Saya ingin menambahkan, sebetulnya belajar Kedokteran
itu bukan seperti jadi mantri. Kalo Mantri kan orang
sakit ini, dikasih ini pasti cespleng. Kalo sebagai
dokter, kita harus mengerti proses2 normal organ tubuh
itu seperti apa (kira2 dipelajari semester 1-4), lalu
mulai mempelajari penyakit itu sebagai suatu kegagalan
proses dlm tubuhkah/penyakit degeneratif/infeksi/dll.
Jadi ketika ada suatu penyakit, ada proses yg
terganggu, kita sebagai dokter harus mengembalikan
fungsi tubuh yg gagal itu. 

Misalnya mudahnya seperti kasus pilek. Sekilas kan
kalo pilek keliatannya kasih aja obat pilek ya sdh.
Tapi mgk lewat anamnesis (tanya jawab) bisa ketauan
kalo ternyata orang ini sempet kecelakaan, kepalanya
terbentur, sehingga yang dikira pilek itu sebetulnya
cairan otak (Liquor Cerebro Spinalis) yang jadi
meleleh keluar (dlm hal ini lewat hidung). Kalo
dibiarkan, lama2 orang ini bisa mati dgn cepat. (Masuk
kategori kasus kegawat daruratan). Tapi jika si dokter
tidak meng-anamnesis dgn tepat, asal mikir "Ah pilek".
Ya pasien tidak akan tertolong.

Lalu jg contoh yg cukup klasik itu sakit panas
(demam). Itu hanya merupakan salah 1 gejala saja. Bisa
demam berdarah, bisa typhus, bisa juga flu biasa, bisa
jg sebetulnya kena infeksi. Macam2,lah. Yang tentunya
obatnya nda cuman sekedar dikasih obat penurun panas.
MIsalnya orang Typhus, penyakitnya disebabkan ususnya
kan luka karena infeksi bakteri. Kalo cm diberi
parasetamol tentunya tidak mengobati, hanya
menghilangkan gejalanya saja. Malah bisa jadi orangnya
makin parah.

Kami pun sebagai dokter (mahasiswa kedokteran), tidak
bisa menganggap orang seperti di textbook. Tidak ada
orang yg betul2 sama persis. Di sinilah Kedokteran itu
adalah perpaduan seni & ilmu. Bukan ngawur2an, tapi
kita jg harus bisa mengantisipasi hal2 yg agak
menyimpang. Misalnya ada 2 orang yg berpenyakit sama,
ukuran tubuh sama, jenis kelamin sama, umur sama,
belum tentu sembuh dengan obat yg sama/obat yg sama
dgn dosis sama. Bisa juga salah 1 alergi dgn obat
tersebut. 

Saran saya, sebagai orang awam, perbanyaklah wawasan
utk menjaga kesehatan sehari2 & tindakan2 preventif
terhadap penyakit. Tidak lupa P3K. Mungkin kalo utk
orang awam tidak bisa 100% utk mengobati penyakit.
Tapi minimal bila bergaya hidup yang sehat kemungkinan
terkena penyakit bisa diminimalkan. 

--- Daniel Ruslin <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> dear Maya, 
> Banyak cara yang bisa dilakukan buat belajar
> kedokteran, perlu diingat untuk memperlajari medis
> semua orang sudah punya sarananya yaitu tubuh kita
> sendiri tapi memang walaupun demikian banyak hal
> yang tidak kita ketahui tentang diri kita sebab itu
> diperlukan minimal 4 tahun kuliah yang tak kenal
> lelah, 2 tahun proses kepaniteraan di rumah sakit
> yang mendebarkan dan paling penting seumur hidup
> usaha serta kerelaan untuk menambah
> kemampuan/pengetahuan demi mencapai pemahaman
> mengenai manusia. 
> Makanya kadang-kadang dokter agak "ngeri" melihat
> pengobatan jalur lain yang beredar di masyarakat.
> Namun hal ini jangan menjadi halangan karena perlu
> diingat kita bertanggung jawab atas tubuh kita
> sendiri, makanya kesadaran untuk menghargai diri
> sendiri itu penting. informasi mengenai kesehatan
> dapat dipelajari dari majalah, buku yang dijual
> bebas hal ini akan lebih mudah karena bahasa yang
> dipakai kan awam jadi kita tidak begitu sulit
> memahaminya.Talk show di televisi atau radio,
> situ-situs kesehatan juga menyediakan hal yang tidak
> kalah baiknya. Karena semua ini bertujuan untuk
> memasyarakatkan kebiasaan pola hidup sehat. Jadi
> sarana semua sudah tersedia, semuanya kembali ke
> kitanya yang mau menerapkan atau hanya sebagai
> wacana
> Kepedulianlah yang penting.
> God bless 'ya all


Best regards,
Neysa Natalia


 
____________________________________________________________________________________
Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

Kirim email ke