Mas Ali reza, ini cerita buatan sendiri..atau resensi dari sebuah buku???
________________________________ Dari: ali reza <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Terkirim: Sen, 16 Agustus, 2010 16:10:43 Judul: [Dokter Umum] John dan Sam a short story [ o o t ] oleh Ali Reza John Cotton mengisap rokoknya dalam-dalam lalu menahannya beberapa lama sebelum menghembuskannya. Matanya menangkap bayang-bayang masa lalu ketika ia masih mengingat Sam tersayang. Enam bulan lalu sejak pertemuan pertama mereka, saat ia menjabat tangannya dan menjadi sebuah sentuhan awal yang menggetarkan jiwanya. Waktu itu masih ada dua Sam di tempat kerjanya, Samantha Lee di bagian keuangan dan Sam lain yang dicintainya. Keduanya dipanggil Sam. Tapi kemudian mereka memanggil Lee untuk membedakan salah satunya. Minggu lalu ia menerima surat perpisahan dari Sam, dan untuk kesekian kalinya ia membacanya lagi. Saya mengerti perasaan Anda seperti juga perasaanku. Aku memilih kehidupan normal bersama orang yang benar-benar kucintai. Tentu aku sayang padamu, John. Menyayangimu sebagai teman. Aku akan pergi ke Wyoming bersama adik perempuanku. Ia menutup surat itu dan membaca alamat di bagian belakangnya. Ketika perbedaan memisahkan orang-orang yang saling mencintai, mereka terpisah karena memiliki kesamaan. John sadar ia tidak bisa terus menerus menyembunyikan hubungan mereka di antara teman-teman mereka. John merupakan seorang pria sendiri di awal empat puluh tahun, tubuhnya tegap dan berwibawa. Tidak ada wanita yang tidak menyukainya di pandangan pertama. Kepribadiannya membuat siapa saja menyenanginya. Tapi ia seorang pria yang rapuh di hadapan Sam, serapuh oak tua di musim kemarau. Jika Sam mengatakan padanya bahwa ia akan menikah di bulan Maret, maka jatuhlah seluruh air matanya seperti seorang perempuan. Ia memutuskan terbang menuju Wyoming di bulan September dengan perasaan tak menentu. Untuk Sam, ia membawa hadiah di dalam tas baggy-nya berupa buku pertemanan edisi lama yang bisa menenangkan pikirannya. Sam menyukai buku itu. Dalam perjalanan dengan taksi, ia berkisah panjang lebar tentang kekasihnya pada supir taksi. Tapi supir taksi tidak terlihat ramah dan lebih suka memejamkan mata ketimbang mendengarnya. “Ini tempatnya” kata supir taksi senang mengakhiri perjalanannya dengannya “Terima kasih” balas John John berjalan ke Mateo's untuk menelpon. Ia memutar nomor Sam yang masih disimpan dalam catatan kecilnya. Ia belum siap mendengar suara Sam, tidak juga siap bertemu dengannya. Tapi seseorang sedang menjawab teleponnya ketika ia hampir menutupnya. Suara itu masih terdengar lembut. Maafkan aku menyusulmu sejauh ini. Kauingat? Kau pernah bercerita banyak tentang rumahmu dan keluargamu. Aku ingin melihat mereka jika kau tidak keberatan. Lalu sayup-sayup terdengar suara seorang perempuan memanggil Sam. “Adikmu?” Hari itu sedikit mendung, angin membawa daun-daun beterbangan bersama plastik dan kertas-kertas, John melangkah dengan perasaan berdebar-debar. Hanya lima menit menuju rumah kecil Sam dari Mateo’s dan ia menemukan sebuah rumah kecil bercat putih dengan Sam tersayang berada di atas tangga. Sam tersenyum kecil. Beberapa waktu lalu Sam sering menceritakan padanya tentang rumahnya beserta taman dan ayunan yang dibuatnya sendiri. Namun gambarannya berbeda ketika ia datang melihatnya. “Tidak ada ayunan?” Sam tersenyum. “Tidak” John menyodorkan tangannya, tapi Sam tidak berharap John memeluknya. Mereka saling menatap selama beberapa detik tanpa ingin mengucapkan sesuatu satu dengan yang lain. Pintu rumah terbuka, seorang perempuan muda cantik melangkah keluar dan berdiri di sebelah Sam, tangannya bersandar di bahunya. Ia pasti Lily, adik Sam seperti yang pernah diceritakannya beberapa waktu lalu, pikir John. “John, Ini Sarah. Istriku” Dan John memperkenalkan dirinya pada Sarah sebagai John Cotton kawan lama suaminya sewaktu di New York. Ia tidak menyerahkan buku pertemanan itu pada Sam, melainkan pada Sarah sebagai tanda pertemanan barunya. “Sam menyukai ini” Sarah membukanya dan mendapatkan sebuah buku bersampul indah dengan sebuah kartu ucapan di atasnya, lalu membaca tulisan di kartu itu untuk Sam. Untuk Samuel H. Simmon. Persahabatan selamanya. John J. Cotton. Sangat menyentuh, ucap Sarah, mengagumi persahabatan mereka. Tangan kanannya membelai perutnya yang membesar. Kelak ketika anaknya lahir dan bicara, sang anak sudah memiliki seorang paman yang baik dan ia akan memanggilnya sebagai paman John. Dan untuk terakhir kalinya John memberikan senyum untuk Sam, untuk kisah cinta mereka di masa lalu dan untuk mengakhiri kisah ini. [Non-text portions of this message have been removed]

