Bandung (ANTARA News) ? Seorang pemuda bernama Irvan

 

Maulana (18), penduduk Kampung Warung Domba RT01/ RW01

 

Desa Mandala Mukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten

 

Bandung, tewas tersambar petir saat menggunakan

 

telepon selulernya, sementara sepupunya lolos dari

 

maut meski harus menderita luka bakar di sekujur tubuhnya.

  

Peristiwa sambaran petir itu mengakibatkan seorang

 

korban meninggal dunia sedangkan seorang lainnya hanya

 

menderita luka bakar, saat kejadian sedang hujan

 

rintik-rintik, kata Kapolsek Cikalongwetan AKP Ending di Bandung,

 

Selasa.

 

Sementara itu korban Windu (13) yang juga sepupu

 

korban yang mengalami luka bakar mengalami shock

 

karena saat kejadian ia berdekatan dengan korban Irvan

 

yang juga menderita luka bakar sebelum akhirnya meninggal dunia itu.

 

Menurut Kapolsek Cikalongwetan, peristiwa pemuda

 

tersambar petir tersebut terjadi ketika kedua pemuda

 

tersebut baru saja menyeberang jalan Tol Cipularang

 

tepatnya di kawasan Warungdomba.

 

Saat itu sedang turun hujan rintik-rintik disertai

 

dengan petir yang cukup keras menyambar-nyambar daerah di kawasan itu.

 

Saat berjalan menuju rumahnya yang berjarak ratusan meter dari lokasi

 

kejadian, tiba-tiba hand phone korban Irvan berdering.

 

Tanpa sadar saat itu sedang hujan dan petir menyambar-nyambar, korban

 

membuka handphonenya dan menjawabnya. Untuk beberapa saat terjadi

 

pembicaraan hangat, namun tiba-tiba sambaran gledek yang disertai

 

kilatan putih menyambar sinyal hand phone yang sedang digunakan oleh

 

korban.                                                    

 

Akibatnya, korban ambruk dengan kondisi luka bakar dan biru-biru.

 

Handphone yang digunakannya hancur dan terlempar beberapa meter.

 

Sedangkan korban Windu yang tidak jauh dari korban juga terkapar dengan

 

luka bakar, dan beteriak-teriak histeris.

  

Teriakan tersebut mengagetkan warga yang langsung menuju ke lokasi

 

kejadian, dan mereka menyaksikan dua sosok tengah terkapar. Warga

 

mencoba menolong korban namun seorang diantaranya sudah tidak bernyawa.

 

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Cikalongwetan yang langsung menurunkan

 

personilnya, namun karena kejadian itu murni kecelakaan akibat sambaran

 

petir, korban akhirnya diserahkan kepada keluarganya untuk diurusi.

 

Sementara itu lokasi jalan tol cukup rawan terhadap sambaran petir

 

terutama bagi pengguna hand phone karena lokasinya terbuka dan jarang

 

pepohonan yang tinggi di sekitarnya.

 

Kami menghimbau agar masyarakat mengantisipasi kejadian tersebut dengan

 

tidak menggunakan hand phone di tempat terbuka pada saat hujan dan

 

banyak petir, hampir sebagian besar kejadian sambaran petir terjadi di

 

ruang terbuka seperti itu, kata AKP Ending.

 

<--------------------------------------------------------------------------->



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke