coba konsul ke Prof. Lukas : emailnya
[EMAIL PROTECTED]
--- Suzanna M Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear Dokter,
>
> Saya mau tanya dong, suami saya 40 tahun, berat 73
> kg dan tinggi 165. Dia menderita darah tinggi dan
> selalu dalam kontrol (baik melalui tensi rutin di
> rumah maupun bulanan ke dokternya), setahun yang
> lalu berat ybs mencapai 85 kg lebih dan sempat
> divonis kena kencing manis (karena gula darah
> puasanya melebihi batas atas [di atas 120]) dan gula
> darah sehabis puasa di atas 200. Dokter menyarankan,
> karena suami saya tidak punya riwayat dan keturunan
> sakit gula, maka ybs diminta menurunkan berat badan
> dan sukses, saat ini gulanya normal, dia rajin
> menceknya paling tidak seminggu sekali.
>
> Yang jadi pertanyaan adalah sudah hampir 3 minggu
> ybs mengeluh sakit kepala hebat, apalagi kalau tidur
> terlentang. Leher belakang kaku seperti orang yang
> kumat darah tinggi atau kolesterol tinggi. karena
> itu dia ke dokternya dan dilakukan beberapa tes yang
> kebetulan harganya tidak murah, tetapi tidak ada
> hasilnya alias semua dalam batas toleransi yang
> tidak perlu sampai menyebabkan sakit kepala hebat
> itu. karena tesnya ternyata tidak memperlihatkan
> hasil yang memuaskan dan dokternya pun kelihatannya
> "senang-senang" saja untuk melakukan tes-tes terus,
> suami saya akhirnya bosan dan tidak acuh.
>
> Terus terang saya jadi ikutan bingung, karena kalau
> ybs tidur terlihat sangat sengsara, karena dia tidak
> bisa terlentang, sebab jika terlentang dia bilang
> kepalanya seolah mau pecah. Kalau sudah begitu ybs
> biasanya berjalan-jalan di dalam rumah atau di
> treadmill dan menurutnya itu berhasil menghilangkan
> sakit kepala hebatnya.
>
> Ada beberapa kecurigaan kami, pertama, yaitu sekitar
> 2 - 3 tahun yang lalu ybs pernah menderita syaraf
> terjept di panggul dan itu membuat dia tidak bisa
> menggerakkan kaki kanannya kecuali dalam kondisi
> yang hangat. dan setelah difisioteraphy beberapa
> kali melalui penyinaran dan penarikan, Alhamdulillah
> normal kembal dan tidak pernah ada keluhan lagi
> meskipun kadang-kadang ybs mencoba dengan berenang
> sampai ratusan meter. Yang kedua, telinga kanan ybs
> bisa dikatakan kehilangan kemampuan pendengarannya
> sekitar 2 tahun yang lalu, yang dimulai dengan
> kepekaan yang luar biasa apabila mendengar sesuatu
> (bisa mendengar suara sangat lirih dari jarak jauh),
> setelah itu sakit apabila mendengar dan
> ditanggulangi dengan menutupnya dengan kapas itupun
> masih mampu mendengar! Dia kemudian datang ke
> beberapa dokter THT, baik yang di rumah sakit umum
> maupun khusus THT yang harga konsulnya luar biasa.
> Diperiksa, rontgen, sinar dll tanpa hasil apapun
> kecuali ada yang menggelitik dari beberapa
> pernyataan dokter-dokter yang bergelar prof itu,
> "kok bisa ada darahnya ya di dalam?" tetapi mereka
> tidak mampu memperbaikinya, terakhir bahkan ada
> saran untuk pemasangan alat tertentu di dalam
> telinga, tetapi rekannya yang akan melaksanakan
> operasi tidak mengerjakannya karena dia menduga itu
> bukan jalan keluar yang baik.
>
> Wah, kasihan juga suami saya melihat sudah
> bolak-balik keluar jutaan rupiah tapi tidak ada
> hasilnya. Nah dalam salah satu literatur di British
> Medical Asociation, ada pernyataan kalau sakit
> kepala bukan disebabkan darah tinggi atau
> kolesterol, maka bisa jadi karena syaraf leher yang
> terjepit atau infeksi di telinga. Sulit juga kami
> mengambil kesimpulan, karena suami dahulu sebelum
> sakit punya kebiasaan menghilangkan pegal leher
> dengan menbunyikannya ke kanan atau ke kiri, juga
> sekitar setahunan ini sering kali merasa kehilangan
> keseimbangan saat berjalan ditambah baru-baru ini
> katanya pandangannya sering berkunang-kunang pada
> saat bangun dari duduk atau sholat.
>
> Mohon bantuan diagnosa dan saran Dok, jangan suruh
> kami melakukan CAT Scan lagi yang sudah dijalani 3
> kali yang sekali saja harganya sudah 1,5 juta! Semua
> sudah dilakukan dan belum ada konklusinya:( Banyak
> obat yang diberikan dokter penyakit dalam maupun
> THT, tetapi tidak ada hasilnya. Semua itu selalu
> kami konsultasikan ke mereka, tetapi mungkin karena
> suami saya cuman 1 dibandingkan dengan ribuan pasien
> lain, maka penanganannya tidak tuntas.
>
> Saya percaya di Indonesia ini banyak dokter
> berkualitas dan berhati nurani, tetapi saya belum
> ketemu...terima kasih.
>
> Suzanna Rahmat
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
Melyanti
0818 0868 1974
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