Hi Rita,
   
  Dr Laila prakteknya di Paviliun RSCM. Coba cek aja.No Telp aku gak tau.
  Kalo mau dapet no awal di Bunda (Dr Laila),caranya kalo dia praktek jam 
17.00, datanglah jam 15.30,dan pendaftaran ulang dibuka jam 16.00,menjelang jam 
segitu jgn duduk jauh2 dari Loket pendaftaran.Biasanya jam 15.45 udah harus 
siap2 dengerin susternya bilang kalo pendaftaran dr laila dibuka.Kalo suster 
udah ngomong gitu,langsung aja "LARI KE LOKET DAN TARUH BUKUNYA".Awasi terus 
jgn sampai ada org yg nuker posisi buku.Dijamin dapet no awal.Pengalaman ini 
sudah saya buktikan selama hamil anak ke 2 &3. Hehehe...sadis emang,gak peduli 
ibu hamil or engga,kita mesti adu fisik buat naruh buku.Saya pernah sampe 
berantem ama sopir cuma gara2 dia nuker urutan buku saya dg dia pdhal saya 
taruh duluan.Saya marahin aja,padahal waktu itu hamil 8 bulan.Hehehe...
  Pernah saya tanya ke susternya,mereka sudah sampaikan ke Kepala RS.tapi no 
comment.
  Kalo gak mau antri coba ke dr JOSO PRAWIRO,beliau juga bagus kok.
   
  Selamat mencoba.
  

Rita Salima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Aku juga udah pernah nyoba dokter Laila di RS Bunda... tapi aduuuh gak tahan 
ngantrinya. Pernah aku datang sebelum magrib, ternyata sampai jam 2230 malam 
belum dipanggil juga dan di atas nomerku masih ada 7 orang lagi. Aneh juga sih 
sistem di Bunda, jadi orang bisa daftar ulang kemudian pergi gitu aja pas udah 
dapat kepastian nomer berapa. Waktu mereka datang lagi dan ternyata nomer 
mereka udah lewat, let say... nomer 8 tapi dia pergi meninggalkan Bunda, dan 
pas balik ternyata udah nomer 15, susternya bisa tuh langsung memanggil si 
nomer 8 sesudah si nomer 15 keluar dari ruang dokter. Jadi bayangin aja kalau 
banyak yang kayak gitu... bisa nginap di situ semalaman deh :(
Aku tau sih dokter Laila bagus, tapi benar-benar gak tahan ngantrinya di 
Bunda... ampuuuun.... kok ada sih sistem kayak di Bunda? gak profesional 
banget?? Udah gitu hanya terima pendaftaran 2 minggu sebelumnya... >:(
Hihhihihi.... jadi curhat ya?
Kemaren aku udah coba telpon ke Medistra, langsung di layani sih buat konsul 
Jumat (besoknya!) walau dapat nomer 16 jam 9 malam karena daftarnya juga udah 
telat, tapi paling enggak di Medistra lebih "manusiawi" bisa menerima 
pendaftaran. Gak kebayang kan kalau ibu hamil trus ada masalah yang harus 
segera ketemu dokternya, dan kebetulan dokternya ya dokter Laila yang pas 
pilihan praktek di Bunda... waduuuh bisa brojol deh baby nya...
Btw, aku baca reply dari mbak Nevid Erlina di bawah yang menyatakan dokter 
Laila juga praktek di RSCM, boleh tau di klinik apa ya mbak? aku coba telpon ke 
RSCM klinik Yasmin, katanya dokter Laila gak praktek di situ. Mungkin mbak bisa 
kasih info nama kliniknya?
Untuk Dr Indra, terima kasih atas sarannya untuk konsul ke Prof Dr Ichramsyah 
di klinik Yasmin RSCM, aku udah daftar 2 kali tapi gagal terus karena Prof nya 
lagi berhalangan praktek, next time mau coba lagi sih...
Makasih buat semuanya yang udah kasih masukan, kalau ada masukan dari yang 
lain, monggo.... mungkin bisa berguna juga bagi pembaca lain yang kebetulan 
sedang mengalami masalah yang sama...
Salam
Rita



----- Forwarded Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 30, 2007 2:25:34 PM
Subject: Re: [Dokter Umum] (Need Info) Dokter Endokrinologi

dr laila siy bagus, cm itu lho masalah adm di rs bundanya yg luar biasa 
tidak bagus kl menurut saya. kebetulan istri jg berobat dgn beliau.
Harus siap nunggu sampai sore kl mau berobat disana, dan pasti harus 
berebutan u taro buku medik spy dpt giliran lbh awal, bisa dibayangkan
spt apa para ibu2 hamil atau yg lainya berlarian begitu wkt pendaftaran 
dibuka!

