Mna Sonya, saya rasa terlalu "naif" tentang apa yg mba tulis ini. Apa SEMUA
dokter di kota besar seperti itu...?? Apa gak ada lagi dokter yang berdedikasi
tinggi, yang rela datang jam berapa aja kalau pasiennya sedang "gawat" di rs,
hujan2an lagi... atau yg rela gak dibayar jika yang datang orang susah, atau
bahkan dokter tersebut yang ongkosin orang itu,,,,?? Atau dokter yang
mendengarkan keluhan pasien dengan penuh empati....?? terus terang, SAYA BANYAK
menjumpai mereka, baik di kota besar ataupun di daerah....!!!!
Masalah "raja terpencil" di daerah, seandainya saja saudari mau berfikir
jernih, tidak akan saudari katakan demikian. Knapa...?? Saya banyak mendapati
kalau di daerah umumnya orang kalau sakit gak langsung ke dokter. Mereka lebih
senang pergi ke dukun-dukun, disembur2kan, dijampi2... Nah, kalau tidak sembuh
juga, mereka dibawa ke perawat/bidan disana. Nah, sang perawat/bidan tersebut
umumnya memberi obat2an yg biasa dipakai di rumah sakit, tanpa bantuan
pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan lainnya, dan BAHKAN mereka
diopname di rumah sang perawat/bidan hingga mengeluarkan biaya yg tidak
sedikit, bahkan sampai JUTAAN. Nah, setelah penyakit gak sembuh2 dan pasien
SEKARAT, barulah dibawa ke dokter/rumah sakit. Itupun keluarga mengharapkan
kesembuhan yg INSTAN. Memangnya dokter itu menjual MUKJIZAT apa.....??!!!
Kalau masalah undang-undang, knapa gak ada Undang-Undang PERDUKUNAN...??
Kenapa selalu DOKter yang disalahkan...??!! Ngaca donk....!!!
Kamu orang mana sih sis?? Malaysia ya...? Pakai2 kata "indon" segala...
Ngaku2 TS lagi....
Sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Siapa bilang susah menjadi dokter di Indonesia?
Dari jaman dulu di Indon ini jadi dokter tetaplah paling nikmat,coba
lihat saja dokter di kota kota besar di rumah sakit,tidak pernah
menghargai waktu sesuai jam praktek yang diumumkan,pasien dibiarkan
bak menunggu selebritis.Waktu jam visit juga seenak udhelnya sendiri
tanpa mengindahkan jam istirahat pasien yang dirawat.
Setelah pasien menumpuk datanglah "sang selebritis"dengan gaya
jalannya diwibawain (ja'im gitu....)
Periksa pasien dengan tanpa senyum dan irit kata2 seolah2 dia sudah
tahu apa yang diderita.
Pasien hampir tidak pernah mendapat kesempatan untuk menyampaikan
keluhannya,apalagi mendapatkan penjelasan dari sang dokter ja'im.
Tidak seimbang waktu tunggu pasien sampai 1-2 jam dengan waktu
konsultasi yang tidak lebih dari 5 menit saja.
Belum lagi "kolusi dokter dengan produsen obat yang seolah2 pasien
adalah barang bancaan yang dapat digerus keuangannya. Jangan katakan
mana buktinya,ini ibarat kentut yang ga kelihatan namun baunya
semerbak....
Dokter di daerah terpencil juga ga jauh beda...kebanyakan juga
menjadi "raja raja kecil"disana.
Laksana seorang dewa melakukan tindakan2 malpraktik tanpa ada
kontrol dari siapapun.
Giliran dikeluarkannya UU Praktik Kedokteran tiba2 aja banyak yang
pura2 "menggigil"
Nah kalau sudah begini susah mana jadi dokter di Indonesia atau jadi
Pasien??
Mohon tanggapannya dari TS semua dan terimakasih
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/asSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/