to bpk. budi.

     Kami turut prihatin dengan kondisi yang terjadi pada anak bapak.

      Memang untuk memberikan terapi spesifik ada beberapa langkah 
yang harus ditempuh diantaranya adalah pemeriksaan fisik (keadaan 
klinispenderita), pemeriksaan darah, foto rontgen, pemeriksaan sputum
BTA/pemeriksaan dahak (tiga kali pengambilan) dan mantoux test.

   Di Indonesia penyakit paru-paru seperti TBC masih marupakan 
masalah utama di hampir setiap propinsi di Indonesia. Karena itu 
tidak jarang banyak dokter yang mengambil kesimpulan terlalu cepat 
dan memberikan terapi spesifik selama 6 bulan.
Di Singapura, TBC bukan merupakan masalah utama dan relatif 
jarang ditemukan. Karena itu screening terhadap penyakit ini di 
negara tersebut harus dilakukan setahap demi setahap melalui 
prosedur ketat dan memerlukan konsultasi dengan beberapa orang 
dokter spesialis.
    Di indonesia sendiri, orang dapat dengan mudah mendapatkan 
terapi tbc. Di setiap puskesmas di seluruh indonesia bahkan tersedia 
obat ini secara gratis. Untuk mendapatkan obat ini cukup dilakukan 
pemeriksaan dahak sebanyak 3 kali(sputum BTA), bila hasilnya 
positif, yang bersangkutan sudah bisa bahkan diharuskan untuk 
mendapatkan obat ini.
    Karena penularan penyakit ini relatif cepat, bersifat massal, 
dan membunuh ratusan orang setiap tahunnya (bandingkan dengan 
singapura yang angka kematian akibat tbc hampir tidak ada), sehingga 
depkes dan WHO mengambil keputusan untuk memperpendek prosedur 
pemeriksaan sehingga hanya diperlukan pemeriksaan lendir/dahak. 
Pemeriksaan dahak ini mampu mendeteksi adanya tbc dengan sensifitas 
lebih dari 85 persen, asal dilakukan secara benar. Kesulitannya pada 
anak-anak sering sulit untuk mendapatkan dahak sehingga yang 
diperiksa hanya lendir/air liur saja. akibatnya hasilnya dapat 
menjadi false negatif. Untuk kasus-kasus seperti ini biasanya dokter 
menyarankan pemeriksaan tambahan seperti foto rontgen atau tes 
mantoux.

   Terapi yang diberikan kepada anak bapak di Singapura(nasonex) 
sebenarnya hanya kortikosteroid (mometasone fuorate) semprot/spray. 
obat ini sering diberi pada anak yang alergi/batuk musiman. jadi 
kemungkinan penyebab batuk anak bapak karena faktor alergi (batuk 
karena alergi).Batuk seperti ini sebenarnya dapat sembuh tanpa 
pengobatan dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu, atau bila 
faktor alerginya teratasi. jadi bila dalam minggu pertama anaknya 
sakit dan berganti-ganti dokter, memang karena belum waktunya sembuh.
  Bila anda bapak terkena bronchitis (radang/infeksi pada saluran 
napas bawah), biasanya dokter akan memberikan antibiotika untuk 
diminum minimal selama 5 hari, atau mungkin juga dokter anak di 
indonesia telah memberikan antibiotika sebelumnya sehingga spesialis 
anak di singapura tidak memberikannya lagi?. 

   Memang ada baiknya untuk penyakit yang lama sembuh atau penyakit 
yang memerlukan terapi jangka panjang dikonsultasikan kepada lebih 
dari satu orang dokter spesialis untuk mendapatkan second opinion. 
Anda berhak bertanya kepada dokter anda segala hal mengenai penyakit 
anak bapak dan dokter tersebut berkewajiban memberikan jawaban bagi 
pertanyaan bapak. bila bapak tidak puas dengan penjelasan dokter 
yang satu bapak dapat bertanya kepada dokter lain.

  Bila anak bapak dalam beberapa bulan ke depan berat badannya 
tidak naik, masih sering batuk berulang, sebaiknya menjalankan 
prosedur skrining tbc untuk memastikan bahwa anak bapak benar tidak 
terkena penyakit ini. 

terima kasih.

russel. s 







--- In [email protected], "Yong Yong" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Rekan-rekan milis,
> Anggota milis ini ada 1000 lebih, luar biasa. Bp/Ibu moderators, 
> kalau boleh tahu berapa persen yang berprofesi sebagai 
dokter/calon 
> dokter di milis ini??. Saya sendiri kebetulan bukan dokter, tapi 
saya 
> sangat menginginkan kedokteran di Indonesia maju. Pertama ksli 
saya 
> posting disini dengan subject:Drg. Tapi tidak ada satu pun 
diantara 
> 1000 anggota yang menanggapi, mungkin tidak menarik. Posting kedua 
> saya dengan subject:Dr anak salah diagnosa. Juga tidak ada satupun 
> yang menanggapi. Apakah karena posting saya merupakan "tonjokan" 
bagi 
> kebanyakan dokter? dan munkin asumsi saya sebagian besar anggota 
> milis ini adalah dokter. Dengan begitu posting saya dianggap 
> sebagai "tonjokan" bagi sebagian anggota milis? . Saya ingin 
> sampaikan bahwa saya tidak punya tujuan apapun kecuali seperti 
yang 
> sudah saya sebutkan di atas, saya hanya menginginkan kedokteran di 
> Indonesia maju. Mudah-mudahan cerita saya tidak dianggap 
menyudutkan 
> dokter di Indonesia, kalau memang dianggap menyudutkan saya mohon 
> ma'af yang sebesar-besarnya. Saya sendiri sebagai penerbang, 
sering 
> minta masukkan tanpa diminta karena saya merasa kritik dan saran 
yang 
> sifatnya membangun akan sangat berguna, tidak perduli apapun 
profesi 
> kita. Pengalaman dengan dokter, memang saya punya buanyakkkk 
sekali, 
> termasuk sewa jet dari singapore untuk jemput tante yang sakit di 
> semarang untuk dibawa ke singapore. saya sebenarnya pingin sekali 
> cerita-cewrita disini dan yang pasti saya tidak akan menyebutkan 
nama 
> dokter-dokter tersebut, karena memang sama sekali bukan tujuan 
saya 
> untuk menyudutkan pribadi siapapun.
> Sekali lagi apa bila ada salah kata salah tulis saya mohon ma`af.
> 
> 
> 
> Salam
> 
> 
> Budi
>





Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke