|
"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN,
…"
(Yesaya 40 : 3)
|
Yohanes
1:19-23
RESIKO
MEMPERSIAPKAN
JALAN
BAGI TUHAN
Tak salah Tuhan Yesus menilai Yohanes
Pembaptis sebagai yang 'terbesar' (Mat.11:11). Sikap hidupnya menunjukkan
hal itu. Ia tinggal di padang gurun, berpakaian bulu unta, makan belalang
dan minum madu. Amat bersahaja tetapi seorang yang menja-lankan tugasnya
dengan setia. Tugas 'berseru-seru di padang gurun' adalah tugas yang tidak ringan, penuh tantangan dan
perjuangan. Padang gurun adalah tempat yang tandus dan penuh bahaya membuat orang mudah
putus asa. Bagi orang Israel, padang gurun bahkan diyakini sebagai tempat tinggal iblis.
Pada masa ini, kita pun dipanggil untuk memper-siapkan jalan bagi Tuhan.
Berseru-seru di padang gurun dunia sungguh tak mudah, sebab ketika kabar baik kita
beritakan, kita berhadapan dengan dunia yang membenci kita. Ketika panggilan
pelayanan kita penuhi, kita akan berhadapan dengan dunia yang menentang
kita. Maukah dan beranikah kita terus berseru-seru mempersiapkan jalan bagi
Tuhan?
Lalu ketika kita bisa mengatasi tantangan 'padang gurun dunia' itu, ada bahayanya : kita bisa menjadi sombong karena
merasa mampu, merasa baik lalu ingin dipuji. Yohanes menunjukkan kebesaran
jiwa. Ia tahu kapan harus maju dan kapan harus mengundurkan diri. Ia sadar
bahwa segala kemuliaan hanya bagi Dia yang berhak menerima.
Mempersiapkan jalan bagi Tuhan memang harus dengan meratakan bukit-bukit
kesombongan, mengi-kisnya dengan kerendahan hati dan pengabdian yang
sungguh. Ayo kita mulai !
Refleksi:
Bapa
Pengasih, berikanlah hati yang rendah kepada hamba-Mu, supaya hamba-Mu
dapat memancarkan keagungan
dan
kebesaran-Mu. Amin.
Menelusuri
Alkitab setiap hari: Kisah Para Rasul 8:24-25
|