|
|
MENGASIHI
ORANG-ORANG TERDEKAT
Yohanes
19:25-27
"Ibu,
itu anak Ibu... Itu ibumu" (Yoh. 19:26, 27, BIS)
Adakah kiranya orang yang
memikirkan keadaan orang lain selagi ia sendiri mengalami rasa sakit yang
luar biasa? Jawabnya ada. Yesuslah orangnya.
Dalam keadaan terpentang bersimbah darah di kayu salib, Ia menunjukkan
kepedulian besar kepada Maria, Bunda-Nya. Menjelang kematian-Nya, Yesus
tetap memperhatikan kesejah-teraan keluarga-Nya. Ia minta sahabat
dekat-Nya, Yohanes, agar merawat Bunda-Nya.
Ada suatu adegan mengharukan dalam film "The Passion of the
Christ". Ketika Yesus terjatuh saat memikul salib-Nya yang berat,
Maria Bunda-Nya bersimpuh di dekat-Nya dan memegang Dia. Dalam "The
Passion", foto adegan tersebut dipasang bersebelahan dengan foto
adegan lain dari masa kanak-kanak Yesus. Bunda Maria berlari-lari
menghampiri Yesus kecil yang jatuh. Ia bersimpuh di dekat Yesus dan mencium
tangan kanannya.
Keluarga kita adalah pemberian Tuhan yang amat berharga. Kita harus menjaga
dan memeliharanya dalam segala keadaan. Jangan pernah berhenti
mengasihinya. Bentuk kasih yang kita curahkan kepada keluarga kita tidak
diukur dari segi materi belaka. Maksudnya, bukan kebutuhan lahir saja yang
kita coba penuhi . Masih banyak yang lain, yang tak kalah pentingnya.
Misalnya, kebutuhan akan kehadiran kita, kebutuhan untuk didengarkan tanpa
didebat, kebutuhan akan ungkapan kasih yang diucapkan, kebutuhan untuk
dibutuhkan . . .
Refleksi:
Tuhan
Yesus, ingatkanlah kami untuk peduli terhadap orang-orang terdekat. Karena
kerapkali kami justru menomorduakan mereka. Ajarlah kami mengatur
keseimbangan. Amin.
Menelusuri
Alkitab satu tahun: Bilangan 18-20
|