Dear Dokter,

Saya mau tanya dong, suami saya 40 tahun, berat 73 kg dan tinggi 165. Dia 
menderita darah tinggi dan selalu dalam kontrol (baik melalui tensi rutin di 
rumah maupun bulanan ke dokternya), setahun yang lalu berat ybs mencapai 85 kg 
lebih dan sempat divonis kena kencing manis (karena gula darah puasanya 
melebihi batas atas [di atas 120]) dan gula darah sehabis puasa di atas 200. 
Dokter menyarankan, karena suami saya tidak punya riwayat dan keturunan sakit 
gula, maka ybs diminta menurunkan berat badan dan sukses, saat ini gulanya 
normal, dia rajin menceknya paling tidak seminggu sekali.

Yang jadi pertanyaan adalah sudah hampir 3 minggu ybs mengeluh sakit kepala 
hebat, apalagi kalau tidur terlentang. Leher belakang kaku seperti orang yang 
kumat darah tinggi atau kolesterol tinggi. karena itu dia ke dokternya dan 
dilakukan beberapa tes yang kebetulan harganya tidak murah, tetapi tidak ada 
hasilnya alias semua dalam batas toleransi yang tidak perlu sampai menyebabkan 
sakit kepala hebat itu. karena tesnya ternyata tidak memperlihatkan hasil yang 
memuaskan dan dokternya pun kelihatannya "senang-senang" saja untuk melakukan 
tes-tes terus, suami saya akhirnya bosan dan tidak acuh.

Terus terang saya jadi ikutan bingung, karena kalau ybs tidur terlihat sangat 
sengsara, karena dia tidak bisa terlentang, sebab jika terlentang dia bilang 
kepalanya seolah mau pecah. Kalau sudah begitu ybs biasanya berjalan-jalan di 
dalam rumah atau di treadmill dan menurutnya itu berhasil menghilangkan sakit 
kepala hebatnya.

Ada beberapa kecurigaan kami, pertama, yaitu sekitar 2 - 3 tahun yang lalu ybs 
pernah menderita syaraf terjept di panggul dan itu membuat dia tidak bisa 
menggerakkan kaki kanannya kecuali dalam kondisi yang hangat. dan setelah 
difisioteraphy beberapa kali melalui penyinaran dan penarikan, Alhamdulillah 
normal kembal dan tidak pernah ada keluhan lagi meskipun kadang-kadang ybs 
mencoba dengan berenang sampai ratusan meter. Yang kedua, telinga kanan ybs 
bisa dikatakan kehilangan kemampuan pendengarannya sekitar 2 tahun yang lalu, 
yang dimulai dengan kepekaan yang luar biasa apabila mendengar sesuatu (bisa 
mendengar suara sangat lirih dari jarak jauh), setelah itu sakit apabila 
mendengar dan ditanggulangi dengan menutupnya dengan kapas itupun masih mampu 
mendengar! Dia kemudian datang ke beberapa dokter THT, baik yang di rumah sakit 
umum maupun khusus THT yang harga konsulnya luar biasa. Diperiksa, rontgen, 
sinar dll tanpa hasil apapun kecuali ada yang menggelitik dari beberapa 
pernyataan dokter-dokter yang bergelar prof itu, "kok bisa ada darahnya ya di 
dalam?" tetapi mereka tidak mampu memperbaikinya, terakhir bahkan ada saran 
untuk pemasangan alat tertentu di dalam telinga, tetapi rekannya yang akan 
melaksanakan operasi tidak mengerjakannya karena dia menduga itu bukan jalan 
keluar yang baik. 

Wah, kasihan juga suami saya melihat sudah bolak-balik keluar jutaan rupiah 
tapi tidak ada hasilnya.  Nah dalam salah satu literatur di British Medical 
Asociation, ada pernyataan kalau sakit kepala bukan disebabkan darah tinggi 
atau kolesterol, maka bisa jadi karena syaraf leher yang terjepit atau infeksi 
di telinga. Sulit juga kami mengambil kesimpulan, karena suami dahulu sebelum 
sakit punya kebiasaan menghilangkan pegal leher dengan menbunyikannya ke kanan 
atau ke kiri, juga sekitar setahunan ini sering kali merasa kehilangan 
keseimbangan saat berjalan ditambah baru-baru ini katanya pandangannya sering 
berkunang-kunang pada saat bangun dari duduk atau sholat.

Mohon bantuan diagnosa dan saran Dok, jangan suruh kami melakukan CAT Scan lagi 
yang sudah dijalani 3 kali yang sekali saja harganya sudah 1,5 juta! Semua 
sudah dilakukan dan belum ada konklusinya:( Banyak obat yang diberikan dokter 
penyakit dalam maupun THT, tetapi tidak ada hasilnya. Semua itu selalu kami 
konsultasikan ke mereka, tetapi mungkin karena suami saya cuman 1 dibandingkan 
dengan ribuan pasien lain, maka penanganannya tidak tuntas.

Saya percaya di Indonesia ini banyak dokter berkualitas dan berhati nurani, 
tetapi saya belum ketemu...terima kasih.

Suzanna Rahmat

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke