|
RENUNGAN HARI INI
Kamis, 12
Januari 2006
|
|
|
PERTOBATAN
|
|
Lukas 19:1-10
“Kata Yesus
kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena
orang inipun anak Abraham. Sebab Anak manusia datang untuk mencari dan
menyelamatkan yang hilang (Ay. 9-10)
|
Pertobatan seseorang dilihat dari buahnya. Ada
pertobatan yang sejati dan ada yang sekedar saja bertobat. Pertanyaannya,
apakah kita sungguh-sungguh bertobat dan hidup dalam pertobatan itu?
Zakheus, demi untuk berjumpa dengan Yesus, ia rela untuk naik ke atas
pohon. Artinya Zakheus punya kerinduan. Kalau ada pertobatan sejati,
pertobatan itu akan membawa kita pada perubahan.
Untuk mengetahui buah dari pertobatan melalui
perubahan, paling tidak ada 3 hal yang dapat dilihat dari pertobatan kita.
Yaitu yang pertama, perubahan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ada
nilai rohani yang kita lakukan dalam hidup ini sehingga ada pertumbuhan.
Kita tidak lagi berdoa karena formalitas saja, tetapi kita berdoa karena
betul-betul ingin berjumpa dengan Tuhan dan mengasihi Tuhan dengan
sungguh-sungguh. Doa-doa kita tidak lagi dipenuhi dengan
permohonan-permohonan walaupun permohonan itu tidaklah salah, tetapi lebih
banyak kita berbicara akrab dengan Tuhan seperti seorang sahabat atau
seperti seorang anak dengan ayahnya.
Kedua, perubahan dalam hubungan kita dengan
materi, kekayaan, jabatan dan karier. Kalau orang bertobat, ia akan berubah
cara pandangnya tentang hal-hal tersebut (ay. 8). Waktu Zakheus bertobat,
uang tidak lagi jadi prioritas dalam hidupnya tetapi prioritasnya adalah
Tuhan.
Ketiga, perubahan antara diri kita dengan orang
lain. Ketika hubungan dengan orang lain berubah menjadi baik, maka kita
bisa mengajak mereka untuk mengenal Yesus. Marilah periksa diri kita,
apakah Tuhan menjadi prioritas dalam hidup ini? Atau apakah hubungan kita
dengan Tuhan baik? Apakah hubungan kita dengan orang lain baik? Oleh karena
itu marilah kita datang pada Tuhan untuk bertobat agar kita dapat berubah
sehingga hubungan kita dengan Tuhan menjadi berkualitas. Tuhan menjadi
prioritas utama dalam hidup kita bukan lagi hal-hal duniawi. Hubungan kita
dengan orang lain menjadi baik sehingga buah yang kita hasilkan menjadi
manis dan bisa dinikmati oleh orang lain. Ketika buah kita manis, maka
orang lain dapat diberkati sehingga akan lebih mudah untuk diajak mengenal
dan menerima Yesus.(dns)
|
|
|
Doa:
|
Bapa, ajar dan
pimpin agar kami dapat mengeluarkan buah pertobatan yang manis untuk
dinikmati orang lain. Amin!
|
|
|
PERTOBATAN
YANG SEJATI ADALAH BUAH YANG MANIS
|
|
Send
instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
|