|
Seringkali kita dengar orang meninggal di usia
muda karena terserang suatu penyakit. Ada
juga yang hidupnya berantakan, dengan tingkahlaku yang semrawut. Banyak hal
lain yang menunjukkan suatu sikap hidup yang menunjukkan ketidakteraturan,
sehingga menimbulkan kerugian pada diri sendiri. Ironisnya orang-orang yang
menyimpang hidupnya tersebut tidak menyadari bahwa hal tersebut karena
kesalahannya sendiri. Itulah sebuah pola hidup yang tidak teratur. Segala
sesuatu dikerjakan dan dilakukan seenaknya, dan selalu menganggap enteng.
Tanpa disadarinya, perbuatan tersebut kadangkala mengganggu atau merugikan
orang lain. Akibat kesembronoannya mungkin mengakibatkan kecelakaan bagi
orang lain.
Apa jadinya kalau kita menjalani hidup dengan pola
seperti itu? Kekacauanlah yang tercipta. Seorang yang masih muda usianya
harus mati karena penyakit kronis, atau narkoba. Semua hal itu terjadi
karena ketidakteraturannya menata hidupnya. Atau sebuah rumah tangga harus
berantakan karena tatanan untuk kehidupan yang baik ditabrak dan di langgar
dengan sesuka hatinya.
Kalau kita mau menyadari dengan sungguh-sungguh
dan tulus, maka kita akan melihat bahwa Tuhan sangat menyukai keteraturan.
Dia sebagai pencipta tak pernah berbuat yang keliru, semua rancanganNya
indah dan sempurna. Coba saja lihat, apakah waktu yang berputar pernah
berganti menjadi 30 jam sehari. Atau antara Matahari dan Bulan ada yang
bertabrakan di udara? Tidak ada, semuanya sempurna dan diciptakan dengan
keteraturan.
Sekarang pilihan ada pada diri kita masing-masing.
Apakah kita mau hidup teratur, sesuai dengan tatanan hidup yang berlaku,
dengan dilandasi oleh Firman Tuhan? Atau kita mau melakukan sekehendak hati
kita, tanpa mempedulikan diri kita dan orang lain? Keputusan ada di tangan
saudara! Tapi yang jelas Allah sangat menyukai keteraturan dan kesopanan.
Jadi, bila kita mengambil keputusan untuk mengasihiNya, maka mulailah
perbaiki cara hidup saudara, satu demi satu dibuat agar teratur, niscaya
hidup saudara akan menjadi baik dan indah. (TLT)
|