IRWAN ARIEF
PT. YAMAHA MOTOR ELECTRONICS INDONESIA

nevid erlina <neviderlina@ yahoo.com> 
Sent by: dokter_umum@ yahoogroups. com
08/30/2007 11:48 AM
Please respond to
dokter_umum@ yahoogroups. com

To
dokter_umum@ yahoogroups. com
cc

Subject
Re: [Dokter Umum] (Need Info) Dokter Endokrinologi

Boleh coba dr Laila Nuranna, beliau praktek di Paviliun RSCM,RS Bunda 
Jakarta dan RS Medistra.

Maria Vincentia <mariavincentia2000@ yahoo.com> wrote: dr.Hikmat Permana, 
SpPD-KEMD di RS Muhamadiyah
Bandung, atau Sub Bag Endokrinologi RSHS Bandung.
Beliau ada di kedua lokasi tsb.

--- Rita Salima <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

> Dear Dokter,
> Saya mau minta pendapatnya. .. mungkin sebelumnya
> saya cerita sedikit.
> Pada tahun 1998, saya menjalani operasi
> endometriosis sebelah kanan karena ditemukan ada
> kista yang menempel pada bekas operasi usus buntu
> yang saya jalani 10 bulan sebelumnya. Jadi, 10 bulan
> sebelum ditemukan kista, saya menjalani operasi usus
> buntu yang darurat akibat usus buntunya sudah pecah.
> Saat operasi kista saya belum menikah.
> Saya menikah pada bulan Maret 2006 dan karena
> masih belum hamil juga, saya konsultasi ke dokter
> dan ditemukan kista endometriosis lagi!
> Pada bulan Februari 2007, saya menjalani operasi
> kista endometriosis lagi karena ditemukan kista yang
> menyumbat pada sebelah kanan dan kiri, ditemukan
> juga perlengketan. Saat itu saya menjalani
> laparaskopi. Hasil operasi, dinyatakan bersih dari
> kista dan kedua indung telur dalam keadaan baik.
> Terdapat juga polip yang diperiksa meupakan jaringan
> jinak/tidak berbahaya.
> Kemudian saya menjalani suntik Tapros selama 3
> bulan dari waktu operasi. Suntik pertama sebelum
> saya meninggalkan rumah sakit (Feb),kemudian kedua
> (Maret)dan terakhir di bulan April. Selama suntik
> tersebut saya tidak mengalami menstruasi. Selama
> menjalani suntik tapros, saya selalu USG dan keadaan
> rahim bersih dari kista.
> Pada tanggal 22 Jni, saya mendapatkan mentruasi
> pertama saya kembali, 1 bulan kososng setelah suntik
> Tapros dihentikan.
> Pada tanggal 25 Juli, saya mendapatkan menstruasi
> lagi bersamaan dengan dokter memberikan obat
> penyubur Profertil karena terrlihat keadaan rahim
> masih tipis, saat konsultasi bulan sebelumnya).
> Pada tanggal 4 Agustus, saya konsultasi lagi dan
> ditemukan ada kista di sebelah kanan (63 x 64 mm).
> Sebelah kiri dinyatakan bersih. Folikel terlihat
> berkembang dengan baik di kedua sisi, hanya saja
> dikanan tertutup oleh kista yang baru muncul
> tersebut.
> Pada tanggal 14 Agustus, saya konsultasi lagi
> karena pada malam sebelumnya saya merasa nyeri
> seperti terpelintir di sebelah kiri rahim saya
> padahal masih jauh dari waktu menstruasi. Ternyata
> hasilnya sangat mengejutkan, ditemukan kista (35 x
> 39 mm) yang besar (hasil pemeriksaan dalam, cukup
> padat) yang menyebabkan rasa nyeri tersebut.
> Dokter Obgyn yang memeriksa saya juga bingung
> kenapa bisa muncul dengan sangat cepat hanya 2 bulan
> setelah suntik tapros dihentikan dan menstruasi
> normal. Bahkan yang sebelah kiri muncul hanya dalam
> 2 minggu setelah USG terakhir.
> Dokter saya menganjurkan untuk menjalani suntik KB
> selama 1 tahun untuk mengecilkan kista tersebut.
> Dokter tidak menganjurkan untuk menjalani operasi
> lagi karena baru menjalani operasi.Saya keberatan
> dengan cara ini karena artinya menunda kehamilan
> selama 1 tahun sementara usia saya saat ini sudah
> diatas 30 tahun.
> Yang ingin saya tanyakan:
> 1.Apakah kista endometriosis bisa muncul dengan
> sangat cepat? Atau karena ada pemicunya (misalnya
> makanan, stress?)
> 2.Bagaimana cara mengatasinya? Apakah ada cara
> lain selain suntik KB?
> 3. Bisakah Dokter memberikan nama/mereferensikan
> saya ke ahli Endokrinologi yang bisa membantu saya
> untuk menatasi masalah ini?
> Mohon kiranya Dokters bisa membantu. Saya sangat
> mengharapkan agar segera memiliki keturuanan.
> Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
> Rita

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------

Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke