Masalahnya begini, bu dan pak ...

Beberapa waktu lalu, tante saya cerita. anak temannya yang berusia 5 tahun
tertular TBC dari pembantunya. Ketahuannya saat pembantunya batuk berdarah.
Menurut saran dokter, anak si ibu haru diperiksa. Dan memang anak itu sudah
terkena TBC. Coba bagaimana kalau anak itu masih sekolah, dia bisa libur 6
bulan, itupun kalau rajin minum obatnya.

Tahu ga reaksi si ibu, sedih banget. Apalagi TBC di Indonesia masih
memalukan, jangan dibicarakan atau diketahui orang banyak.

Lain cerita, teman saya yang punya teman. Kita sebut si A. Si A itu sudah
bekerja sekitar 5 tahun di perusahaan B. Karena dia sering batuk walaupun
tidak musim batuk/pilek. Bagian personalia menyuruh tes kesehatan atas biaya
kantor. Setelah tes kesehtan si A diterima pihak kantor, dan dipanggillah si
A ke bagian personalia. Dipecatlah dengan TIDAK HORMAT.

Si A cerita ke teman saya ini. Katanya "Kalau tahu siapa yang nularin saya,
Saya minta ganti rugi. Saya sudah kehilangan pekerjaan. Sialnya tidak dengan
hormat lagi. Apalagi pekerjaan susah nyarinya. Kan saya ga minta ditularin.
Saya tidak minta ditularin. Saya ga tahu siapa menularkan" Dia pun menangis.

Beberapa hari lalu, di Tempointeraktif ada berita sebagai berikut :

*Tuberculosis Tertinggi di Jakarta
Timur*<http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/09/06/brk,20070906-107037,id.html>
Kamis, 06 September 2007 | 12:57 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta*:Kasus Tuberculosis di Jakarta Timur merupakan
tertinggi di Jakarta. Sejak Januari hingga Juni 2007, Dinas Kesehatan
mencatat ada 3.299 kasus tuberculsosis di Jakarta Timur. Dari jumlah itu,
688 kasus terjadi pada anak-anak (0-14 tahun), dan 2.611 kasus pada orang
dewasa.

Posisi kedua ditempati oleh Jakarta Pusat dengan 2.086 kasus, 175 pada anak
dan 1.911 pada orang dewasa. Jakarta Barat berada di posisi ketiga dengan
1.873 kasus, 191 pada anak, dan 1.687 kasus pada orang dewasa. Di Jakarta
Selatan, ada 1.755 kasus, dengan 270 kasus pada anak dan 1.485 kasus pada
orang dewasa.

Sedangkan di Jakarta Utara terjadi 1.225 kasus, dengan 535 kasus pada anak
dan 690 kasus orang dewasa. Sementara, Kepulauan Seribu berada di urutan
terbawah dengan 35 kasus, 13 pada anak dan 23 pada orang dewasa.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Departemen Kesehatan,
Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, di Indonesia tiap tahun ada 582 ribu kasus
baru. Sekitar 75 persen penderita tuberculosis berada di usia produktif
(15-49 tahun). "Satu penderita TB dalam satu tahun bisa menulari 10-15
penduduk," katanya dalam jumpa pers di Gedung Departemen Kesehatan, Jakarta,
Kamis. *PRAMONO*


=========
Kalau kita ga care, seperti lingkaran setan saja. 1 sembuh, ada yang nularin
lagi, terus nularin lagi, sembuh lagi nularin lagi.


*
*


On 9/9/07, Maria Vincentia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Dh,
> Respon yang membuat saya mengelus dada.
> Kasihan yang nanya.
> Sebagai orang terpelajar, sebaiknya menghimbau sesama
> agar tidak batuk di depan orang. Karena akan menulari
> dan menghujani dengan bibit penyakit dan kuman.
> Hanya orang yang tidak peduli akan kesehatannya (as a
> gift from God) yang tidak peduli bila orang batuk
> sembarangan.
>
> Salam,
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke