|
Kunci Sukses Gereja di China
Oleh: Grace Suryani
Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol
dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China
dengan gereja di Indo?!
Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat
besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit
sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya
kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita
cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin
pujiannya juga orang-orang biasa. Ada
kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah
… yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang
khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua
orang-orang ‘awam’. Ada
yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.
Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke
1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja
itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat
Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari
mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang
berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah,
semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka
bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda.
Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi,
mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah
dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan
aja bisa ngerti dengan jelas.
Apa sih yang mereka khotbahkan?!
Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.
Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama.
PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI.
Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab,
tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu
bawa kepada Tuhan?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!
Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu
terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan
kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji
Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar.
Tapi di China …
Ada kesaksian
tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan. Tiap kali
anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya
papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya
percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati
karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end …
tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja.
Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya
Tuhan! Ada kesaksian tentang
seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia
bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1
persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti
nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan!
Ada lagi
kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit
parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya
‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar),
tapi dia ngga. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah.
Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan?!
Itu kan menurut kita …
menurut Tuhan itu happy END!
Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga
disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia
nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).
Guys, can u see the difference?!
Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan
kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa, bukan bisnis
lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada
lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.
Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa jiwa
dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka
tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir
mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah,
TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau
sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen
juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.
Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA
TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana
Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi
kerinduan Tuhan?!
Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan
itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal
PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga
ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang
bekerja. Dan banyak yang bertobat.
Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang,
bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya.
Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau,
Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman
yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka
orang-orang yang mengerti hati TUHAN!
Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim
yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak
pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju!
Jiwa-jiwa. Itu hati Tuhan.
Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga
akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak
anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja
saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya.
selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense.
Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil
gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita
berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati
saya, berkati anjing saya!
guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen!
Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu,
jangan cuman dirimu!
Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah,
kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling
berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe! Gereja gue paling
bener, paling sah.” Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di
banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik …
kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang
berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa
denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman
karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …
Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali
…
Grace
China,
November 2004
( dikutip dari www.glorianet.org )
|