insinyur, dokter, guru.
Sekarang banyak yang ingin jadi bankir, akuntan, wiraswasta, wartawan,
militer, dan lain-lain karena memang dalam kehidupan nyata sekarang ini banyak
pekerjaan memberikan kepuasan bagi mereka yang menggelutinya. Tampaknya Anda
harus rela jika anak Anda memilih karier yang sesuai dengan keinginannya.
Tetapi, saya juga merasakan citra profesi kedokteran sekarang ini kurang
menguntungkan.
Jumlah dokter di Indonesia memang masih kurang. Penduduk kita 220 juta, namun
dokter hanya sekitar 45.000 orang. Bandingkan dengan Kuba, misalnya, yang
penduduknya hanya 12 juta, tetapi jumlah dokternya mencapai 67.000 orang.
Pemerintah memang tak dapat lagi mengangkat semua dokter menjadi pegawai
negeri, tetapi tidak berarti jumlah dokter d Indonesia sudah berlebih. Kita
memerlukan lebih banyak dokter untuk melayani rakyat Indonesia yang tersebar di
seluruh Tanah Air.
Pemberitaan mengenai malapraktik kedokteran sekarang ini memang sering
dijumpai meskipun sebenarnya tidak semua yang diberitakan tersebut dapat
digolongkan malapraktik.
Profesi kedokteran menjanjikan usaha, tetapi tak dapat menjamin hasil.
Artinya dokter harus berusaha sebaik-baiknya untuk menolong pasien, tetapi
dokter tak dapat menjamin bahwa pasiennya akan sembuh atau tidak akan timbul
efek samping obat atau tidak timbul komplikasi akibat tindakan medis. Memang
agak ironis juga dalam persaingan global sekarang ini citra layanan kedokteran
kita bukan meningkat, tetapi amat terpuruk.
Memang harus diakui dewasa ini ada layanan yang kurang baik, namun jauh lebih
banyak layanan yang baik dan mampu bersaing dengan layanan lain di negara
tetangga kita.
Saya mengenal seorang dokter senior yang sering mengoperasi pasien tak mampu
tanpa memungut biaya, bahkan sekaligus membantu membelikan obat. Memang
kejadian seperti ini tidak menarik diberitakan sehingga masyarakat lebih
terpapar pada berita mengenai kekurangan dalam pelayanan kedokteran di negeri
kita.
Padahal, setiap bulan kita saksikan seminar untuk awam yang dilakukan dokter
yang berasal dari negara tetangga di Jakarta. Sudah tentu tujuannya lebih
mempromosikan kehebatan layanan di negara mereka dibandingkan dengan niat tulus
melakukan penyuluhan di Indonesia.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengetahui bahwa sebenarnya IDI telah lama
melakukan upaya untuk menegakkan etika kedokteran di Indonesia. Cukup banyak
dokter yang dipanggil para dokter senior di Majelis Kehormatan Etika Kedokteran
(MKEK) dan diminta untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan penatalaksanaan
yang dia lakukan.
Mereka dipanggil atas alasan pengaduan masyarakat atau karena diduga
melakukan layanan kedokteran di luar standar. Sanksi yang dijatuhkan majelis
kehormatan profesi merupakan pukulan berat bagi seorang dokter. Memang sanksi
tersebut tidak dipublikasikan. Jadi, upaya menjaga harkat dan kehormatan dokter
sudah berjalan di kalangan profesi kedokteran.
Setiap profesi mempunyai tanggung jawab dan mempunyai risiko dalam
melaksanakan tugasnya. Seorang dokter seharusnya menjalankan tugasnya dengan
baik dan tidak perlu terpengaruh berita mengenai kasus malapraktik.
kita memerlukan banyak remaja yang bersedia menjadi dokter untuk memenuhi
kebutuhan dokter di negara kita.
Kita perlu memperlihatkan kepada mereka peran seorang dokter dalam
meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Kepuasan dokter adalah ketika dia merasakan kebahagiaan pasien dan keluarga
setelah berhasil menghadapi penyakit dan masalah kesehatan.
Pada zaman dulu, biaya kesehatan belum mahal.
Pasien dan keluarga merasa berterima kasih atas pertolongan dokter.
Sekarang pasien di kota besar merasa telah membayar mahal dan wajar kalau
mereka mengharapkan layanan yang memuaskan mereka. Namun, dokter sekali lagi
tak dapat menjanjikan hasil terapi yang berhasil baik meski dibayar mahal
sekalipun.
Mungkin kita perlu mengajak remaja melihat kehidupan di daerah yang amat
memerlukan tenaga dokter. Siapa tahu dengan demikian dia akan terpanggil
menjadi dokter.
dr. HM Anton Christanto
Bag/SMF THT RSUP Dr Sardjito-FK UGM
Jl. Kesehatan no 1 Yogyakarta - Indonesia 55284
Phone/Fax : +62 274 7474230
Mobile +62(0)8122658495
Email : [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Play Santa's Celebrity Xmas Party, an exclusive game from Yahoo!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
AIDS has a woman's face. Help women to protect themselves.
http://us.click.yahoo.com/VHwV5B/TREMAA/xGEGAA/asSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/